Musnad Ahmad مسند أحمد

23531–23540 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #23531
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ طَيَّبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِإِحْرَامِهِ حِينَ أَحْرَمَ وَلِحِلِّهِ حِينَ أَحَلَّ بِمِنًى قَبْلَ أَنْ يُفِيضَ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah], dari [Al-Qasim bin Muhamad], dari [Aisyah], dia berkata: "Pernah saya memberi wangi-wangian kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwaallam untuk ihramnya ketika beliau mau berihram, dan untuk tahallulnya ketika beliau ingin bertahalul di Mina sebelum beliau melakukan thawaf ifadlah."

  2. Musnad Ahmad #23532
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ وَدِدْتُ أَنِّي كُنْتُ اسْتَأْذَنْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا اسْتَأْذَنَتْهُ سَوْدَةُ فَأُصَلِّي الصُّبْحَ بِمِنًى وَأُوَافِي قَبْلَ أَنْ يَجِيءَ النَّاسُ فَقَالُوا لِعَائِشَةَ وَاسْتَأْذَنَتْهُ سَوْدَةُ قَالَتْ إِنَّهَا كَانَتْ امْرَأَةً ثَقِيلَةً ثَبِطَةً فَأَذِنَ لَهَا

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid], telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah], dari [Abdurrahman bin Al-Qasim], dari [ayahnya], dari [Aisyah], bahwa dia berkata: "Saya berkeinginan meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiawasallam sebagaimana Saudah meminta izin kepadanya, maka saya shalat shubuh di Mina, dan saya menunaikannya sebelum orang lain berdatangan." Mereka berkata kepada Aisyah: "Kenapa Saudah meminta izin kepada beliau?" (Aisyah) sesungguhnya dia adalah wanita yang gemuk lagi lambat gerakannya, maka beliau mengizinkannya."

  3. Musnad Ahmad #23533
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ صَفِيَّةَ حَاضَتْ بِمِنًى وَقَدْ أَفَاضَتْ فَقَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أُرَى صَفِيَّةَ إِلَّا حَابِسَتَنَا قَالَ لِمَ قُلْتُ حَاضَتْ قَالَ أَوَلَمْ تَكُنْ قَدْ أَفَاضَتْ قُلْتُ قَالَ أَظُنُّهُ قَالَتْ بَلَى شَكَّ مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ فَلَا حَبْسَ عَلَيْكِ فَارْتَحِلِي

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah], dari [Al-Qasim bin Muhammad], dari [Aisyah], bahwa ketika di Mina shafiyah haidl dan dia telah melakukan thawaf ifadlah. Lalu Aisyah berkata: "Ya Rasulullah! Shafiyah tidak terlihat kecuali karena terhalang dari kita (disebabkan haidl)." (Muhammad bin Ubaid) Berkata: "Kenapa saya megatakan dia telah haidl?" beliau bersabda: "Bukankah dia telah melakukan thawaf ifadlah?" Saya (Aisyah) Berkata: beliau bersabda: "Saya kira begitu." Dia (Aisyah) Berkata: "Benar." Muhammad bin Ubaid ragu dan berkata: "Kalau begitu tidak ada yang menghalangimu, maka pergilah."

  4. Musnad Ahmad #23534
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّازِقِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَعَلَيْهِ مِرْطٌ مِنْ هَذِهِ الْمُرَحَّلَاتِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَعَلَيْهِ بَعْضُهُ وَعَلَيَّ بَعْضُهُ وَالْمِرْطُ مِنْ أَكْسِيَةٍ سُودٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq], dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Sufyan], dari [Thalhah bin Yahya], dari [Ubaidillah bin Abdilah bin Utbah], dari [Aisyah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat dengan mengenakan mirth sehabis mengadakan berpergian. Dan pernah juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat dengan mengenakan sebagiannya dan saya juga sebagiannya. Dan makna mirth adalah pakaian yang berbulu.

  5. Musnad Ahmad #23535
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الْخَفَّافُ قَالَ أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمَيْنَةُ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا سُئِلَتْ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ فَقَالَتْ تَعْجِزُ إِحْدَاكُنَّ أَنْ تَتَّخِذَ مِنْ أُضْحِيَّتِهَا سِقَاءً ثُمَّ قَالَتْ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَكَذَا وَكَذَا نَسِيَهُ سُلَيْمَانُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab Al-Khaffaf], dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman At-Taimi], dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Aminah], dari [Aisyah], bahwa dia pernah ditanya mengenai perendaman (anggur atau kurma) dengan menggunakan aljar (tembikar dari tanah liat). Maka (Aisyah) Berkata: salah seorang diantara kalian (istri-istri Nabi) tidak mampu mengambil air minum dari hewan-hewan sembelihannya. Kemudian dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang perendaman anggur atau kurma) dengan tembikar, dan begitu, dan begitu, Sulaiman lupa lanjutan hadits."

