Musnad Ahmad مسند أحمد

7611–7620 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #7611
    Detail

    حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى يَعْلُوَ قَلْبَهُ ذَاكَ الرَّيْنُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ { كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }

    telah menceritakan kepada kami [Shafwan bin Isa] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Ajlan] dari [Al Qo'qo' bin Hakim] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya seorang mukmin jika berbuat dosa maka akan ada satu noda hitam di hatinya, jika ia bertaubat dan berlepas dari dosanya maka hatinya akan menjadi bersih, namun jika dosanya bertambah maka noda hitam tersebut akan semakin bertambah hingga menutupi hatinya, itulah noda yang disebutkan oleh Allah Azza Wa Jalla dalam Al Qur`an: "Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya dosa yang mereka perbuat itu menutupi hati mereka.""

  2. Musnad Ahmad #7612
    Detail

    حَدَّثَنَا صَفْوَانُ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَجْلَانَ عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يَجِدُ الشَّهِيدُ مِنْ مَسِّ الْقَتْلِ إِلَّا كَمَا يَجِدُ أَحَدُكُمْ مَسِّ الْقَرْصَةِ

    telah menceritakan kepada kami [Shafwan] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu 'Ajlan] dari [Al Qo'qo' bin Hakim] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang yang mati syahid tidaklah merasakan sakitnya kematian kecuali sebagaimana salah satu dari kalian merasakan sakitnya dicubit."

  3. Musnad Ahmad #7613
    Detail

    حَدَّثَنِي صَفْوَانُ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَجْلَانَ عَنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ

    telah menceritakan kepadaku [Shafwan] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu 'Ajlan] dari [Al Qo'qo'] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dien adalah nasehat" -beliau ulangi tiga kali-, Abu Hurairah berkata: lalu dikatakan: "Wahai Rasulullah untuk siapa?", Beliau bersabda: "Untuk Allah dan kitab-Nya, serta untuk para imam kaum muslimin."

  4. Musnad Ahmad #7614
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ أَبِي زَيْنَبَ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ ذُكِرَ الشَّهِيدُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا تَجِفُّ الْأَرْضُ مِنْ دَمِ الشَّهِيدِ حَتَّى يَبْتَدِرَهُ زَوْجَتَاهُ كَأَنَّهُمَا ظِئْرَانِ أَظَلَّتَا أَوْ أَضَلَّتَا فَصِيلَيْهِمَا بِبَرَاحٍ مِنْ الْأَرْضِ بِيَدِ كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا حُلَّةٌ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

    telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abi 'Adiy] dari [Ibnu 'Aun] dari [Hilal bin Abi Zainab] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Abu Hurairah], bahwa dia berkata: pernah disebut-sebut tentang orang yang mati syahid di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau pun bersabda: "Bumi tidak akan pernah kering dengan darah seorang syahid hingga ia dijemput oleh kedua istrinya (dari bidadari), keduanya seperti wanita penyusu (untuk anak orang lain) yang menaungi kedua anak susuannya di suatu tanah lapang, di tangan masing-masing mereka terdapat selembar selendang yang lebih baik dari dunia dan seisinya."

  5. Musnad Ahmad #7615
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ وَاسِعٍ عَنْ شُتَيْرِ بْنِ نَهَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ حُسْنَ الظَّنِّ مِنْ حُسْنِ الْعِبَادَةِ

    telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Muhammad bin Wasi'] dari [Syutair bin Nahar] dari [Abu Hurairah], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya prasangka yang baik termasuk ibadah yang baik."

  6. Musnad Ahmad #7616
    Detail

    حَدَّثَنَا صَفْوَانُ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قِيلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ أَنَا وَمَنْ مَعِي قَالَ فَقِيلَ لَهُ ثُمَّ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي عَلَى الْأَثَرِ قِيلَ لَهُ ثُمَّ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَرَفَضَهُمْ

    telah menceritakan kepada kami [Shafwan] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Ajlan] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah], dia berkata: pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah manusia mana yang paling baik?" maka beliau menjawab: "Aku dan orang-orang yang bersamaku", Abu Hurairah berkata: lalu ditanyakan kepada Beliau kembali: "Kemudian siapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Orang yang berpegang dengan peninggalanku." Ditanyakan lagi kepada beliau: "Kemudian siapa wahai Rasulullah?" Abu Hurairah berkata: "maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menolak untuk menjawab mereka."

