Musnad Ahmad مسند أحمد

18981–18990 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #18981
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ مُحْرِزٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ جَاءَ نَفَرٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ قَالَ وَكِيعٌ جَاءَتْ بَنُو تَمِيمٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبْشِرُوا يَا بَنِي تَمِيمٍ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ بَشَّرْتَنَا فَأَعْطِنَا قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَتَغَيَّرَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَجَاءَ حَيٌّ مِنْ يَمَنٍ فَقَالَ اقْبَلُوا الْبُشْرَى إِذْ لَمْ يَقْبَلْهَا بَنُو تَمِيمٍ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَبِلْنَا

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Abdurrahman] telah berkata kepada kami [Sufyan] dari [Jami' bin Syadad] dari [Shofwan bin Muhriz] dari [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu. Abdurahman berkata: "Salah seorang dari bani Tamim telah datang." Waki' berkata: "Beberapa orang dari bani Tamim datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu beliau bersabda: "Berilah kabar gembira, wahai bani Tamim!." Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, anda telah memberikan kabar gembira buat kami, maka berikanlah sesuatu buat kami!." Abdurrahman berkata: "maka muka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berubah." Lalu datang lagi rombongan dari Yaman, maka beliau bersabda: "Terimalah kabar gembira, karena banu Tamim tidak menerimanya!." Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kami menerimanya."

  2. Musnad Ahmad #18982
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو وَعَبْدُ الصَّمَدِ قَالَا ثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ الْقَرْنُ الَّذِي بُعِثْتُ فِيهِمْ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَنْشَأُ قَوْمٌ يَنْذُرُونَ وَلَا يُوفُونَ وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ وَيَنْشَأُ فِيهِمْ السِّمَنُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Amru] dan [Abdushamad], keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Zurarah bin 'Aufa] dari [Imron bin Hushain] bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik umat ini adalah kaum yang aku di utus pada mereka." Abdushamad berkata(sebagaimana Rasulullah): "Yaitu kaum yang aku diutus kepada mereka kemudian generasi setelah itu kemudian datang suatu kaum yang suka berjanji tapi tiada ditepati, berkhianat dan tidak dapat dipercayai, mudah bersaksi padahal tidak diminta persaksiannya, dan hidup dikalangan mereka orang-orang yang bertubuh gemuk."

  3. Musnad Ahmad #18983
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي مِرَايَةَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah mengkabarkan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Abu Mirayah] dari [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak ada ketaatan dalam rangka kemaksiatan kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala."

  4. Musnad Ahmad #18984
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنِ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَن مُطَرِّفٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فُلَانًا لَا يُفْطِرُ نَهَارَ الدَّهْرِ فَقَالَ لَا أَفْطَرَ وَلَا صَامَ

    Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Al Jurairy] dari [Abul 'Alaa'a bin Syikhkhir] dari [Mutharrif] dari [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu berkata: Telah dikatakan (pada Rasulullah): "Wahai Rasulullah, sesungguhnya si "A" tidak pernah berbuka sepanjang hari." Lalu beliau bersabda: "(berarti) Ia tidak (mendapatkan pahala) berbuka dan juga (pahala) puasa."

  5. Musnad Ahmad #18985
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوكِينَ لَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ فَدَعَا بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَزَّأَهُمْ أَثْلَاثًا ثُمَّ أَقْرَعَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً وَقَالَ لَهُ قَوْلًا شَدِيدًا

    Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Muhallab] dari [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu bahwasanya seseorang telah membebaskan enam orang budaknya ketika ia sedang sakaratul-mautnya dan dia tidak mempunyai harta kecuali hanya budak-budak itu. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memanggil mereka lalu membaginya menjadi sepertiga kemudian beliau mengundi diantara mereka kemudian beliau bebaskan dua orang dan membiarkan empat yang lainnya menjadi budak. Lalu beliau berkata kepadanya dengan perkataan yang tegas.

  6. Musnad Ahmad #18986
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَى رَجُلَيْنِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ بِرَجُلٍ مِنْ الْمُشْرِكِينَ مِنْ بَنِي عُقَيْلٍ

    Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah mengkabarkan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Muhallab] dari [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu, Pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menebus(tawanan) dua orang laki-laki muslim dengan dua orang laki-laki musyrik dari bani 'Uqail.

