Musnad Ahmad مسند أحمد

5291–5300 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #5291
    Detail

    حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا وَرْقَاءُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْقَزَعِ فِي الرَّأْسِ

    Telah menceritakan kepada kami [Aliy bin Hafsh] Telah menceritakan kepada kami [Warqaa`] dari [Abdillah bin Dinaar] dari [Ibnu Umar], Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melarang memangkas sebagian rambut di kepala dan membiarkan sebagian lain (Qoza').

  2. Musnad Ahmad #5292
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطِيعٍ فَقَالَ مَرْحَبًا بِأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ ضَعُوا لَهُ وِسَادَةً فَقَالَ إِنَّمَا جِئْتُكَ لِأُحَدِّثَكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَعَ يَدًا مَنْ طَاعَةِ اللَّهِ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَهُوَ مَفَارِقٌ لِلْجَمَاعَةِ فَإِنَّهُ يَمُوتُ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

    Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik] Telah menceritakan kepada kami [Hisyaam yakni Ibnu Sa'd] dari [Zaid bin Aslam] dari [bapaknya], dia berkata: "Saya mengunjungi Abdullah bin Muthi' bersama Ibnu Umar. Dia berkata: 'Selamat datang wahai Abu Abdurrahmaan, berilah bantal untuknya.' Ibnu Umar lantas berkata: 'Saya mengunjungimu hanya untuk menyampaikan sebuah hadits yang saya dengar dari RasulullahShallallahu'alaihi wasallam Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: 'Barangsiapa yang menarik tangannya (keluar dari kepemimpinan muslimin) yang taat kepada Allah, dia akan datang pada hari kiamat dengan tidak memiliki alasan, dan barangsiapa mati dengan memisahkan diri dari jamaah (muslimin), maka dia mati dalam keadaan jahiliyah.'"

  3. Musnad Ahmad #5293
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ قَيْسٍ الْمَأْرِبِيُّ حَدَّثَنَا ثُمَامَةُ بْنُ شَرَاحِيلَ قَالَ خَرَجْتُ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَقُلْنَا مَا صَلَاةُ الْمُسَافِرِ فَقَالَ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ إِلَّا صَلَاةَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثًا قُلْتُ أَرَأَيْتَ إِنْ كُنَّا بِذِي الْمَجَازِ قَالَ وَمَا ذُو الْمَجَازِ قُلْتُ مَكَانًا نَجْتَمِعُ فِيهِ وَنَبِيعُ فِيهِ وَنَمْكُثُ عِشْرِينَ لَيْلَةً أَوْ خَمْسَ عَشْرَةَ لَيْلَةً قَالَ يَا أَيُّهَا الرَّجُلُ كُنْتُ بِأَذْرَبِيجَانَ لَا أَدْرِي قَالَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ أَوْ شَهْرَيْنِ فَرَأَيْتُهُمْ يُصَلُّونَهَا رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ وَرَأَيْتُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُصْبَ عَيْنِي يُصَلِّيهِمَا رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ نَزَعَ هَذِهِ الْآيَةَ { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ } حَتَّى فَرَغَ مِنْ الْآيَةِ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Qais Al-Ma`ribiy] Telah menceritakan kepada kami [Tsumamah bin Syarahil] dia berkata: saya mengunjungi Ibnu Umar kemudian kami bertanya, "Bagaimanakah shalat seorang musafir?" Ibnu Umar menjawab, "Yaitu dua rakaat dua rakaat kecuali shalat Maghrib, ia tiga (rakaat)." Saya bertanya, "Bagaimana pendapatmu jika kita berada di Dzil Majaz?" dia menjawab, "Apa itu Dzul majaz?" saya menjawab, "Sebuah tempat yang kami gunakan untuk berkumpul, berjual beli dan bermalam selama duapuluh atau lima belas hari." Dia berkata: "Wahai sobat, saya berada di Azerbaijan, saya tidak ingat empat bulan atau dua bulan -sang perawi ragu masa harinya– saya lihat mereka shalat dua rakaat dua rakaat, dan saya melihat Nabi Shallallahu'alaihi wasallam di depan mata saya sendiri, beliau shalat dua rakaat dua rakaat." kemudian dia membacakan ayat ini "LAQAD KAANA LAKUM FI RASULILLAAHI USWATUN HASANAH" (sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik.

