Musnad Ahmad مسند أحمد

5281–5290 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #5281
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ أَخْبَرَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَاعَ نَخْلًا قَدْ أُبِّرَتْ فَثَمَرَتُهَا لِلْبَائِعِ وَمَنْ بَاعَ عَبْدًا لَهُ مَالٌ فَمَالُهُ لِلْبَائِعِ إِلَّا أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] telah mengabarkan kepada kami [Azh-Zhuhriy] dari [Salim] dari [Abdullah] dia berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menjual pohon kurma yang telah berbuah maka buahnya milik si penjual. Dan barangsiapa yang menjual seorang budak yang mempunyai harta, maka hartanya adalah milik si penjual kecuali si pembeli mensyaratkannya."

  2. Musnad Ahmad #5282
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطُّفَاوِيُّ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتُلُ الْمُحْرِمُ خَمْسًا الْحُدَيَّا وَالْغُرَابَ وَالْفَأْرَةَ وَالْعَقْرَبَ وَالْكَلْبَ الْعَقُورَ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdurrahman Ath-Thufawiy] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Naafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Seorang Muhrim (yang melakukan ihram) boleh membunuh lima (jenis binatang) yaitu, rajawali, burung gagak, tikus, kalajengking dan anjing buas."

  3. Musnad Ahmad #5283
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مُهَلُّ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ وَمُهَلُّ أَهْلِ الشَّأْمِ مِنْ الْجُحْفَةِ وَمُهَلُّ أَهْلِ نَجْدٍ قَرْنٌ فَقَالَ النَّاسُ مُهَلُّ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ يَلَمْلَمَ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Naafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa dia telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Mahall (miqat, tempat mulai membaca talbiyah dan bertekad haji) bagi penduduk Madinah adalah dari Dzul Hulaifah, dan Mahall bagi penduduk Syam dari Al-Juhfah, dan Mahall untuk penduduk Najd adalah Qarn." Maka orang-orang berkata: "Mahall penduduk Yaman adalah dari Yalamlam."

  4. Musnad Ahmad #5284
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَطَعَ فِي مِجَنٍّ ثَمَنُهُ ثَلَاثَةُ دَرَاهِمَ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Naafi'] dari [Ibnu Umar] Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menetapkan kepastian harga baju besi seharga tiga Dirham.

