Musnad Ahmad مسند أحمد

19561–19570 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #19561
    Detail

    حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنِي فُضَيْلُ بْنُ فَضَالَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ رَأَى أَبُو بَكْرَةَ نَاسًا يُصَلُّونَ الضُّحَى فَقَالَ إِنَّهُمْ لَيُصَلُّونَ صَلَاةً مَا صَلَّاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا عَامَّةُ أَصْحَابِهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

    Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdullah], telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Mu'adz] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], telah menceritakan kepadaku [Fudhail bin Fadhalah], ia berkata: telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Abu Bakrah] ia berkata: " Abu Bakrah pernah melihat sekelompok orang tengah melaksanakan shalat Dluha, lalu ia berkata: "Sesungguhnya mereka melaksanakan shalat yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam dan tidak juga oleh kebanyakan para sahabat beliau radliallahu 'anhum."

  2. Musnad Ahmad #19562
    Detail

    حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يُونُسَ عَنِ الْحَسَنِ وَمُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ

    Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Yunus] dari [Al Hasan] dan [Muhammad] dari [Abu Bakrah] bahwa Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Janganlah kalian kembali kepada kekafiran sepeninggalku, dengan saling membunuh sesama kalian."

  3. Musnad Ahmad #19563
    Detail

    حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ وَيَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ قَالَا حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ مَدَحَ رَجُلٌ رَجُلًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيْلَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ مِرَارًا إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا صَاحِبَهُ لَا مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسَبُ فُلَانًا وَاللَّهُ حَسِيبُهُ وَلَا أُزَكِّي عَلَى اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَحَدًا إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذَاكَ أَحْسَبُهُ كَذَا وَكَذَا

    Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dan [Yazid yaitu Ibnu Zura'i], keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid Al Khadza`] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah], dari Abu Bakrah ia berkata: bahwa seorang laki-laki memuji laki-laki lain dihadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Celaka kamu, kamu telah memenggal leher kawanmu, " -beliau mengucapkannya hingga berkali-kai- Apabila salah seorang dari kalian memuji saudaranya -tidak mustahil- hendaklah mengucapkan: 'Aku kira fulan seperti ini dan ini, dan Allah-lah yang menilainya, dan Aku tidak ingin mensucikan seseorang pun mendahului Allah Tabraka wa Ta'ala, jika memang dirinya seperti itu, menurutku dia seperti ini dan ini."

  4. Musnad Ahmad #19564
    Detail

    حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ أَنَّ أَبَا بَكْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَذْفِ فَأَخَذَ ابْنُ عَمٍّ لَهُ فَقَالَ عَنْ هَذَا وَخَذَفَ فَقَالَ أَلَا أُرَانِي أُخْبِرُكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهُ وَأَنْتَ تَخْذِفُ وَاللَّهِ لَا أُكَلِّمُكَ عَزْمَةً مَا عِشْتُ أَوْ مَا بَقِيتُ أَوْ نَحْوَ هَذَا

    Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] bahwa [Abu Bakrah] berkata: Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam telah melarang Khadzaf (melempar kerikil dengan dua jari) lalu keponakannya mengambil dan berkata tentang hal ini dan melakukan khadzaf, maka Abu Bakrah berkata: "Tidakkah kamu melihatku, aku kabarkan kepadamu dari Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bahwa beliau melarang darinya, sedangkan kamu melakukan khadzaf, demi Allah aku tidak akan berbicara denganmu selama aku hidup atau selama aku masih ada, " atau kalimat yang semakna dengannya.

  5. Musnad Ahmad #19565
    Detail

    حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّ عِيَاضَ بْنَ مُسَافِعٍ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَخِي زِيَادٍ لِأُمِّهِ قَالَ أَبُو بَكْرَةَ أَكْثَرَ النَّاسُ فِي شَأْنِ مُسَيْلِمَةَ الْكَذَّابِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ شَأْنَ هَذَا الرَّجُلِ الَّذِي قَدْ أَكْثَرْتُمْ فِي شَأْنِهِ فَإِنَّهُ كَذَّابٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كَذَّابًا يَخْرُجُونَ قَبْلَ الدَّجَّالِ وَإِنَّهُ لَيْسَ بَلَدٌ إِلَّا يَدْخُلُهُ رُعْبُ الْمَسِيحِ إِلَّا الْمَدِينَةَ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْ نِقَابِهَا يَوْمَئِذٍ مَلَكَانِ يَذُبَّانِ عَنْهَا رُعْبَ الْمَسِيحِ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ أَخْبَرَنِي طَلْحَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّ عِيَاضَ بْنَ مُسَافِعٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا بَكْرَةَ أَخَا زِيَادٍ لِأُمِّهِ قَالَ قَالَ أَبُو بَكْرَةَ أَكْثَرَ النَّاسُ فِي شَأْنِ مُسَيْلِمَةَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj], telah menceritakan kepada kami [Laits], telah menceritakan kepadaku ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] bahwa [Iyadh bin Musafi'] telah mengabarinya dari [Abu Bakrah] saudara Ziyad dari jalur ibu, Abu Bakrah berkata: "Kebanyakan manusia mengikuti Musailamah Al Kadzab sebelum Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda tentang masalah ini, hingga kemudian Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam berdiri di tengah-tengah manusia sambil memuji Allah Tabraka wa Ta'ala dengan pujian yang layak bagi-Nya, lalu bersabda: "Amma Ba'd, mengenai perkara laki-laki ini, dimana kalian banyak yang condong kepadanya, sungguh ia sangat pendusta dari tiga puluh pendusta lainnya yang akan keluar di permulaan hari Kiamat. Para pendusta tersebut akan keluar sebelum munculnya Dajjal, dan tidaklah sejengkal bumi pun pasti di masuki oleh ancaman Al Masih (Dajjal), kecuali Madinah, sebab pada waktu itu di semua tepiannya dijaga oleh dua malaikat yang menjaganya dari ancaman Al Masih." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub], telah menceritakan kepada kami [anak saudara Ibnu Syihab] dari [Pamannya], telah mengabarkan kepadaku [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] bahwa [Iyadh bin Musafi'] menceritakan kepadanya bahwa [Abu Bakrah] adalah saudara seibu Ziyad, ia berkata: " Abu Bakrah berkata: "Kebanyakan manusia mengikuti Musailamah, lalu ia sebutkan hadits yang serupa.