  4. Musnad Ahmad #5294
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ سَمِعْتُ سَالِمًا يَقُولُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَأَيْتُهُ عِنْدَ الْكَعْبَةِ مِمَّا يَلِي الْمَقَامَ رَجُلٌ آدَمُ سَبْطُ الرَّأْسِ وَاضِعًا يَدَهُ عَلَى رَجُلَيْنِ يَسْكُبُ رَأْسُهُ أَوْ يَقْطُرُ فَسَأَلْتُ مَنْ هَذَا فَقِيلَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ أَوْ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَ ثُمَّ رَأَيْتُ وَرَاءَهُ رَجُلًا أَحْمَرَ جَعْدَ الرَّأْسِ أَعْوَرَ عَيْنِ الْيُمْنَى أَشْبَهُ مَنْ رَأَيْتُ مِنْهُ ابْنُ قَطَنٍ فَسَأَلْتُ مَنْ هَذَا فَقِيلَ الْمَسِيحُ الدَّجَّالُ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah menceritakan kepada kami Handhalah bin Abi Sufyan saya telah mendengar [Salim] berkata: dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya melihat orang itu di sisi Ka'bah dekat Maqam Ibrahim, seorang laki-laki dengan kulit sawo matang, rambutnya lurus, dia meletakkan kedua tangannya di atas pundak dua orang laki-laki, sedang rambutnya basah meneteskan air. Kemudian saya bertanya: 'Siapakah orang ini?' Lalu ada jawaban: 'Itu adalah Isa bin Maryam' atau 'Al Masih bin Maryam.' -Aku (perawi) tidak ingat yang manakah itu.-" Beliau berkata lagi: "Kemudian saya melihat di belakangnya seorang laki-laki berkulit kemerah-merahan, keriting rambutnya dan buta mata kanannya seperti orang yang pernah saya lihat yaitu Ibnu Qathan. Kemudian saya bertanya: 'Siapakah orang ini?' Lalu ada jawaban: "Itu Al Masih Ad Dajjaal.'"

  5. Musnad Ahmad #5295
    Detail

    حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي سَمِعْتُ يُونُسَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أُتِيتُ وَأَنَا نَائِمٌ بِقَدَحٍ مِنْ لَبَنٍ فَشَرِبْتُ مِنْهُ حَتَّى جَعَلَ اللَّبَنُ يَخْرُجُ مِنْ أَظْفَارِي ثُمَّ نَاوَلْتُ فَضْلِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا أَوَّلْتَهُ قَالَ الْعِلْمُ

    Telah menceritakan kepada kami Wahab bin Jarir telah menceritakan kepadaku bapakku, saya mendengar [Yunus] dari [Zuhri] dari [Hamzah bin Abdillah bin Umar] dari [bapaknya], dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saat tidur aku didatangi seseorang membawa segelas susu lalu aku pun meminumnya sampai-sampai susu itu keluar dari kuku-kuku jariku. kemudian aku berikan sisanya kepada Umar bin Khaththab." Maka dia (Umar bin Khaththab) pun bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang engkau ta'wilkan dari mimpi itu?" Beliau menjawab: "Itulah Ilmu."

