Musnad Ahmad مسند أحمد

4451–4460 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #4451
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ لَمَّا مَاتَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيٍّ جَاءَ ابْنُهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعْطِنِي قَمِيصَكَ حَتَّى أُكَفِّنَهُ فِيهِ وَصَلِّ عَلَيْهِ وَاسْتَغْفِرْ لَهُ فَأَعْطَاهُ قَمِيصَهُ وَقَالَ آذِنِّي بِهِ فَلَمَّا ذَهَبَ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهِ قَالَ يَعْنِي عُمَرَ قَدْ نَهَاكَ اللَّهُ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ فَقَالَ أَنَا بَيْنَ خِيرَتَيْنِ { اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ } فَصَلَّى عَلَيْهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا } قَالَ فَتُرِكَتْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمْ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] ia berkata: Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia, anaknya datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata: "Wahai Rasulullah, berikanlah gamismu hingga aku bisa mengkafaninya dengan gamis itu, shalatlahkanlah, dan mintakanlah ampun untuknya." Beliau lalu memberikan gamisnya dan bersabda: "Beritahukanlah kepadaku." Tatkala beliau hendak pergi untuk menshalatinya, Umar berkata: "Bukankah Allah telah melarangmu menshalati orang-orang munafik?" Maka beliau menjawab: "Aku berada di antara dua pilihan: (Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka) ' (Qs. At Taubah: 80). Beliau pun menshalatinya, lalu Allah Ta'ala menurunkan ayat: ' (Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka) ' (Qs. At Taubah: 84). Ibnu Umar berkata: "Setelah itu mereka (orang-orang munafik) tidak lagi dishalatkan.

  2. Musnad Ahmad #4452
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكَزَ الْحَرْبَةَ يُصَلِّي إِلَيْهَا

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah mengabarkan kepadaku [Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menancapkan tombak lalu shalat menghadap ke arahnya."

  3. Musnad Ahmad #4453
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيَّرَ اسْمَ عَاصِيَةَ قَالَ أَنْتِ جَمِيلَةُ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah mengabarkan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merubah nama 'Aashiyah (yang bermaksiat), beliau bersabda: "Namamu Jamilah (yang cantik)."

  4. Musnad Ahmad #4454
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي زَيْدٌ الْعَمِّىُّ عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَخَّصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ فِي الذَّيْلِ شِبْرًا فَاسْتَزَدْنَهُ فَزَادَهُنَّ شِبْرًا آخَرَ فَجَعَلْنَهُ ذِرَاعًا فَكُنَّ يُرْسِلْنَ إِلَيْنَا نَذْرَعُ لَهُنَّ ذِرَاعًا

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Zaid Al 'Ammi] dari [Abu Ash Shiddiq] dari [Ibnu Umar] ia mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membolehkan kepada Ummahatul Mukminin memanjangkan kain bawah satu jengkal, namun mereka minta tambahan satu jengkal lagi, beliau pun menambahkan satu jengkal lagi kepada mereka. Maka mereka menjadikannya satu hasta, lalu mereka mengutus seseorang kepada kami lalu kami pun mengukur satu hasta bagi mereka."

  5. Musnad Ahmad #4455
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ ابْنِ أَبِي رَوَّادٍ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ فَحَكَّهَا وَخَلَّقَ مَكَانَهَا

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Abu Rawwad] telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat dahak di arah kiblat masjid, lalu beliau menggosoknya dan mengharumkan tempatnya."

  6. Musnad Ahmad #4456
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَلَا يَنْتَجِي اثْنَانِ دُونَ صَاحِبِهِمَا قَالَ قُلْنَا فَإِنْ كَانُوا أَرْبَعًا قَالَ فَلَا يَضُرُّ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang berbisik-bisik tanpa menyertakan temannya." Ibnu Umar melanjutkan, "Kami tanyakan, 'Bagaimana jika mereka berempat? ' Beliau menjawab: "Tidak masalah."

  7. Musnad Ahmad #4457
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ أَبِي رَوَّادٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَدَعُ أَنْ يَسْتَلِمَ الْحَجَرَ وَالرُّكْنَ الْيَمَانِي فِي كُلِّ طَوَافٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Abu Rawwad] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan beristilam (mencium, menyentuh atau berisyarat) kepada hajar aswad dan rukun Yamani setiap melakukan thawaf."

  8. Musnad Ahmad #4458
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي ابْنُ دِينَارٍ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَحَدُكُمْ قَالَ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Ibnu Dinar]: Aku mendengar [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika salah seorang dari kalian memanggil saudaranya dengan panggilan 'Hai, kafir', sungguh, ucapan itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya."

  9. Musnad Ahmad #4459
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي لَبِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَغْلِبَنَّكُمْ الْأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلَاتِكُمْ فَإِنَّهَا الْعِشَاءُ إِنَّمَا يَدْعُونَهَا الْعَتَمَةَ لِإِعْتَامِهِمْ بِالْإِبِلِ لِحِلَابِهَا

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abu Labid] dari [Abu Salamah] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jangan sekali-kali orang-orang bandui mengalahkan kalian atas nama shalat kalian, sesungguhnya itu adalah Isya', mereka menyebutnya dengan Al Atamah (malam) karena mereka memerah susu unta mereka di waktu malam."

  10. Musnad Ahmad #4460
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ حُسَيْنٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ مَوْلَى مَيْمُونَةَ قَالَ أَتَيْتُ عَلَى ابْنِ عُمَرَ وَهُوَ بِالْبَلَاطِ وَالْقَوْمُ يُصَلُّونَ فِي الْمَسْجِدِ قُلْتُ مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تُصَلِّيَ مَعَ النَّاسِ أَوْ الْقَوْمِ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُصَلُّوا صَلَاةً فِي يَوْمٍ مَرَّتَيْنِ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Husain] telah menceritakan kepada kami [Amru bin Syu'aib] telah menceritakan kepadaku [Sulaiman] mantan budak Maimunah. Ia berkata: "Aku pernah datang menemui [Ibnu Umar] yang sedang duduk di lantai padahal orang-orang sedang shalat berjama'ah di masjid. Aku pun bertanya kepadanya, "Apa yang menghalangimu untuk shalat bersama orang-orang itu?" Ia menjawab, "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kamu melakukan (satu) shalat dua kali dalam sehari."