Musnad Ahmad مسند أحمد

23011–23020 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #23011
    Detail

    حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ قَالَ سَمِعْتُ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَلَا يَعْصِهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Idris], dia berkata: Saya telah mendengar [Ubaidillah bin Amru] telah mengkhabarkan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Thalhah bin Abdul Malik] dari [Al-Qasim] dari [Aisyah] berkata: 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang bernadzar untuk menaati Allah Azzawajalla maka taatilah Ia. Sebaliknya barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah Azzawajalla, jangan bermaksiat kepada-Nya."

  2. Musnad Ahmad #23012
    Detail

    حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ قَالَ سَمِعْتُ هِشَامًا عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيتُكِ فِي الْمَنَامِ مَرَّتَيْنِ وَرَجُلٌ يَحْمِلُكِ فِي سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ فَيَقُولُ هَذِهِ امْرَأَتُكَ فَأَقُولُ إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُمْضِهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Idris] berkata: Saya telah mendengar [Hisyam] dari [ayahnya] dari [Aisyah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda kepadaku: "Dirimu telah dua kali diperlihatkan kepadaku dalam mimpi dan ada seorang lelaki yang membawamu dengan berbaju sutra curian. Lalu dia berkata: 'Ini adalah istrimu.' Lalu saya berkata: 'Bila ini dari Allah Azzawajalla, maka (Allah) akan menghukumnya."

  3. Musnad Ahmad #23013
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنَّ نُزُولَ الْأَبْطَحِ لَيْسَ بِسُنَّةٍ إِنَّمَا نَزَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَنَّهُ كَانَ أَسْمَحَ لِخُرُوجِهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdah bin Sulaiman] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [ayahnya] dari [Aisyah] berkata: "Singgah di Abthah bukanlah sunnah, hanyasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam singgah di sana karena ia adalah jalan yang paling mudah untuk keluarnya beliau."

  4. Musnad Ahmad #23014
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدَةُ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

    Telah menceritakan kepada kami [Abdah] Telah menceritakan kepada kami [Mi'sar] dari [Miqdam bin Syuraih] dari [ayahnya] dari [Aisyah], bila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat hujan, beliau mengucapkan: "ALLAAHUMMA SHOYYIBAN NAAFI`AN (Ya Allah berilah kami hujan yang bermanfaat)."

  5. Musnad Ahmad #23015
    Detail

    قَالَ وَسَأَلْتُ عَائِشَةَ بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ قَالَتْ بِالسِّوَاكِ

    (Urwah) Berkata: "Aku bertanya kepada [Aisyah], dengan apa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bila memulai masuk rumahnya?." (Aisyah) menjawab: "Dengan bersiwak."

  6. Musnad Ahmad #23016
    Detail

    حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ هَاشِمٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَتَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي اسْتَحَضْتُ فَقَالَ دَعِي الصَّلَاةَ أَيَّامَ حَيْضِكِ ثُمَّ اغْتَسِلِي وَتَوَضَّئِي عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ وَإِنْ قَطَرَ عَلَى الْحَصِيرِ

    Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Al-A'masy] dari [Habib] dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata: Fatimah binti Hubaisy mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata: "Saya seorang wanita yang mustahadloh (wanita yang mengeluarkan darah lebih dari batas waktu haidl)." Maka beliau bersabda: "Tinggalkan shalat di hari-hari haidmu, kemudian mandi dan berwudhulah pada setiap kali shalat, mekipun darah tersebut masih menetes di atas tikar.'"

  7. Musnad Ahmad #23017
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا نَسِيئَةً فَأَعْطَاهُ دِرْعًا لَهُ رَهْنًا

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al-A'masy] dari [Ibrahim] dari [Al-Aswad] dari [Aisyah] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membeli makanan dari seorang Yahudi secara bertempo (nasiah, pembayaran di belakang), lalu Nabi memberikan baju besinya kepadanya sebagai gadai.'"

  8. Musnad Ahmad #23018
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَيَعْلَى قَالَا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَائِمًا فِي الْعَشْرِ قَطُّ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] dan [Ya'la], keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al-A'masy] dari [Ibrahim] dari [Al-Aswad] dari [Aisyah] berkata: "Saya sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada (tanggal) sepuluh (Dzul hijjah)."

  9. Musnad Ahmad #23019
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَيَعْلَى قَالَا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] dan [Ya'la], keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al-A'masy] dari [Ibrahim] dari [Al-Aswad] dari [Aisyah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya yang paling baik dimakan oleh seseorang adalah dari penghasilannya dan anaknya adalah di antara dari penghasilannya."

  10. Musnad Ahmad #23020
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنِ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبِي وَلَمْ يَرْفَعْهُ يَعْلَى عَنْ رَجُلٍ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ فَتَزَوَّجَتْ زَوْجًا غَيْرَهُ فَدَخَل بِهَا ثُمَّ طَلَّقَهَا قَبْلَ أَنْ يُوَاقِعَهَا أَتَحِلُّ لِزَوْجِهَا الْأَوَّلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحِلُّ لِلْأَوَّلِ حَتَّى يَذُوقَ الْآخَرُ عُسَيْلَتَهَا وَتَذُوقَ عُسَيْلَتَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al-A'masy] dari [Ibrahim] dari [Al-Aswad] dari [Aisyah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya, ayahku berkata dan tidak dimarfu'kan oleh [Ya'la], mengenai seorang lelaki yang menthalak istrinya, kemudian ia menikah dengan suami selainnya. Lalu ia menggaulinya, kemudian dia menceraikannya sebelum dia menikmatinya. Apakah dia halal untuk suaminya yang pertama? Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dia (wanita) tersebut tidak halal untuk suaminya yang pertama hingga suaminya terakhir merasakan madunya dan istrinya merasakan madu (suaminya).'"