Musnad Ahmad مسند أحمد

23881–23890 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #23881
    Detail

    حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ قَالَ أَخْبَرَنَا مَنْصُورُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحَجَبِيُّ عَنْ أُمِّهِ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَّكِئُ عَلَيَّ وَأَنَا حَائِضٌ فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ

    Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ashim], dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami [Manshur bin Abdurrahman Al-Hajabi] dari [ibunya Shofiyyah binti Syu'bah] dari [Aisyah ummul mukminin] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersandar padaku padahal saya sedang haid, kemudian beliau membaca al Quran."

  2. Musnad Ahmad #23882
    Detail

    حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَتَتْنِي بَرِيرَةُ تَسْتَعِينُنِي فِي مُكَاتَبَتِهَا فَقُلْتُ لَهَا إِنْ شَاءَ مَوَالِيكِ صَبَبْتُ لَهُمْ ثَمَنَكِ صَبَّةً وَاحِدَةً وَأَعْتَقْتُكِ فَاسْتَأْمَرَتْ مَوَالِيَهَا فَقَالُوا لَا إِلَّا أَنْ تَشْتَرِطَ لَنَا الْوَلَاءَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْتَرِيهَا فَإِنَّمَا الْوَلَاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ

    Telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Aun], telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Amroh] dari [Aisyah] berkata: Barirah datang kepadaku meminta tolong dalam pembayaran untuk pembebasannya. Saya katakan kepadanya: " Jika majikanmu berkenan, akan saya bayar hargamu secara kontan dan aku akan memerdekakanmu." (Barirah) kemudian meminta kejelasan kehendak majikan-majikannya. Mereka berkata: "Kami tidak akan menjual engkau, kecuali jika engkau memberi syarat bahwa wala' tetap berada pada kami." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Belilah dia, karena perwalian itu bagi orang yang memerdekakannya."

  3. Musnad Ahmad #23883
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ عَنْ أُمِّ بَكْرٍ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ بَاعَ أَرْضًا لَهُ مِنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ بِأَرْبَعِينَ أَلْفَ دِينَارٍ فَقَسَمَهُ فِي فُقَرَاءِ بَنِي زُهْرَةَ وَفِي ذِي الْحَاجَةِ مِنْ النَّاسِ وَفِي أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ الْمِسْوَرُ فَدَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ بِنَصِيبِهَا مِنْ ذَلِكَ فَقَالَتْ مَنْ أَرْسَلَ بِهَذَا قُلْتُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فَقَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِنُّ عَلَيْكُمْ بَعْدِي إِلَّا الصَّابِرُونَ سَقَى اللَّهُ ابْنَ عَوْفٍ مِنْ سَلْسَبِيلِ الْجَنَّةِ حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَتْنَا أُمُّ بَكْرٍ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ بَاعَ أَرْضًا لَهُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ قَالَتْ أَمَا إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحْنَا عَلَيْكُمْ بَعْدِي إِلَّا الصَّابِرُونَ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Amru], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah yaitu Ibnu Ja'far] dari [Ummu Bakar] bahwasanya Abdurrahman bin Auf menjual tanah miliknya dari Utsman bin Affan dengan harga empat puluh ribu dinar kemudian dia membagi-bagikannya untuk orang-orang fakir bani zuhroh, orang-orang yang membutuhkan, dan kepada ummahatul mukminin. [Al-Miswar] berkata: "Saya menemui [Aisyah] dengan membawa bagiannya dari hal itu." Selanjutnya (Aisyah) Berkata: "Siapa yang mengirim ini?." Saya menjawab: "Abdurrahman bin Auf." (Aisyah) Berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Tidak ada yang memberi simpati kepada kalian sesudahku kecuali orang-orang sabar. Semoga Allah memberi mata air dari surga kepada Abdurrahman bin Auf." Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ummu Bakar] bahwa Abdurrahman bin Auf telah menjual tanah kepadanya, lalu ia menyebutkan hadits tersebut hanya saja dia meriwayatkan, (Aisyah) Berkata: adapun, sungguh aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada yang memberi simpati kepada kalian kecuali orang-orang yang sabar."

  4. Musnad Ahmad #23884
    Detail

    حَدَّثَنَا ابْنُ الْأَشْجَعِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَقَدْ رَأَيْتُنِي أَحُتُّ الْمَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَفْرُكُهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Al-Asyja'i], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Sufyan] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Hammam] dari [Aisyah] berkata: "Saya melihat diri saya sendiri pernah mengerik mani (membersihkan dengan air) pada pakaian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Hammam] dari [Aisyah] berkata: "Saya menggaruknya."

  5. Musnad Ahmad #23885
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنَامُ حَتَّى يَنْفُخَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'], telah menceritakan kepada kami [Al-A'masy] dari [Ibrahim] dari [Al-Aswad] dari [Aisyah] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah tidur hingga mendengkur kemudian beliau bangun dan melaksanakan shalat dan beliau tidak berwudhu'."

  6. Musnad Ahmad #23886
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'], telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ali bin Zaid bin Jud'an] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Aisyah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. bersabda: "Apabila kemaluan bertemu kemaluan, maka telah wajib mandi."

  7. Musnad Ahmad #23887
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَكِيمِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَشَدَّ تَعْجِيلًا لِلظُّهْرِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا أَبِي بَكْرٍ وَلَا عُمَرَ

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Hakim bin Jubair] dari [Ibrahim] dari [Al-Aswad] dari [Aisyah] berkata: "Saya tidak pernah melihat seorang pun yang sangat menyegarakan dhuhur selain dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak juga Abu Bakar, dan tidak juga Umar."

  8. Musnad Ahmad #23888
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُغِيرَةُ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤَخِّرُ الظُّهْرَ وَيُعَجِّلُ الْعَصْرَ وَيُؤَخِّرُ الْمَغْرِبَ وَيُعَجِّلُ الْعِشَاءَ فِي السَّفَرِ

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'], telah menceritakan kepada kami [Al Mughiroh bin Ziyad] dari [Atho'] dari [Aisyah] bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengakhirkan Dhuhur dan menyegerakan ashar, dan beliau juga mengakhirkan maghrib dan menyegerakan isya` dalam safar.

  9. Musnad Ahmad #23889
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِمْرَانَ الْحَجَبِيُّ قَالَ سَمِعْتُ صَفِيَّةَ بِنْتَ شَيْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَحَلَّ اسْمِي وَحَرَّمَ كُنْيَتِي وَمَا حَرَّمَ كُنْيَتِي وَأَحَلَّ اسْمِي

    Telah menceritakan kepada kami [Waqi'], telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Imron Al-Hajabi], dia berkata: saya mendengar [Shofiyyah binti Syaibah] dari [Aisyah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Yang dihalalkan adalah namaku dan yang diharamkan adalah kuniyahku, dan yang diharamkan adalah kuniyahku dan yang dihalalkan adalah kuniyahku."

  10. Musnad Ahmad #23890
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْعُمَرِيُّ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُلْحِدَ لَهُ لَحْدٌ

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'], telah menceritakan kepada kami [Al Umari] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dan [Abdurrahman bin Qosim] dari [ayahnya], dari [Aisyah] bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam liang kuburannya berupa tanah yang digali dan dibuat miring dengan tidak disemen.