Musnad Ahmad مسند أحمد

4301–4310 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #4301
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْتَرَ عَلَى الْبَعِيرِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Abu Bakr bin Umar] dari [Sa'id bin Yasar] dari [Ibnu Umar], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melakukan shalat witir di atas unta."

  2. Musnad Ahmad #4302
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ تَلَقِّي السِّلَعِ حَتَّى يُهْبَطَ بِهَا الْأَسْوَاقُ وَنَهَى عَنْ النَّجْشِ وَقَالَ لَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menghentikan barang dagangan hingga diturunkan di pasar, beliau juga melarang najasy (menambah harga untuk menipu yang lain), beliau bersabda: "Janganlah sebagian kalian menjual di atas penjualan sebagian lain."

  3. Musnad Ahmad #4303
    Detail

    وَكَانَ إِذَا عَجَّلَ بِهِ السَّيْرُ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ

    Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari [Ibnu Umar]: Dan apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tergesa-gesa dalam perjalanannya, beliau menjama' shalat Maghrib dan Isya`."

  4. Musnad Ahmad #4304
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَطَعَ نَخْلَ بَنِي النَّضِيرِ وَحَرَّقَ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Musa bin Uqbah] dari [Nafi] dari [Ibnu Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menebang pohon kurma milik bani Nadlir dan membakarnya."

  5. Musnad Ahmad #4305
    Detail

    حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِنًى رَكْعَتَيْنِ

    Telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] dari [Al Auza'i] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] ia berkata: "Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Mina dua rakaat."

  6. Musnad Ahmad #4306
    Detail

    حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ حَدَّثَنِي الْمُطَّلِبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْطَبٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَتَوَضَّأُ ثَلَاثًا ثَلَاثًا وَيُسْنِدُ ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah menceritakan kepada kami [Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepada kami [Al Muththalib bin Abdullah bin Hanthab] bahwa [Ibnu Umar] berwudlu tiga kali-tiga kali, dan ia menyandarkan hal itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

  7. Musnad Ahmad #4307
    Detail

    حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ سَمِعَ صَوْتَ زَمَّارَةِ رَاعٍ فَوَضَعَ أُصْبُعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ وَعَدَلَ رَاحِلَتَهُ عَنْ الطَّرِيقِ وَهُوَ يَقُولُ يَا نَافِعُ أَتَسْمَعُ فَأَقُولُ نَعَمْ فَيَمْضِي حَتَّى قُلْتُ لَا فَوَضَعَ يَدَيْهِ وَأَعَادَ رَاحِلَتَهُ إِلَى الطَّرِيقِ وَقَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعَ صَوْتَ زَمَّارَةِ رَاعٍ فَصَنَعَ مِثْلَ هَذَا

    Telah menceritakan kepada kami [Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abdul Aziz] dari [Sulaiman bin Musa] dari [Nafi'] mantan budak Ibnu Umar, bahwa [Ibnu Umar] pernah mendengar suara seruling penggembala, ia pun menutup telinganya dengan jarinya dan membelokkan arah kendaraannya dari jalan. Ia lalu bertanya, "Wahai Nafi', apakah engkau masih mendengarnya?" Aku pun menjawab, "Masih." Ibnu Umar pun berjalan lagi hingga aku mengatakan, "Tidak dengar." Maka ia pun melepas kedua tangannya dan mengembalikan kendaraannya pada jalan semula. Kemudian ia mengatakan, "Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mendengar suara seruling penggembala, beliau berbuat seperti ini."

  8. Musnad Ahmad #4308
    Detail

    حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ أَنَّ يَحْيَى بْنَ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا قِلَابَةَ حَدَّثَهُ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تَخْرُجُ نَارٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ أَوْ بِحَضْرَمَوْتَ فَتَسُوقُ النَّاسَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَأْمُرُنَا قَالَ عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ

    Telah menceritakan kepada kami [Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] bahwa [Yahya bin Abu Katsir] telah menceritakan kepadanya bahwa [Abu Qilabah] telah menyampaikan kepadanya dari [Salim bin Abdullah] dari [Abdullah bin Umar] ia berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan ada api keluar dari Hadlramaut." Atau, "Di Hadlramaut, lalu ia akan menggiring manusia." Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami?" Beliau menjawab: "Hendaklah kalian tetap berada di Syam."

  9. Musnad Ahmad #4309
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ جَدِّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] telah menceritakan kepadaku [Abu Bakr bin Ubaidullah bin Umar] dari [Kakeknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan apabila minum hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. Karena sesungguhnya setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya."

  10. Musnad Ahmad #4310
    Detail

    حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ مِنْ الثِّيَابِ وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً مَا يَتْرُكُ الْمُحْرِمُ مِنْ الثِّيَابِ فَقَالَ لَا يَلْبَسُ الْقَمِيصَ وَلَا الْبُرْنُسَ وَلَا السَّرَاوِيلَ وَلَا الْعِمَامَةَ وَلَا ثَوْبًا مَسَّهُ الْوَرْسُ وَلَا الزَّعْفَرَانُ وَلَا الْخُفَّيْنِ إِلَّا لِمَنْ لَا يَجِدُ نَعْلَيْنِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ النَّعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ الْخُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا حَتَّى يَكُونَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ

    Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ayahnya] ia berkata: "Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Pakaian apa yang boleh dikenakan orang yang ihram?" Sekali waktu Sufyan menyebutkan, "Pakaian apa yang yang tidak boleh dikenakan orang yang ihram?" Beliau menjawab: "Ia tidak boleh mengenakan kemeja, burnus (kain yang dikaitkan pada kepala), celana panjang, imamah (surban yang dililitkan pada kepala). Atau kain yang diberi waras (wewangian) atau za'faran, dan khuf (semacam sepatu) kecuali bagi yang tidak mendapatkan sandal. Dan barangsiapa tidak mendapatkan sandal ia boleh menganakan khuf dengan syarat memotongnya hingga di bawah mata kaki."