Musnad Ahmad مسند أحمد

25031–25040 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #25031
    Detail

    حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ النَّوْمَ وَهُوَ يُصَلِّي فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ نَوْمُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ عَسَى أَنْ يَذْهَبَ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فَيَسُبُّ نَفْسَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad, yaitu Ibnu Salamah] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] bahwa Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian merasa mengantuk sementara ia sedang shalat, hendaknya ia tidur terlebih dahulu hingga rasa kantuknya hilang. Dikhawatirkan ketika salah seorang di antara kalian ingin meminta ampun kepada Allah, tapi justru mencela dirinya sendiri."

  2. Musnad Ahmad #25032
    Detail

    حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيَّ بَيْتِي فِي إِزَارٍ وَرِدَاءٍ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَبَسَطَ يَدَهُ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ فَأَيُّ عَبْدٍ مِنْ عِبَادِكَ شَتَمْتُ أَوْ آذَيْتُ فَلَا تُعَاقِبْنِي فِيهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Aisyah], bahwa Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam pernah menemuiku di rumahku dengan mengenakan kain dan selendang. Lalu beliau menghadap kiblat dan membentangkan tangannya kemudian berdo'a: ALLHUMMA INNAMAA ANA BASYARUN FA AYUU ABDIN MIN IBADIKA SYATAMTU AU AADZAITU FALAA TU 'AAQIBNI FIHI (Ya Allah, sesungguhnya aku adalah manusia, siapapun dari hamba-Mu yang pernah aku cela dan sakiti maka janganlah engkau tuntut aku)."

  3. Musnad Ahmad #25033
    Detail

    حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ الْهَادِ عَنْ عَمْرٍو عَنِ الْمُطَّلِبِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرٍ بَعَثَ إِلَى عَائِشَةَ بِنَفَقَةٍ وَكِسْوَةٍ فَقَالَتْ لِرَسُولِهِ يَا بُنَيَّ إِنِّي لَا أَقْبَلُ مِنْ أَحَدٍ شَيْئًا فَلَمَّا خَرَجَ قَالَتْ رُدُّوهُ عَلَيَّ فَرَدُّوهُ فَقَالَتْ إِنِّي ذَكَرْتُ شَيْئًا قَالَهُ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا عَائِشَةُ مَنْ أَعْطَاكِ عَطَاءً بِغَيْرِ مَسْأَلَةٍ فَاقْبَلِيهِ فَإِنَّمَا هُوَ رِزْقٌ عَرَضَهُ اللَّهُ لَكِ

    Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata: telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Yazid, yaitu Ibnu Al Had] dari [Amru] dari [Muthallib] bahwa Abdullah bin Amir pernah mengirim sedekah dan baju kepada Aisyah. Lalu Aisyah berkata kepada utusannya: "Wahai anakku! Sesungguhnya aku tidak menerima apapun dari seseorang." Tatkala ia hendak pergi, Aisyah berkata lagi kepadanya: "Kembalikan ia kepadaku." Ia berkata: "Sesungguhnya aku teringat dengan penuturan Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam kepadaku, beliau bersabda: 'Wahai Aisyah! Siapapun yang memberimu dengan suatu pemberian tanpa ada masalah maka terimalah. Karena itu adalah rizki yang Allah berikan kepadamu'."

  4. Musnad Ahmad #25034
    Detail

    حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنْ كَانَ لَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَإِنِّي لَمُعْتَرِضَةٌ بَيْنَ يَدَيْهِ اعْتِرَاضَ الْجِنَازَةِ حَتَّى إِذَا أَرَادَ أَنْ يُوتِرَ مَسَّنِي بِرِجْلِهِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ يُوتِرُ تَأَخَّرْتُ شَيْئًا مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata: telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Yazid, yaitu Ibnu Al Had] dari [Abdurrahman bin Al Qasim] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari [Aisyah] berkata: "Ketika Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam sedang shalat, saya terbaring di depannya seperti berbaringnya jenazah, hingga apabila beliau hendak melakukan shalat witir, belau menyentuhku dengan kakinya. Saya tahu kalau beliau mau melakukan shalat witir, saya pun pergi pelan-pelan dari depannya."

  5. Musnad Ahmad #25035
    Detail

    حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَيَّانَ أَبُو خَالِدٍ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ وَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لَا وَلِيَّ لَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Hayyan Abu Khalid] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Azzuhri] dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata: Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak sah nikah tanpa ada wali dan penguasa menjadi wali bagi siapa yang tidak mempunyai wali."

  6. Musnad Ahmad #25036
    Detail

    حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَيَّانَ عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَجْنَبَ فَأَرَادَ أَنْ يَنَامَ تَوَضَّأَ

    Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Hayyan] dari [Hajjaj] dari [Abdurrahman bin Al Aswad] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] berkata: "Apabila Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam dalam keadaan junub sementara beliau ingin tidur, maka beliau berwudhu terlebih dahulu."

