Musnad Ahmad مسند أحمد

7321–7330 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #7321
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ لَا تَكَادُ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ تَكْذِبُ وَأَصْدَقُكُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ الرُّؤْيَا الْحَسَنَةُ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالرُّؤْيَا يُحَدِّثُ بِهَا الرَّجُلُ نَفْسَهُ وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ يُعْجِبُنِي الْقَيْدُ وَأَكْرَهُ الْغُلَّ الْقَيْدُ ثَبَاتٌ فِي الدِّينِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Ayub] dari [Ibnu Sirin] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, Beliau bersabda: "Pada akhir zaman nanti hampir-hampir mimpi seorang mukmin tidak berdusta, dan sebenar benar mimpi adalah yang paling jujur bicaranya di antara kalian, mimpi itu ada tiga: mimpi yang baik maka dia adalah kabar gembira dari Allah Azza Wa Jalla, mimpi dari fikiran seorang sebelum tidur, serta mimpi yang berasal dari gangguan setan, dan jika salah satu di antara kalian bermimpi sesuatu yang tidak disenanginya maka janganlah ia menceritakannya kepada seorangpun dan hendaklah ia berdiri lalu mengerjakan shalat." Abu Hurairah berkata: "saya suka dengan Al Qoidu (mimpi seseorang bahwa kedua kakinya terikat) dan saya tidak senang dengan Al Ghullu (mimpi seseorang bahwa kedua tangannya terikat pada lehernya), AlQoidu adalah kokoh dalam agama."

  2. Musnad Ahmad #7322
    Detail

    وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ

    (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya: -dari [Abu Hurairah] -) Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya mimpinya seorang mukmin itu adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian."

  3. Musnad Ahmad #7323
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah], dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya mimpinya seorang mukmin itu adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian."

  4. Musnad Ahmad #7324
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ حَسَّانَ قَالَ فِي حَلْقَةٍ فِيهِمْ أَبُو هُرَيْرَةَ أَنْشُدُكَ اللَّهَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ هَلْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَجِبْ عَنِّي أَيَّدَكَ اللَّهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ فَقَالَ اللَّهُمَّ نَعَمْ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id bin Al Musayyib] bahwa [Hassaan] pernah berkata pada sebuah majlis yang di dalamnya terdapat [Abu Hurairah]: "wahai Abu Hurairah saya bersumpah dengan nama Allah kepadamu, apakah kamu pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Terimalah saya maka Allah akan menguatkanmu dengan Ruhul Qudus (malaikat Jibril)." Abu Hurairah berkata: "Ya Allah, benar."

  5. Musnad Ahmad #7325
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya."

  6. Musnad Ahmad #7326
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أُرْسِلَ مَلَكُ الْمَوْتِ إِلَى مُوسَى فَلَمَّا جَاءَهُ صَكَّهُ فَفَقَأَ عَيْنَهُ فَرَجَعَ إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ أَرْسَلْتَنِي إِلَى عَبْدٍ لَا يُرِيدُ الْمَوْتَ قَالَ فَرَدَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ عَيْنَهُ وَقَالَ ارْجِعْ إِلَيْهِ فَقُلْ لَهُ يَضَعُ يَدَهُ عَلَى مَتْنِ ثَوْرٍ فَلَهُ بِمَا غَطَّتْ يَدُهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ سَنَةٌ فَقَالَ أَيْ رَبِّ ثُمَّ مَهْ قَالَ ثُمَّ الْمَوْتُ قَالَ فَالْآنَ فَسَأَلَ اللَّهَ أَنْ يُدْنِيَهُ مِنْ الْأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ رَمْيَةً بِحَجَرٍ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَوْ كُنْتُ ثَمَّ لَأَرَيْتُكُمْ قَبْرَهُ إِلَى جَانِبِ الطَّرِيقِ تَحْتَ الْكَثِيبِ الْأَحْمَرِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Ibnu Thawus] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah], dia berkata: "Malaikat kematian diutus (oleh Allah Allah Azza Wa Jalla) kepada Musa, maka ketika ia tiba dihadapannya, Musa langsung memukulnya hingga dia mencongkel matanya, lalu ia kembali kepada Tuhannya Allah Azza Wa Jalla seraya berkata: 'Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba yang tidak manginginkan (disegerakan) kematian.'" Abu Hurairah berkata: "maka Allah Azza Wa Jalla mengembalikan matanya dan berfirman: 'Kembalilah dan katakan padanya agar ia meletakkan tangannya di atas punggung sapi, maka pada setiap bulu yang ia sentuh dengan tangannya akan ditangguhkan satu tahun dari umurnya, ' maka Musa berkata: 'Wahai Tuhanku kemudian apa lagi setelah itu? ' Allah Azza Wa Jalla berfirman: 'Kemudian akan datang kematian.' Musa berkata: 'Kalau begitu sekarang saja.' Lalu iapun memohon kepada Allah agar (kuburnya) didekatkan dengan bumi Qudus dengan jarak jauhnya lemparan batu." Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Jika saya ada di sana niscaya akan saya beritahuan kepada kalian letak kuburnya, yaitu pada sisi jalan di bawah pasir yang merah."

