Musnad Ahmad مسند أحمد

21341–21350 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #21341
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ خَالِدٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَإِنَّهُ فِي أَخْرَافِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Khalid] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Asma` Ar Rohabi] dari [Tsauban] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: "Bila seseorang menjenguk saudaranya, ia berada dalam dinding surga hingga ia kembali."

  2. Musnad Ahmad #21342
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو قَطَنٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَبِعَ جَنَازَةً فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ شَهِدَ دَفْنَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Qothn] telah bercerita kepada kami [Hisyam] dari [Qotadah] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah] dari [Tsauban] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengikuti jenazah maka ia mendapat satu qirath, barangsiapa menyaksikan pemakamannya maka ia mendapatkan dua qirath." Dikatakan: Apa itu dua qirath? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Yang terkecil dari keduanya seperti gunung Uhud."

  3. Musnad Ahmad #21343
    Detail

    حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ سَمِعْتُ الْأَوْزَاعِيَّ يَقُولُ حَدَّثَنِي الْوَلِيدُ بْنُ هِشَامٍ الْمُعَيْطِيُّ حَدَّثَنِي مَعْدَانُ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمُرِيُّ قَالَ لَقِيتُ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْخِلُنِي اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ أَوْ قَالَ قُلْتُ بِأَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ فَسَكَتَ ثُمَّ سَأَلْتُهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ سَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً قَالَ مَعْدَانُ ثُمَّ لَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ لِي مِثْلَ مَا قَالَ لِي ثَوْبَانُ

    Telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] berkata: Aku mendengar [Al Awza'i] berkata: Telah bercerita kepadaku [Al Walid bin Hisyam Al Mu'aith] telah bercerita kepadaku [Ma'dan bin Abu Thalhah Al Ya'muri] berkata: Aku bertemu dengan Tsauban, pelayan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, aku berkata: Beritahukan padaku suatu amalan yang dengannya Allah memasukkanku ke surga. Atau Ma'dan berkata: Amalan yang paling dicintai Allah. Tsauban diam lalu ia bertanya untuk ketiga kalinya lalu Tsauban berkata: Aku menanyakan hal itu pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu beliau bersabda: "Engkau harus banyak-banyak sujud, karena tidaklah engkau bersujud untuk Allah sekali melainkan dengannya Allah akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu." Berkata Ma'dan: Kemudian aku bertemu Abu Ad Darda` lalu aku bertanya padanya lalu ia menjawab seperti yang disampaikan Tsauban kepadaku.

  4. Musnad Ahmad #21344
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةُ وَلَنْ يُحَافِظَ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Salim] dari [Tsauban] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Beristiqomahlah dan kalian tidak akan menghitungnya. Ketahuilah bahwa amalan-amalan kalian yang terbaik adalah shalat dan tidak akan ada yang bisa memelihara wudhu kecuali mu`min."

  5. Musnad Ahmad #21345
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَمَّنْ حَدَّثَهُ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

    Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah bercerita kepada kami [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [seseorang] yang telah bercerita padanya dari [Tsauban] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya."

  6. Musnad Ahmad #21346
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَمَّنْ حَدَّثَهُ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَفْضَلَ دِينَارٍ دِينَارٌ أَنْفَقَهُ رَجُلٌ عَلَى عِيَالِهِ أَوْ عَلَى دَابَّتِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ عَلَى أَصْحَابِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

    Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah bercerita kepada kami [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [seseorang] yang telah bercerita padanya dari [Tsauban] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dinar paling utama adalah dinar yang dinafkahkah seseorang untuk tanggungannya, kendaraannya dijalan Allah atau sahabat-sahabatnya dijalan Allah."

  7. Musnad Ahmad #21347
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ يَعِيشَ بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ مَعْدَانَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاءَ فَأَفْطَرَ قَالَ فَلَقِيتُ ثَوْبَانَ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ أَنَا صَبَبْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضُوءَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ya'isy bin Al Walid bin Hisyam] dari [Ma'dan] dari [Abu Ad Darda`]: bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam muntah lalu berbuka. Berkata Ma'dan: Kemudian aku menemui Tsauban dimasjid Damaskus dan menanyakan hal itu padanya, ia menjawab: Aku menuangkan air wudhu untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

  8. Musnad Ahmad #21348
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى رَجُلٍ يَحْتَجِمُ فِي رَمَضَانَ فَقَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ

    Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam Ad Dastuwa`i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Asma`] dari [Tsauban] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi seseorang yang tengah berbekam dibulan Ramadhan lalu beliau bersabda: "Orang yang berbekam dan yang dibekam, berarti telah batal puasanya."

  9. Musnad Ahmad #21349
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَرِيَّةً فَأَصَابَهُمْ الْبَرْدُ فَلَمَّا قَدِمُوا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَكَوْا إِلَيْهِ مَا أَصَابَهُمْ مِنْ الْبَرْدِ فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَمْسَحُوا عَلَى الْعَصَائِبِ وَالتَّسَاخِينِ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Tsaur] dari [Rasyid bin Sa'ad] dari [Tsauban] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim tentara sariyah (Pasukan perang yang tanpa disertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) lalu mereka terserang udara dingin. Saat mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka mengeluhkan udara dingin yang menyerang mereka lalu beliau memerintahkan mereka untuk mengusap surban dan demam.

  10. Musnad Ahmad #21350
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَالِمٍ عَنْ مَعْدَانَ عَنْ ثَوْبَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى عَلَى جِنَازَةٍ فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ شَهِدَ دَفْنَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ الْقِيرَاطُ مِثْلُ أُحُدٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] berkata [Syu'bah] telah bercerita kepada kami dari [Qotadah] dari [Salim] dari [Ma'dan] dari [Tsauban] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: Barangsiapa menyalati jenazah maka ia mendapat satu qiroth dan bila menyaksikan pemakamannya maka ia mendapat dua qiroth. Dan Qiroth maknanya adalah seperti gunung Uhud.