  5. Musnad Ahmad #5285
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ أَتَشٍ أَخْبَرَنِي النُّعْمَانُ بْنُ الزُّبَيْرِ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ سَلْمَانَ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ صَنْعَاءَ قَالَ كُنَّا بِمَكَّةَ فَجَلَسْنَا إِلَى عَطَاءٍ الْخُرَاسَانِيِّ إِلَى جَنْبِ جِدَارِ الْمَسْجِدِ فَلَمْ نَسْأَلْهُ وَلَمْ يُحَدِّثْنَا قَالَ ثُمَّ جَلَسْنَا إِلَى ابْنِ عُمَرَ مِثْلَ مَجْلِسِكُمْ هَذَا فَلَمْ نَسْأَلْهُ وَلَمْ يُحَدِّثْنَا قَالَ فَقَالَ مَا بَالُكُمْ لَا تَتَكَلَّمُونَ وَلَا تَذْكُرُونَ اللَّهَ قُولُوا اللَّهُ أَكْبَرُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ بِوَاحِدَةٍ عَشْرًا وَبِعَشْرٍ مِائَةً مَنْ زَادَ زَادَهُ اللَّهُ وَمَنْ سَكَتَ غَفَرَ لَهُ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَمْسٍ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا بَلَى قَالَ مَنْ حَالَتْ شَفَاعَتُهُ دُونَ حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ فَهُوَ مُضَادُّ اللَّهِ فِي أَمْرِهِ وَمَنْ أَعَانَ عَلَى خُصُومَةٍ بِغَيْرِ حَقٍّ فَهُوَ مُسْتَظِلٌّ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَتْرُكَ وَمَنْ قَفَا مُؤْمِنًا أَوْ مُؤْمِنَةً حَبَسَهُ اللَّهُ فِي رَدْغَةِ الْخَبَالِ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ وَمَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ أُخِذَ لِصَاحِبِهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَا دِينَارَ ثَمَّ وَلَا دِرْهَمَ وَرَكْعَتَا الْفَجْرِ حَافِظُوا عَلَيْهِمَا فَإِنَّهُمَا مِنْ الْفَضَائِلِ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Hasan bin Atasy] telah mengabarkan kepada kami [An-Nu'man bin Zubair] dari [Ayub bin Salmaan], seorang laki-laki penduduk Shan'a berkata: Kami berada di Makkah kemudian duduk bersama Athaa` Al-Khuraasaniy di samping dinding masjid. Kami tidak bertanya kepadanya dan dia pun tidak menceritakan (hadis) kepada kami. Dia (Ayub bin Salmaan) berkata: "Kemudian kami duduk di sisi Ibnu Umar sebagaimana majlis kalian ini, namun kami belum bertanya kepadanya dan dia pun tidak menceritakan (hadits) kepada kami." Dia (Ayyub) berkata lagi, "Maka Ibnu Umar berkata: 'Kenapa kalian tidak berbicara dan tidak pula berdzikir kepada Allah, katakanlah, ALLAAHU AKBAR WAL HAMDULILLAH WA SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI. Sekali (membacanya mendapat) sepuluh (ganjaran) dan (bila) sepuluh kali (membacanya maka) seratus (ganjaran). Barangsiapa yang menambahnya, Allah menambahkan baginya. Dan barangsiapa yang diam (berhenti di situ), Dia akan mengampuninya. Maukah kalian aku kabarkan lima hal yang saya dengar dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam?"Mau.", jawab mereka. Maka Ibnu Umar berkata: "Barangsiapa yang pembelaannya digunakan untuk menghalang-halangi hukum Allah, berarti ia melawan Allah dalam perintah-Nya.Barangsiapa yang membela mengalahkan pertengkaran dengan cara tidak benar, maka dia bernaung di bawah kemurkaan Allah sampai dia meninggalkannya. Barangsiapa yang menuduh seorang mukmin atau mukminah berbuat zina, Allah memenjaranya dalam Radghatil khibal, yaitu lumpur membinasakan yang mengalir dari kulit penduduk neraka. Barangsiapa yang mati sementara dia memiliki hutang, akan diambil dari kebaikannya untuk (diberikan kepada) temannya (yang memberikan piutang), bukan diambil dinar atau dirhamnya. Dan (mengenai) dua rakaat shalat fajar, jagalah untuk selalu menunaikannya, karena sungguh keduanya diantara amalan utama."

  6. Musnad Ahmad #5286
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ أَتَشٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ خَرَجَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُرِيدُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَى عَلَى عُطَارِدٍ رَجُلٍ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ وَهُوَ يُقِيمُ حُلَّةً مِنْ حَرِيرٍ يَبِيعُهَا فَأَتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ عُطَارِدًا يَبِيعُ حُلَّتَهُ فَاشْتَرِيهَا تَلْبَسْهَا إِذَا أَتَاكَ وُفُودُ النَّاسِ فَقَالَ إِنَّمَا يَلْبَسُ الْحَرِيرَ مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Hasan bin Atasy] telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Sulaiman] dari [Hisyam bin Hassan] dari [Ibnu Sirin] dari [Ibnu Umar] dia berkata: Umar bin Khaththab Radliyallahu'anhu ingin bertemu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Maka dia mendatangi Utharid, seorang laki-laki Bani Tamim yang sedang membuat pakaian dari sutera untuk dijual. Umar lantas menghadap Nabi Shallallahu'alaihi wasallam dan berkata: "Wahai Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam saya melihat Utharid sedang menjual pakaian yang terbuat dari sutera, maka belilah pakaian itu untuk tuan pakai saat utusan-utusan kaum mendatangi tuan. Beliau bersabda: "Orang yang memakainya sekarang, hanyalah orang yang tidak mendapatkan bagian di akherat.'"