  7. Musnad Ahmad #18987
    Detail

    حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلَّمَ فِي ثَلَاثِ رَكَعَاتٍ مِنْ الْعَصْرِ ثُمَّ قَامَ فَدَخَلَ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ الْخِرْبَاقُ وَكَانَ فِي يَدَيْهِ طُولٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَخَرَجَ إِلَيْهِ فَذَكَرَ لَهُ صَنِيعَهُ فَجَاءَ فَقَالَ أَصَدَقَ هَذَا قَالُوا نَعَمْ فَصَلَّى الرَّكْعَةَ الَّتِي تَرَكَ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ

    Telah menceritakan pada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Khalid Al Hadzdza'] dari [Abu Qilabah] dari [Abul Muhallab] dari [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat asar tiga rakaat, lalu beliau berdiri. Kemudian seseorang yang dikenal dengan sebutan Al Khirbaq yang memiliki tangan panjang menemui beliau (untuk mengingatkan shalatnya yang kurang) lalu berkata: "Wahai Rasulullah!, " -Maka Rasululah keluar menemuinya dan ia (Al Khirbaq) menyebutkan apa yang telah beliau kerjakan. Kemudian beliau bersabda: "Apakah (yang ia katakan) benar?." Mereka menjawab: "Ya!." Maka beliau shalat lagi satu rakaat yang kurang, kemudian beliau salam, kemudian sujud dua kali lalu salam lagi.

  8. Musnad Ahmad #18988
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ ثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى قَالَ حَجَّاجٌ فِي حَدِيثِهِ سَمِعْتُ زُرَارَةَ بْنَ أَوْفَى عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَاتَلَ يَعْلَى ابْنُ مُنْيَةٍَ أَوْ ابْنُ أُمَيَّةَ رَجُلًا فَعَضَّ أَحَدُهُمَا يَدَ صَاحِبِهِ فَانْتَزَعَ يَدَهُ مِنْ فِيهَ فَانْتَزَعَ ثَنِيَّتَهُ وَقَالَ حَجَّاجٌ ثَنِيَّتَيْهِ فَاخْتَصَمَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَعَضُّ أَحَدُكُمَا أَخَاهُ كَمَا يَعَضُّ الْفَحْلُ لَا دِيَةَ لَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far], ia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj]. Telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] ia berkata: Aku mendengar [Qatadah] menyebutkan hadits dari [Zurarah bin 'Aufa], ia berkata: telah menceritakan dalam sebuah hadits: aku mendengar Zurarah bin 'Aufa dari [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu berkata: "Ya'la bin munayyah atau Umayyah bertikai dengan sseorang, salah satu dari mereka menggigit tangan yang lain hingga putus dan gigi depan yang tergigit hingga tanggal. Lalu keduanya mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: "Yang tadi digigit menggigit saudaranya sebagaimana kuda menggigit, dan tidak ada diyat (ganti rugi) baginya."

  9. Musnad Ahmad #18989
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا السَّوَّارِ الْعَدَوِىَّ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ الْخُزَاعِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ فَقَالَ بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ مَكْتُوبٌ فِي الْحِكْمَةِ أَنَّ مِنْهُ وَقَارًا وَمِنْهُ سَكِينَةً فَقَالَ عِمْرَانُ أُحَدِّثُكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُحَدِّثُنِي عَنْ صُحُفِكَ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] ia berkata: Aku mendengar [Abu As Sawwar Al 'Adawy] menceritakan bahwa ia pernah mendengar ['Imron bin Hushain Al Khuza'i] menceritakan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda: "Malu itu tidak lain kecuali hanya akan membawa kebaikan." Lalu Busyair bin Ka'ab berkata: "(kata-kata ini) tertulis juga dalam Al Hikmah (Kitab ahlu kitab) bahwa dari (sifat malu) akan tumbuh kedamaian dan ketenangan." Lalu 'Imron berkata: "Aku ceritakan (hadits) dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan engkau juga ceritakan dari shuhufmu (Al Kitab)."

  10. Musnad Ahmad #18990
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَيَزِيدُ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْكَيِّ فَاكْتَوَيْنَا فَمَا أَفْلَحْنَا وَلَا أَنْجَحْنَا

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far]: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kami dari berobat menggunakan kayy (jeos: yaitu besi yang dipanaskan, sundutan besi panas), lalu kami mencoba untuk melanggar, maksudnya kami mencoba berobat dengan kayy sedang kami tidak beruntung dan tidak berhasil sama sekali(tidak sembuh)."