Musnad Ahmad مسند أحمد

23311–23320 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #23311
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ الزُّهْرِيُّ مِنْ آلِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَنَعَ أَمْرًا مِنْ غَيْرِ أَمْرِنَا فَهُوَ مَرْدُودٌ

    Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin 'Isa] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Ja'far Az-Zuhri] dari keluarga Miswar bin Makhramah, dari [Saad bin Ibrahim], dari [Al-Qasim bin Muhammad] dari [Aisyah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang membuat suatu perkara (dalam agama) tanpa perintah kami maka amalan tersebut tertolak."

  2. Musnad Ahmad #23312
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ فِرَاشُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَدَمًا وَحَشْوُهُ لِيفٌ

    Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman, yaitu Ibnu Abi Az-Zinad] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Ayahnya] dari [Aisyah] berkata: "Kasur Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terbuat dari kulit dan bantalnya terbuat dari serabut."

  3. Musnad Ahmad #23313
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا دَاوُدُ يَعْنِي الْعَطَّارَ عَنْ مَنْصُورِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ شَبِعْنَا مِنْ الْأَسْوَدَيْنِ الْمَاءِ وَالتَّمْرِ

    Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Daud, yaitu Al-Athar] dari [Manshur bin Abdurrahman] dari [Ibunya] dari [Aisyah] berkata: "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, kami dalam keadaan kenyang dengan air dan korma."

  4. Musnad Ahmad #23314
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ قَالَ حَدَّثَنِي لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ الْحَضْرَمِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ أَوْ مِنْ آخِرِهِ فَقَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا أَوْتَرَ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَرُبَّمَا أَوْتَرَ آخِرَهُ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً قُلْتُ كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَتُهُ يُسِرُّ أَوْ يَجْهَرُ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا أَسَرَّ وَرُبَّمَا جَهَرَ قَالَ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً قَالَ قُلْتُ كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ فِي الْجَنَابَةِ أَكَانَ يَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَوْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ وَنَامَ قَالَ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً

    Telah bercerita kepada kami [Ishaq] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Laits bin Sa'ad] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Shalih Al-Hadlrami] dari [Abdullah bin Qais] berkata: Saya bertanya kepada [Aisyah]: "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwitir di awal malam atau di akhirnya?" (Aisyah) Berkata: "Semua itu beliau lakukan, kadang beliau berwitir di awal malam dan kadang pula beliau berwitir di akhir malam." Saya berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kelapangan dalam perintah-Nya.", Saya (Abdullah bin Qais) bertanya: "Bagaimana bacaan beliau apakah dengan lirih atau keras?", (Aisyah) menjawab: "Semua itu beliau lakukan, kadang beliau melirihkan bacaan dan kadang pula beliau mengeraskannya." Saya (Abdullah bin Qais) bertanya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kelapangan dalam perintah-Nya." Saya berkata: "Bagaimana beliau mandi junub, apakah beliau mandi dahulu sebelum tidur atau beliau tidur dahulu sebelum mandi?" (Aisyah) menjawab: "Semua itu beliau lakukan, terkadang beliau mandi dahulu kemudian tidur dan terkadang pula beliau hanya berwudhu dahulu, lalu tidur." Saya (Abdullah bin Qais) Berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kelapangan dalam perintah-Nya."

  5. Musnad Ahmad #23315
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا تُقْبَضُ نَفْسُهُ ثُمَّ يَرَى الثَّوَابَ ثُمَّ تُرَدُّ إِلَيْهِ فَيُخَيَّرُ بَيْنَ أَنْ تُرَدَّ إِلَيْهِ إِلَى أَنْ يَلْحَقَ فَكُنْتُ قَدْ حَفِظْتُ ذَلِكَ مِنْهُ فَإِنِّي لَمُسْنِدَتُهُ إِلَى صَدْرِي فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ حَتَّى مَالَتْ عُنُقُهُ فَقُلْتُ قَدْ قَضَى قَالَتْ فَعَرَفْتُ الَّذِي قَالَ فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ حَتَّى ارْتَفَعَ فَنَظَرَ قَالَتْ قُلْتُ إِذَنْ وَاللَّهِ لَا يَخْتَارُنَا فَقَالَ مَعَ الرَّفِيقِ الْأَعْلَى فِي الْجَنَّةِ { مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ } إِلَى آخِرِ الْآيَةِ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Az-Zubair] telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Zaid], dari [Al-Muthallib bin Abdullah] berkata: [Aisyah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada seorang nabi pun kecuali dirinya akan dicabut (nyawanya) kemudian dia akan melihat berbagai pahala hingga dikembalikan kepada-Nya. Kemudian dia diberi pilihan antara nyawanya dikembalikan atau hingga ia dipertemukan kekasih yang tertinggi (Allah)." Aku (Aisyah) Telah menghafal hal itu dari beliau dan sungguh aku telah menghafalnya dihatiku. Lalu aku melihat beliau hingga punggungnya condong (merunduk). Aku Aisyah berkata: "Dia telah mati." (Aisyah) Berkata: "Saya mengetahui apa yang dia katakan, lalu saya terus menatapnya hingga ia mengangkat pandangannya. Saya (Aisyah) Berkata: "Kalau begitu, demi Allah, Beliau tidak memilih kita." Selanjutnya (Rasulullah) bersabda: "aku memilih bersama kekasih yang tertinggi dalam surga, 'Bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat, baik dari para nabi atau orang-orang yang jujur (sampai ayat yang terakhir)."