  6. Musnad Ahmad #19566
    Detail

    حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ قَالَ لَمَّا ادَّعَى زِيَادٌ لَقِيتُ أَبَا بَكْرَةَ فَقُلْتُ مَا هَذَا الَّذِي صَنَعْتُمْ إِنِّي سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ يَقُولُ سَمِعَتْ أُذُنَايَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ مَنْ ادَّعَى أَبًا فِي الْإِسْلَامِ غَيْرَ أَبِيهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ فَقَالَ أَبُو بَكْرَةَ وَأَنَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah menceritakan kepada kami [Husyaim], telah mengabarkan kepada kami [Khalid Al Hadza`] dari [Abu Utsman] ia berkata: ketika Ziyad mengakui (ayahnya): aku menemui Abu Bakrah, lalu aku bertanya: "Apa yang telah kamu lakukan ini?, aku mendengar [Sa'ad bin Abu Waqash] berkata: "Kedua telingaku mendengar dari Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa mengakui orang lain sebagai ayahnya, padahal ia tahu bahwa ia bukan ayahnya, maka haram Surga baginya." [Abu Bakrah] berkata: Aku juga mendengarnya dari Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam."

  7. Musnad Ahmad #19567
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُحَارِبِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ أَبَاهُ أَمَرَهُ أَنْ يَكْتُبَ إِلَى ابْنٍ لَهُ وَكَانَ قَاضِيًا بِسِجِسْتَانَ أَمَّا بَعْدُ فَلَا تَحْكُمَنَّ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَأَنْتَ غَضْبَانُ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحْكُمْ أَحَدٌ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Muhammad Al Muharibi], telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Umair], telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Bakrah], bahwa [Ayahnya] menyuruhnya menuliskan surat untuk anaknya, sedangkan anaknya tengah menjadi hakim di daerah Sijistan, (surat tersebut berbunyi): "Amma ba'd, janganlah kamu menghukumi dua orang yang berselisih dalam keadaan marah, karena aku telah mendengar dari Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Janganlah seorang (hakim) mengadili dua orang (yang bersengketa) dalam keadaan marah."

  8. Musnad Ahmad #19568
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَدَحَ رَجُلٌ رَجُلًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَطَعْتَ ظَهْرَهُ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا صَاحِبَهُ لَا مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسَبُهُ وَاللَّهُ حَسِيبُهُ وَلَا أَعْذِرُ عَلَى اللَّهِ أَحَدًا أَحْسَبُهُ كَذَا وَكَذَا إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذَلِكَ مِنْهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq], telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Khalid Al Khadza`] dari [Ibnu Abu Bakrah], dari [Ayahnya], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa ketika kami di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba ada seseorang yang memuji saudaranya, lantas Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "kamu telah membunuhnya, apabila salah seorang dari kalian hendak memuji saudaranya -tidak mustahil- hendaklah mengucapkan: 'Aku kira dia…' -sedangkan Allah-lah yang menilainya, dan aku tidak ingin mendahului seseorang pun atas Allah- aku kira dia seperti ini dan ini, jika memang dirinya seperti itu."

  9. Musnad Ahmad #19569
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ وَغَيْرِ وَاحِدٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ رِيحَ الْجَنَّةِ يُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ مِائَةِ عَامٍ وَمَا مِنْ عَبْدٍ يَقْتُلُ نَفْسًا مُعَاهَدَةً إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَرَائِحَتَهَا أَنْ يَجِدَهَا قَالَ أَبُو بَكْرَةَ أَصَمَّ اللَّهُ أُذُنِي إِنْ لَمْ أَكُنْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُهَا

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq], telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dan yang lain dari [Al Hasan] dari [Abu Bakrah] ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya bau surga itu dapat tercium dari jarak seratus tahun, barangsiapa membunuh jiwa yang berada dalam perjanjian (mu'ahad) tanpa sebab yang menghalalkannya, maka Allah Ta'ala mengharamkan surga baginya dan tiada akan mencium baunya." Abu Bakrah berkata: "Allah akan menulikan telingaku bila aku tidak merasa mendengar bila Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam mensabdakannya."

  10. Musnad Ahmad #19570
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ أَنَّ أَبَا بَكْرَةَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ وَالْإِمَامُ رَاكِعٌ فَرَكَعَ قَبْلَ أَنْ يَصِلَ إِلَى الصَّفِّ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَادَكَ اللَّهُ حِرْصًا وَلَا تَعُدْ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ قَالَ سَمِعْتُ هِشَامًا يُحَدِّثُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ مِثْلَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq], telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Abu Bakrah], bahwa ia pernah memasuki masjid ketika imam sedang rukuk, lalu ia buru-buru rukuk sebelum sampai masuk shaff. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lantas bersabda: "Semoga Allah menambah semangatmu, janganlah kamu mengulanginya." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq], telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] ia berkata: Aku mendengar [Hisyam] menceritakannya dari [Al Hasan] dari [Abu Bakrah] seperti itu.