  7. Musnad Ahmad #7617
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يُرِيدُ بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnu Abi 'Adiy] dari [Muhammad bin Ishaq] berkata: telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ibrahim] dari [Isa bin Tholhah] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya ada seorang laki-laki mengucapkan suatu perkataan yang mengakibatkan ia masuk ke dalam neraka selama tujuh puluh musim karena suatu perkataan yang tidak dia sadari sama sekali."

  8. Musnad Ahmad #7618
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ مِنْ آلِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ يُحَدِّثُ عَنْ عُبَيْدٍ مَوْلًى لِأَبِي رُهْمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ لَقِيَ امْرَأَةً فَوَجَدَ مِنْهَا رِيحَ إِعْصَارٍ طَيِّبَةً فَقَالَ لَهَا أَبُو هُرَيْرَةَ الْمَسْجِدَ تُرِيدِينَ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ وَلَهُ تَطَيَّبْتِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ امْرَأَةٍ تَطَيَّبَتْ لِلْمَسْجِدِ فَيَقْبَلُ اللَّهُ لَهَا صَلَاةً حَتَّى تَغْتَسِلَ مِنْهُ اغْتِسَالَهَا مِنْ الْجَنَابَةِ فَاذْهَبِي فَاغْتَسِلِي

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] aku mendengar ['Ashim bin Ubaidillah] dari keluarga Umar Ibnul Khaththab, ia menceritakan dari ['Ubaid] -pelayan Abu Ruhm- dari [Abu Hurairah] bahwa ia berjumpa dengan seorang wanita yang darinya ia mencium harum semerbak wewangian, maka iapun berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin pergi ke masjid?" wanita itu menjawab: "Benar." Abu Hurairah berkata: "Apakah untuk Allah juga engkau memakai wewangian?" Wanita itu menjawab: "Benar." Abu Hurairah berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang wanita memakai wewangian untuk pergi ke masjid lalu Allah menerima shalatnya sehingga ia mandi dan membersihkan dari wewangian tersebut layaknya mandi junub." Maka pergi dan mandilah."

  9. Musnad Ahmad #7619
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ فُرَاتٍ سَمِعْتُ أَبَا حَازِمٍ قَالَ قَاعَدْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ خَمْسَ سِنِينَ فَسَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي إِنَّهُ سَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَتَكْثُرُ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ الَّذِي جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

    telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Furat] berkata: Aku mendengar [Abu Hazim] berkata: Aku menyertai [Abu Hurairah] selama lima tahun, lalu aku pernah mendengarnya meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Sesungguhnya bani isroil selalu dipimpin para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi maka akan digantikan oleh Nabi lain, dan sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku, dan akan ada para Khalifah (sesudahku) lalu berlanjut banyak (Khalifah)." Para sahabat bertanya: "Lalu apa yang Tuan perintahkan kepada kami?" Beliau bersabda: "Tepatilah bai'at yang pertama dan selanjutnya, dan berikan hak yang telah Allah tetapkan untuk mereka karena Allah akan meminta pertanggung jawaban mereka atas apa yang mereka pimpin."

  10. Musnad Ahmad #7620
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ عَاصِمٍ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَقُولُهُ إِذَا أَصْبَحْتُ وَإِذَا أَمْسَيْتُ قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ قُلْهُ إِذَا أَصْبَحْتَ وَإِذَا أَمْسَيْتَ وَإِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ya'la bin 'Atho`] berkata: aku mendengar ['Amru bin 'Ashim] menceritakan bahwa ia pernah mendengar [Abu Hurairah] meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: sesungguhnya Abu Bakar pernah berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Beritahukanlah kepadaku doa apa yang harus aku baca ketika pagi dan sore." Beliau bersabda: "Ucapkanlah: ALLAAHUMMA 'AALIMAL GHAIBI WAS SYAHAADATI FAATHIROS SAMAWATI WAL ARDLI RABBA KULLI SYAIN WA MALIIKAHU ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ANTA A'UDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII WA SYARRIS SYAITHONI WA SYIRKIHI (Ya Allah yang Maha mengetahui hal yang Ghaib (tersembunyi) dan hal yang nampak, Pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan pemiliknya, saya bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah selain Engkau, saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan diriku dan kejelekan setan serta kesyirikannya), ucapkan doa tersebut di waktu pagi dan sore dan ketika kamu ingin tidur."