  6. Musnad Ahmad #5296
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كُنْتُ أَبِيعُ الْإِبِلَ بِالْبَقِيعِ فَأَبِيعُ بِالدَّنَانِيرِ وَآخُذُ الدَّرَاهِمَ وَأَبِيعُ بِالدَّرَاهِمِ وَآخُذُ الدَّنَانِيرَ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يَدْخُلَ حُجْرَتَهُ فَأَخَذْتُ بِثَوْبِهِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ إِذَا أَخَذْتَ وَاحِدًا مِنْهُمَا بِالْآخَرِ فَلَا يُفَارِقَنَّكَ وَبَيْنَكَ وَبَيْنَهُ بَيْعٌ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Simak] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Umar] dia berkata: Saya menjual Unta di Baqi'. Lalu saya menjual dengan ukuran dirham, kemudian saya menerimanya dengan dinar (yang setara dirham yang saya tetapkan). Namun terkadang saya menjualnya dengan ukuran dinar, namun saya menerimanya dengan dirham (setara dinar yang saya tetapkan). Kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu'alaihi wasallam saat beliau hendak memasuki rumahnya, lalu saya tarik pakaiannya dan bertanya. Beliau menjawab, "Jika kamu menerima dengan salah satu mata uang itu, jangan pembeli meninggalkanmu, padahal antara kamu dan dia masih ada transaksi jual beli -boleh asalkan kontan (cash) –."

  7. Musnad Ahmad #5297
    Detail

    حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجَدَ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى مِنْ صَلَاةِ الظُّهْرِ فَرَأَى أَصْحَابُهُ أَنَّهُ قَرَأَ تَنْزِيلُ السَّجْدَةِ قَالَ وَلَمْ أَسْمَعْهُ مِنْ أَبِي مِجْلَزٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Haarun] telah mengabarkan kepada kami Sulaimaan At Taimiy dari [Abi Mijlaz], dari Ibnu Umar, bahwa Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tiba-tiba sujud di rakaat pertama shalat dhuhur. Para sahabat beranggapan bahwa beliau saat itu membaca surat as Sajadah. Ia berkata: aku tidak mendengarnya dari Abu Mijlaz.

  8. Musnad Ahmad #5298
    Detail

    حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى حِمَارٍ وَوَجْهُهُ قِبَلَ الْمَشْرِقِ تَطَوُّعًا

    Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Haarun] telah mengabarkan kepada kami [Sufyaan bin Sa'id] dari [Amru bin Yahya] dari [Sa'id bin Yasaar] dari [Ibnu Umar] dia berkata: saya melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam shalat sunat di atas keledai sementara wajah beliau menghadap ke arah timur.

  9. Musnad Ahmad #5299
    Detail

    حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ أَسْلَمَ غَيْلَانُ بْنُ سَلَمَةَ الثَّقَفِيُّ وَتَحْتَهُ عَشَرُ نِسْوَةٍ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَأَسْلَمْنَ مَعَهُ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَخْتَارَ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا

    Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin Abi Arubah] dari [Ma'mar] dari [Az-Zuhriy] dari [Saalim] dari [Ibnu Umar] dia berkata: Ghailaan bin Salamah Ats-Tsaqafi masuk Islam, sementara dia beristeri sepuluh orang wanita yang dinikahinya semasa jahiliyah, semuanya masuk Islam. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memerintahkannya untuk memilih empat orang.

  10. Musnad Ahmad #5300
    Detail

    حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كُنْتُ أَبِيعُ الْإِبِلَ بِالْبَقِيعِ فَأَبِيعُ بِالدَّنَانِيرِ وَآخُذُ مَكَانَهَا الْوَرِقَ وَأَبِيعُ بِالْوَرِقِ فَآخُذُ مَكَانَهَا الدَّنَانِيرَ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدْتُهُ خَارِجًا مِنْ بَيْتِ حَفْصَةَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ لَا بَأْسَ بِهِ بِالْقِيمَةِ

    Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Hammaad bin Salamah] dari [Simaak bin Harb] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Umar] dia berkata: Saya menjual unta di Baqi', terkadang saya menjualnya dengan mata uang dinar dan saya menerimanya dengan perak (yang setara dengan dinar yang saya tetapkan). Namun terkadang saya menjualnya dengan mata uang perak dan saya menerimanya dengan dinar (yang setara dengan perak yang saya tetapkan). Lalu kutemui nabi shallallahu'alaihi wasallam. Kutemui beliau sedang keluar dari rumah Hafshah. Masalahku kusampaikan kepadanya, dan beliau menjawab 'Tidak masalah asalkan setara".