  7. Musnad Ahmad #5287
    Detail

    حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ سَلَّامٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُوقَةَ سَمِعْتُ أَبَا جَعْفَرٍ يَقُولُ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ إِذَا سَمِعَ مِنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا أَوْ شَهِدَ مَعَهُ مَشْهَدًا لَمْ يُقَصِّرْ دُونَهُ أَوْ يَعْدُوهُ قَالَ فَبَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ وَعُبَيْدُ بْنُ عُمَيْرٍ يَقُصُّ عَلَى أَهْلِ مَكَّةَ إِذْ قَالَ عُبَيْدُ بْنُ عُمَيْرٍ مَثَلُ الْمُنَافِقِ كَمَثَلِ الشَّاةِ بَيْنَ الْغَنَمَيْنِ إِنْ أَقْبَلَتْ إِلَى هَذِهِ الْغَنَمِ نَطَحَتْهَا وَإِنْ أَقْبَلَتْ إِلَى هَذِهِ نَطَحَتْهَا فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ لَيْسَ هَكَذَا فَغَضِبَ عُبَيْدُ بْنُ عُمَيْرٍ وَفِي الْمَجْلِسِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَفْوَانَ فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ كَيْفَ قَالَ رَحِمَكَ اللَّهُ فَقَالَ قَالَ مَثَلُ الْمُنَافِقِ مَثَلُ الشَّاةِ بَيْنَ الرَّبِيضَيْنِ إِنْ أَقْبَلَتْ إِلَى ذَا الرَّبِيضِ نَطَحَتْهَا وَإِنْ أَقْبَلَتْ إِلَى ذَا الرَّبِيضِ نَطَحَتْهَا فَقَالَ لَهُ رَحِمَكَ اللَّهُ هُمَا وَاحِدٌ قَالَ كَذَا سَمِعْتُ

    Telah menceritakan kepada kami [Mush'ab bin Sallaam] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Suqah] saya mendengar [Abu Ja'far] berkata: adalah Ibnu Umar jika mendengar sesuatu dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam atau mengikuti sebuah peristiwa bersama beliau, beliau tidak pernah mengurangi atau menambah-nambahi dari yang semestinya. Ibnu Umar berkata: Maka ketika dia sedang duduk dan Ubaid bin Umair sedang mengisahkan sebuah peristiwa kepada penduduk Makkah, Ubaid bin Umair berkata: "Perumpamaan orang munafik adalah seperti seekor domba di antara dua kambing-dengan redaksi ghanamaini–, jika dia mendatangi kambing yang ini akan ditanduknya, dan ketika mendatangi kambing yang itu maka akan ditanduknya pula." Lalu Abdullah Ibnu Umar berkata: "Tidak seperti ini." Ubaid bin Umair marah. Kebetulan dalam majelis itu ada Abdullah bin Shafwan, maka dia berkata: "Wahai Abu Abdurrahman bagaimana beliau berkata? Semoga Allah merahmati kamu." kemudian (Ibnu Umar) berkata: Beliau bersabda: "Perumpamaan orang munafik adalah seperti seekor kambing yang berada di antara Ar-Rabidloin (dua kambing yang sedang menderum) -Ibnu Umar merevisi kata ghanamaini menjadi rabidhaini– jika dia mendatangi kambing yang satu ia ditanduk dan jika dia mendatangi kambing yang lain juga akan ditanduk pula." Maka (Abdullah bin Shafwan) berkata kepadanya, "Semoga Allah merahmati kamu, keduanya maknanya satu." Dia (Ibnu Umar) berkata: "Maaf, saya hanya mendengar dengan redaksi itu."

  8. Musnad Ahmad #5288
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكٍ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْبَيْتِ وَسَيَأْتِي مَنْ يَنْهَاكُمْ عَنْهُ فَتَسْمَعُونَ مِنْهُ قَالَ يَعْنِي ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ وَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ جَالِسًا قَرِيبًا مِنْهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simaak] saya mendengar [Ibnu Umar] berkata: " Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam sedang shalat di suatu di rumah, dan akan datang seseorang yang akan melarang kalian tentangnya sehingga kalian bisa mendengar darinya." Dia (Ibnu Umar) berkata lagi, "Yaitu Ibnu Abbaas." Dia berkata: dan adalah Ibnu Abbas duduk didekatnya.

  9. Musnad Ahmad #5289
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ وَأَبُو سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْقَزَعِ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ وَهُوَ الرُّقْعَةُ فِي الرَّأْسِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] dan [Abu Sa'id] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mutsanna] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Dinaar] dari [Ibnu Umar] dia berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melarang Al-Qaza' kepala. Abdush Shamad berkata: bahwa (Al-Qaza') adalah mencukur sebagian rambut di kepala, dan membiarkan bagian lain tumbuh panjang.

  10. Musnad Ahmad #5290
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هَارُونُ الْأَهْوَازِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْمَغْرِبِ وِتْرُ صَلَاةِ النَّهَارِ فَأَوْتِرُوا صَلَاةَ اللَّيْلِ وَصَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى وَالْوَتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami Haarun Al Ahwaziy Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sirin] dari [Ibnu 'Umar] Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Shalat Maghrib merupakan witir untuk shalat siang hari, maka shalat witirlah untuk shalat malam. Dan shalat malam adalah dua-dua sedangkan witir adalah satu rakaat di akhir malam."