  6. Musnad Ahmad #23536
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الْخَفَّافُ قَالَ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَكْمَلَ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab Al-Khaffaf], dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Khalid], dari [Abi Qilabah], dari [Aisyah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang beriman yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap keluarganya (istrinya)."

  7. Musnad Ahmad #23537
    Detail

    حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ سَالِمٍ مَوْلَى دَوْسٍ أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ تَقُولُ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ أَسْبِغْ الْوُضُوءَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ

    Telah menceritakan kepada kami [Hasan], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syaiban], dari [Yahya], dari [Salim, pembantu Daus], bahwa dia pernah mendengar [Aisyah] berkata kepada Abdurrahman bin Abi Bakar: "Sempurnakanlah wudlu, karena saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Celakalah tumit yang tersentuh neraka karena tak tersentuh air wudlu."

  8. Musnad Ahmad #23538
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْفَضْلِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا كَانَتْ تَدَّانُ فَقِيلَ لَهَا مَا لَكِ وَلِلدَّيْنِ فَقَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ كَانَتْ لَهُ نِيَّةٌ فِي أَدَاءِ دَيْنِهِ إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنٌ فَأَنَا أَلْتَمِسُ ذَلِكَ الْعَوْنَ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abi Bukair], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al-Qasim bin Al-Fadl], dari [Muhammad bin Ali Abi Ja'far], dari [Aisyah], bahwa dia ('Aisyah) adakalanya berhutang hutang. Maka dikatakan kepadanya: apa (hubungan) kamu dengan hutang? Ia menjawab: sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba yang berniat untuk menunaikan hutangnya kecuali Allah-lah sebagai penolongnya." Maka saya berharap mendapatkan pertolongan tersebut.

  9. Musnad Ahmad #23539
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ يُحَدِّثُ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَصَدَّقَتْ الْمَرْأَةُ مِنْ بَيْتِ زَوْجِهَا كَانَ لَهَا بِهِ أَجْرٌ وَلِلزَّوْجِ مِثْلُ ذَلِكَ وَلِلْخَازِنِ مِثْلُ ذَلِكَ وَلَا يَنْقُصُ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِنْ أَجْرِ صَاحِبِهِ شَيْئًا لِلزَّوْجِ بِمَا اكْتَسَبَ وَلَهَا بِمَا أَنْفَقَتْ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], dari [Amru bin Murrah], dia berkata: saya telah mendengar [Abu Wail] bercerita dari [Aisyah], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila seorang istri bersedekah dari rumah (harta) suaminya, maka dengannya ia akan mendapat pahala. Dan untuk suami seperti itu juga, begitu juga bagi penjaganya. Dan setiap orang dari keduanya tidak akan saling mengurangi pahalanya sedikitpun. Bagi suami, ia mendapat pahala atas usahanya dan bagi sang istri pahala terhadap apa yang ia infakkan."

  10. Musnad Ahmad #23540
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ فَقَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ جُنُبًا ثُمَّ يَغْتَسِلُ ثُمَّ يَغْدُو إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ ثُمَّ يَصُومُ ذَلِكَ الْيَوْمَ فَأَخْبَرْتُ مَرْوَانَ بْنَ الْحَكَمِ بِقَوْلِهَا فَقَالَ لِي أَخْبِرْ أَبَا هُرَيْرَةَ بِقَوْلِ عَائِشَةَ فَقُلْتُ إِنَّهُ لِي صَدِيقٌ فَأُحِبُّ أَنْ تُعْفِيَنِي فَقَالَ عَزَمْتُ عَلَيْكَ لَمَا انْطَلَقْتَ إِلَيْهِ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَهُوَ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَخْبَرْتُهُ بِقَوْلِهَا فَقَالَ عَائِشَةُ إِذَنْ أَعْلَمُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], dari [Al-Hakam], dari [Abi Bakar bin Abdurrahman], dari [ayahnya], bahwasanya dia berkata: saya menemui [Aisyah], lalu dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah dalam keadaan junub, kemudian beliau mandi, lalu pergi ke masjid sedangkan air (masih) bertetesan dari kepalanya. Kemudian pada hari itu juga beliau berpuasa. Lalu saya (Abi Bakar bin Abdurrahman) mengabarkan kepada Marwan bin Al-Hakam terhadap apa yang dikatakan (Aisyah). Lalu dia berkata kepadaku: kabarilah Abu Hurairah dengan perkataan Aisyah. Maka saya berkata: sesungguhnya saya mempunyai seorang teman, maka hendaknya kamu memaafkanku. Lalu dia berkata: saya berkeinginan agar kamu pergi kepadanya, maka saya dan dia pun pergi kepada Abi Hurairah, kemudian saya mengabarkannya dengan apa yang dikatakan oleh (Aisyah). Maka dia berkata: "Kalau begitu, saya paling tahu terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."