  7. Musnad Ahmad #7327
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ قَالَ قَالَ لِي الزُّهْرِيُّ أَلَا أُحَدِّثُكَ بِحَدِيثَيْنِ عَجِيبَيْنِ قَالَ الزُّهْرِيُّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَسْرَفَ رَجُلٌ عَلَى نَفْسِهِ فَلَمَّا حَضَرَهُ الْمَوْتُ أَوْصَى بَنِيهِ فَقَالَ إِذَا أَنَا مِتُّ فَأَحْرِقُونِي ثُمَّ اسْحَقُونِي ثُمَّ اذْرُونِي فِي الرِّيحِ فِي الْبَحْرِ فَوَاللَّهِ لَئِنْ قَدَرَ عَلَيَّ رَبِّي لَيُعَذِّبَنِّي عَذَابًا مَا عُذِّبَهُ أَحَدٌ قَالَ فَفَعَلُوا ذَلِكَ بِهِ فَقَالَ اللَّهُ لِلْأَرْضِ أَدِّي مَا أَخَذْتِ فَإِذَا هُوَ قَائِمٌ فَقَالَ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ قَالَ خَشْيَتُكَ يَا رَبِّ أَوْ مَخَافَتُكَ فَغَفَرَ لَهُ بِذَلِكَ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] berkata: [Az Zuhri] berkata kepadaku: maukah engkah aku bacakan dua hadits yang menakjubkan. Az Zuhri berkata dari [Humaid bin Abdurrahman bin 'Auf] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Seorang laki-laki telah berlaku lalim kepada dirinya sendiri, maka ketika ajal datang kepadanya ia mewasiatkan kepada anaknya seraya berkata: 'Jika aku nanti meninggal maka bakarlah mayatku, ambil abu mayatku dan buanglah ke udara dan lautan luas, demi Allah sekiranya Ia mampu pasti Ia akan membangkitkan aku dan menyiksaku dengan siksaaan yang tidak pernah ditimpakan kepada seorang pun.'" Beliau bersabda: "lalu anak-anaknya mengerjakan wasiat tersebut, lalu Allah berfirman kepada bumi: 'Kumpulkanlah debu yang bersamamu' kemudian perlahan orang itu bangun, lalu Allah bertanya: 'Apa yang menjadikan kamu melakukan ini? ' dia menjawab: 'Aku takut kepadamu wahai Rabb, ' atau dia mengatakan: 'ketakutanku kepada-Mu.' Kemuidan Allah pun mengampuninya."

  8. Musnad Ahmad #7328
    Detail

    قَالَ الزُّهْرِيُّ وَحَدَّثَنِي حُمَيْدٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَخَلَتْ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ قَالَ الزُّهْرِيُّ ذَلِكَ أَنْ لَا يَتَّكِلَ رَجُلٌ وَلَا يَيْأَسَ رَجُلٌ

    (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya) [Az Zuhri] berkata: dan telah menceritakan kepadaku [Humaid] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Ada seorang wanita yang masuk ke dalam neraka karena seekor kucing yang diikatnya, ia tidak memberinya makan dan tidak juga melepaskannya agar bisa makan tetumbuhan atau binatang bumi hingga kucing tersebut meninggal." Az Zuhri berkata: "yang demikan itu agar seseorang tidak berlepas diri (dengan amalannya) dan tidak juga berputus asa."

  9. Musnad Ahmad #7329
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَ الْحُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَالْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِيُّ جَالِسٌ فَقَالَ الْأَقْرَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنْ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ إِنْسَانًا مِنْهُمْ قَطُّ قَالَ فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] telah menceritakan kepadaku [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], dia berkata: bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam mencium Al Husain bin Ali radliallahu 'anhuma, sedang Al Aqro` bin Habis At Tamimi yang waktu itu duduk langsung berkata: "Wahai Rasulullah, Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak dan aku tidak penah mencium salah seorang dari mereka." Berkata: lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam memandang kearahnya seraya bersabda: "Sesungguhnya orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi."

  10. Musnad Ahmad #7330
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ أُمَّ هَانِئٍ بِنْتَ أَبِي طَالِبٍ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ كَبِرْتُ وَلِي عِيَالٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ نِسَاءُ قُرَيْشٍ أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِي صِغَرِهِ وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَلَمْ تَرْكَبْ مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ بَعِيرًا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ إِلَّا قَوْلَهُ وَلَمْ تَرْكَبْ مَرْيَمُ بَعِيرًا

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah], dia berkata: bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam pernah meminang Ummu Hani` binti Abu Thalib, maka ia berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya saya telah tua dan saya memiliki anak-anak." Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sebaik-baik wanita yang berkendara adalah para wanita Quraisy, mereka sangat sayang anak ketika kecilnya dan sangat menjaga amanat dalam menjaga harta suaminya." Abu Hurairah berkata: "dan Maryam binti Imron tidak pernah mengendarai unta." Telah berbicara kepada kami [Abdurrazzaq], telah berbicara kepada kami [Ma'mar] dari [Ibnu Thawus] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sebagaimana dalam hadits diatas, kecuali perkataan Abu Hurairah: "dan Maryam tidak pernah mengendarai seekor unta."