  7. Musnad Ahmad #25037
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ بُرْقَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الْمَدِينِيِّ وَغَيْرِهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ ارْفُقْ بِمَنْ رَفَقَ بِأُمَّتِي وَشُقَّ عَلَى مَنْ شَقَّ عَلَيْهَا

    Telah menceritakan kami [Muhammad bin Rabi'ah] dari [Ja'far bin Burqan] dari [Abdullah Al Madini] dan yang lainnya dari [Aisyah], ia berkata: Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam berdo'a: "Ya Allah, tolonglah orang yang menolong umatku, dan bebanilah orang yang membebani umat ku dengan sesuatu yang mereka tidak mampu."

  8. Musnad Ahmad #25038
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَامَ الْفَتْحِ مِنْ ثَنِيَّةِ الْإِذْخِرِ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rabi'ah] dari [Ubaidullah bin Abi Ziyad] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari [Aisyah] bahwa pada penaklukan kota Mekah, Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam masuk dari Tsanitil Idzkhir.

  9. Musnad Ahmad #25039
    Detail

    حَدَّثَنَا يُونُسُ وَحَسَنٌ قَالَا حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا سُئِلَتْ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْمَلُ فِي بَيْتِهِ قَالَتْ كَانَ يَخِيطُ ثَوْبَهُ وَيَخْصِفُ نَعْلَهُ قَالَتْ وَكَانَ يَعْمَلُ مَا يَعْمَلُ الرِّجَالُ فِي بُيُوتِهِمْ

    Telah menceritakan kepada kami [Yunus] dan [Hasan] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Mahdy] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah], ia pernah ditanya mengenai apa yang diperbuat oleh Nabi shallaallahu 'alaihi wa sallam ketika di rumahnya. Ia menjawab: "Beliau menjahit bajunya, mengesol sandalnya, dan beliau melakukan sebagaimana yang dilakukan para lelaki di rumah mereka."

  10. Musnad Ahmad #25040
    Detail

    حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَهِيَ وَبِيئَةٌ ذُكِرَ أَنَّ الْحُمَّى صَرَعَتْهُمْ فَمَرِضَ أَبُو بَكْرٍ وَكَانَ إِذَا أَخَذَتْهُ الْحُمَّى يَقُولُ كُلُّ امْرِئٍ مُصَبَّحٌ فِي أَهْلِهِ وَالْمَوْتُ أَدْنَى مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ قَالَتْ وَكَانَ بِلَالٌ إِذَا أَخَذَتْهُ الْحُمَّى يَقُولُ أَلَا لَيْتَ شِعْرِي هَلْ أَبِيتَنَّ لَيْلَةً بِوَادٍ وَحَوْلِي إِذْخِرٌ وَجَلِيلُ وَهَلْ أَرِدْنَ يَوْمًا مِيَاهَ مِجَنَّةٍ وَهَلْ يَبْدُوَنْ لِي شَامَةٌ وَطَفِيلُ اللَّهُمَّ الْعَنْ عُتْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ وَشَيْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ وَأُمَيَّةَ بْنَ خَلَفٍ كَمَا أَخْرَجُونَا مِنْ مَكَّةَ فَلَمَّا رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَقُوا قَالَ اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ اللَّهُمَّ صَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا وَانْقُلْ حُمَّاهَا إِلَى الْجُحْفَةِ قَالَ فَكَانَ الْمَوْلُودُ يُولَدُ بِالْجُحْفَةِ فَمَا يَبْلُغُ الْحُلُمَ حَتَّى تَصْرَعَهُ الْحُمَّى حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وُعِكَ أَبُو بَكْرٍ وَبِلَالٌ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ يَعْنِي حَدِيثَ حَمَّادٍ إِلَّا أَنَّهُ لَمْ يَذْكُرْ قِصَّةَ الْمَوْلُودِ

    Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad, yaitu Ibnu Zaid] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] berkata: "Ketika Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah -Madinah ketika itu adalah wilayah yang penuh dengan wabah penyakit- diceritakan kepada beliau bahwa penyakit demam menjangkiti mereka, hingga Abu Bakr pun terjangkit penyakit demam. Ia berkata: "Setiap orang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan kematian itu lebih dekat dari pada keikut sertaan sandalnya." Aisyah berkata: "Ketika Bilal terjangkit penyakit demam, ia berkata: "Sungguh indahnya sya'irku, apakah saya harus bermalam di sebuah lembah sementara di sekelilingku ada Idzkhir dan orang-orang yang mulia. Apakah mereka menginginkan air yang melimpah. Apakah sudah tampak oleh ku negeri Syam dan Gunung Thafil? Ya Allah, laknatlah Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, dan Umayah bin Khalaf, sebagaimana mereka mengeluarkan kami dari Mekah." Ketika Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam melihat apa yang mereka alami, beliau berdo'a: "Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada kota Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah atau lebih dari itu. Ya Allah, perbaikilah ia, berkahilah sha' dan mud kami, dan pindahkanlah penyakit demam tersebut ke Juhfah (tempat yang masih kosong)." Urwah berkata: "Tidaklah orang yang dilahirkan di Juhfah melainkan ia akan terjangkit penyakit demam sebelum ia sampai kepada masa baligh." Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Malik] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] berkata: "Ketika Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, Abu Bakr dan Bilal terjangkit penyakit." Lalu ia menyebutkan hadits tersebut, yaitu hadits Hammad, hanya saja ia tidak menyebutkan cerita anak yang dilahirkan di Juhfah.