  6. Musnad Ahmad #23316
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حُمِّلَ مِنْ أُمَّتِي دَيْنًا ثُمَّ جَهِدَ فِي قَضَائِهِ فَمَاتَ وَلَمْ يَقْضِهِ فَأَنَا وَلِيُّهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yazid] telah menceritakan kepada kami [Sa'id, yaitu Ibnu Abi Ayyub] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari [Abu Salamah] dari [Aisyah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mempunyai hutang dari umatku, kemudian dia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk membayarnya, lalu dia mati dan belum (membayarnya), maka aku (Rasulullah) adalah yang mengurusnya."

  7. Musnad Ahmad #23317
    Detail

    حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي الْمُبَارَكُ عَنْ أُمِّهِ عَنْ مُعَاذَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي مِنْ الضُّحَى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Al-Mubarrak] dari [ibunya] dari [Mu'adzah] dari [Aisyah] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat di rumahku pada waktu dluha dengan empat raka`at."

  8. Musnad Ahmad #23318
    Detail

    حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُؤَمَّلِ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ أَوَّلَ مَنْ يَهْلِكُ مِنْ النَّاسِ قَوْمُكِ قَالَتْ قُلْتُ جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاءَكَ أَبَنِي تَيْمٍ قَالَ لَا وَلَكِنْ هَذَا الْحَيُّ مِنْ قُرَيْشٍ تَسْتَحْلِيهِمْ الْمَنَايَا وَتَنَفَّسُ عَنْهُمْ أَوَّلَ النَّاسِ هَلَاكًا قُلْتُ فَمَا بَقَاءُ النَّاسِ بَعْدَهُمْ قَالَ هُمْ صُلْبُ النَّاسِ فَإِذَا هَلَكُوا هَلَكَ النَّاسُ

    Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Daud] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al-Mu'ammal] dari [Ibnu Abi Mulaikah] dari [Aisyah] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Aisyah! orang yang pertama kali celaka adalah kaummu." (Aisyah) Berkata: Saya berkata: "Semoga Allah menjadikanku tebusan engkau. Apakah dari Bani Taim?" Rasulullah bersabda: "Bukan, akan tetapi kampung ini berasal dari Quroisy, mereka selalu dirundung kematian dan muncul dari mereka orang yang pertama kali celaka." Aku (Aisyah) Berkata: "Apakah masih tersisa lagi setelah mereka?" Rasulullah bersabda: "Mereka adalah tulang punggung manusia, jika mereka celaka maka manusia (lainnya) akan celaka."

  9. Musnad Ahmad #23319
    Detail

    حَدَّثَنَا مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ قَالَ أَخْبَرَنِي جَابِرٌ أَنَّ أُمَّ كُلْثُومٍ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّهَا وَالنَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَا ذَلِكَ ثُمَّ اغْتَسَلَا مِنْهُ يَوْمًا حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ أُمَّ كُلْثُومٍ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Musa] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abi Az-Zubair] berkata: Telah mengabarkan kepadaku [Jabir], bahwa [Ummu Kultsum] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Aisyah] telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia (Aisyah) dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukan hal itu (bersetubuh), kemudian mereka berdua mandi karenanya di hari itu. Telah menceritakan kepada kami [Husain] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi`ah] berkata: Telah mengabarkan kepada kami [Abu Zubair] dari [Jabir], bahwasanya [Ummu Kultsum] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Aisyah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam] telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Abu Zubair menyebutkan makna Hadits tersebut.

  10. Musnad Ahmad #23320
    Detail

    حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ مِنْ حِينِ تَطْلُعُ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ وَمَنْ حِينِ تَصُوبُ حَتَّى تَغِيبَ

    Telah menceritakan kepada kami [Musa] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abi Al-Aswad] dari [Urwah] dari [Aisyah] bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang shalat bersamaan dengan munculnya matahari sehingga ia meninggi dan ketika matahari turun sehingga ia terbenam.