Musnad Ahmad مسند أحمد

4331–4340 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #4331
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ كَيْفَ يُصَلَّى بِاللَّيْلِ قَالَ لِيُصَلِّ أَحَدُكُمْ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ الصُّبْحَ فَلْيُوتِرْ بِوَاحِدَةٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ayahnya] ia berkata: "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya bagaimana melakukan shalat malam. Beliau menjawab: "Hendaklah salah seorang dari kalian shalat dua rakaat dua rakaat, namun apabila ia khawatir masuk waktu Shubuh, maka shalat witirlah satu rakaat."

  2. Musnad Ahmad #4332
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْوَلَاءِ وَعَنْ هِبَتِهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Dinar] ia mendengar [Ibnu Umar] mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menjual wala` dan menghadiahkannya."

  3. Musnad Ahmad #4333
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَدْخُلُوا عَلَى هَؤُلَاءِ الْقَوْمِ الَّذِينَ عُذِّبُوا إِلَّا أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا بَاكِينَ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِمْ فَإِنِّي أَخَافُ أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَهُمْ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Janganlah kalian memasuki tempat suatu kaum yang diadzab kecuali jika kalian menangis (sedih), jika kalian tidak bisa menangis maka janganlah kalian memasukinya, karena aku khawatir ia akan menimpa kalian seperti apa yang telah menimpa mereka."

  4. Musnad Ahmad #4334
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الضَّبِّ فَقَالَ لَا آكُلُهُ وَلَا أُحَرِّمُهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar], "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya tentang dlab (sejenis biawak), beliau pun menjawab: "Aku tidak memakannya namun aku tidak mengharamkannya."

  5. Musnad Ahmad #4335
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ سَمِعْتُهُ مِنِ ابْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكَ الْيَهُودِيُّ فَإِنَّمَا يَقُولُ السَّامُ عَلَيْكَ فَقُلْ وَعَلَيْكَ وَقَالَ مَرَّةً إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ الْيَهُودُ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ فَإِنَّهُمْ يَقُولُونَ السَّامُ عَلَيْكُمْ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan]: Aku mendengarnya dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika ada orang Yahudi mengucapkan salam kepadamu, maka sesungguhnya yang ia ucapkan adalah: ASSAAMU 'ALAIKA (semoga kecelakaan menimpa kalian), maka jawablah: WA 'ALAIKA (dan atas kamu)." Sekali waktu beliau mengatakan: "Jika ada orang Yahudi mengucapkan salam kepada kalian, maka jawablah: WA'ALAIKUM, (dan atas kalian), karena sesungguhnya yang mereka ucapkan ialah: ASSAAMU 'ALAIKUM (semoga kecelakaan menimpa kalian)."

  6. Musnad Ahmad #4336
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَلَا يَتَنَاجَ اثْنَانِ دُونَ الثَّالِثِ وَقَالَ مَرَّةً إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَنَاجَى الرَّجُلَانِ دُونَ الثَّالِثِ إِذَا كَانُوا ثَلَاثَةً

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Apabila kalian bertiga maka janganlah dua orang berbisik tanpa menyertakan yang ketiga." Sekali waktu ia menyebutkan, "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dua orang berbisik-bisik tanpa menyertakan yang ketiga, apabila mereka bertiga."

  7. Musnad Ahmad #4337
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَايِعُ عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ ثُمَّ يَقُولُ فِيمَا اسْتَطَعْتَ وَقَالَ مَرَّةً فَيُلَقِّنُ أَحَدَنَا فِيمَا اسْتَطَعْتَ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] ia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membai'at (janji setia) untuk selalu mendengar dan taat, kemudian beliau mengatakan: "Semampu kamu." Sekali waktu ia menyebutkan, "Lalu beliau membisikkan kepada salah seorang dari kami: "Semampu kamu."

  8. Musnad Ahmad #4338
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ يَكُونَ بَيْعَ خِيَارٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah bin Dinar] ia berkata: Aku mendengar [Abdullah bin Umar] ia berkata: "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar (hak pilih) selama mereka belum berpisah." Atau, "Jual beli khiyar (tawar menawar)."

  9. Musnad Ahmad #4339
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ ابْنَ ابْنِهِ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ وَاقِدٍ يَا بُنَيَّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ خُيَلَاءَ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Zaid bin Aslam], cucunya Abdullah bin Waqid mendengar [Ibnu Umar], "Hai anakku, Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'azza wajalla tidak akan melihat kepada orang yang menujulurkan kainnya karena sombong."

  10. Musnad Ahmad #4340
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسْجِدَ بَنِي عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ مَسْجِدَ قُبَاءَ يُصَلِّي فِيهِ فَدَخَلَتْ عَلَيْهِ رِجَالُ الْأَنْصَارِ يُسَلِّمُونَ عَلَيْهِ وَدَخَلَ مَعَهُ صُهَيْبٌ فَسَأَلْتُ صُهَيْبًا كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ إِذَا سُلِّمَ عَلَيْهِ قَالَ يُشِيرُ بِيَدِهِ قَالَ سُفْيَانُ قُلْتُ لِرَجُلٍ سَلْ زَيْدًا أَسَمِعْتَهُ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ وَهِبْتُ أَنَا أَنْ أَسْأَلَهُ فَقَالَ يَا أَبَا أُسَامَةَ سَمِعْتَهُ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَمَّا أَنَا فَقَدْ رَأَيْتُهُ فَكَلَّمْتُهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Zaid bin Aslam] dari [Abdullah bin Umar], "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah masuk masjid bani Amru bin 'Auf, yakni masjid Quba` dan shalat di dalamnya. Lalu beberapa orang Anshar masuk dan mengucapkan salam kepada beliau. Beliau masuk masjid bersama Shuhaib, maka aku pun menanyai kepada Shuhaib, "Jika ada seseorang yang mengucapkan salam kepada beliau di saat shalat, bagaimana yang beliau lakukan?" Shuhaib menjawab, "Beliau memberi isyarat dengan tangannya." Sufyan berkata: "Aku menyuruh seseorang 'Tanyakan kepada Zaid, 'Apakah benar engkau mendengarnya dari Abdullah?, sebab aku takut menanyakan padanya. Maka ia pun berkata: "Wahai Abu Usamah, apakah engkau mendengarnya dari Abdullah bin Umar?" Ia menjawab, "Sungguh, aku telah melihat serta menanyakannya."