Musnad Ahmad مسند أحمد

18861–18870 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #18861
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّا عَن بُرَيْدٍ عَن أَبِي بُرْدَةَ عَن أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يُثْنِي عَلَى رَجُلٍ وَيُطْرِيهِ فِي الْمِدْحَةِ فَقَالَ لَقَدْ أَهْلَكْتُمْ أَوْ قَطَعْتُمْ ظَهْرَ الرَّجُلِ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah] -Abdullah berkata: dan saya mendengarnya dari Muhammad bin Ash Shabbaah- Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Zakariya] dari [Buraid] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa Al Asy'ari] ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mendengar seseorang sedang memuji orang lain dan terlalu berlebihan dalam memujinya. Maka beliau bersabda: "Sungguh kalian telah membinasakan atau memotong punggung laki-laki itu."

  2. Musnad Ahmad #18862
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُؤَمَّلٌ قَالَ ثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَن أَبِي وَائِلٍ عَن أَبِي مُوسَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ عُبَيْدًا أَبَا عَامِرٍ فَوْقَ أَكْثَرِ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ فَقُتِلَ عُبَيْدٌ يَوْمَ أَوْطَاسٍ وَقَتَلَ أَبُو مُوسَى قَاتِلَ عُبَيْدٍ قَالَ قَالَ أَبُو وَائِلٍ وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ لَا يَجْمَعَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بَيْنَ قَاتِلِ عُبَيْدٍ وَبَيْنَ أَبِي مُوسَى فِي النَّارِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman Mu`ammal] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] yakni Ibnu Salamah, Telah menceritakan kepada kami ['Ashim] dari [Abu wa`il] dari [Abu Musa] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdo'a: "Jadikanlah kedudukan Ubaid Abu Amir di atas kebanyakan manusia pada hari kiamat." Maka Ubaid pun terbunuh pada hari 'Authas, lalu Abu Musa membunuh pembunuhnya Ubaid. Abu Wa`il berkata: "Dan saya mengharap bahwa Allah tidak akan menyatakan antara pembunuh Ubaid dan Abu Musa di dalam neraka."

  3. Musnad Ahmad #18863
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَن عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَن أَبِي بُرْدَةَ عَن أَبِي مُوسَى قَالَ لَقِيَ عُمَرُ أَسْمَاءَ بِنْتَ عُمَيْسٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا فَقَالَ نِعْمَ الْقَوْمُ أَنْتُمْ لَوْلَا أَنَّكُمْ سَبَقْتُمْ بِالْهِجْرَةِ وَنَحْنُ أَفْضَلُ مِنْكُمْ قَالَتْ كُنْتُمْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُ جَاهِلَكُمْ وَيَحْمِلُ رَاجِلَكُمْ وَفَرَرْنَا بِدِينِنَا فَقَالَتْ لَا أَنْتَهِي حَتَّى أَدْخُلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَتْ فَذَكَرَتْ مَا قَالَ لَهَا عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ لَكُمْ الْهِجْرَةُ مَرَّتَيْنِ هِجْرَتُكُمْ إِلَى الْحَبَشَةِ وَهِجْرَتُكُمْ إِلَى الْمَدِينَةِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman Abdullah bin Yazid] Telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dari [Adi bin Tsabit] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] ia berkata: Umar berjumpa dengan Asma` binti Umais radliallahu 'anhuma. Umar berkata: "Kalian adalah kaum yang paling enak, sekiranya kalian tidak lebih dahulu hijrah (ke Habasyah). Kami adalah lebih utama dari kalian." Asma`pun berkata: "Kalian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau mengajari orang-orang yang bodoh dari kalian, dan membantu perjalanan kalian. sementara kami lari untuk menyelamatkan agama kami." Asma` berkata lagi, "Saya tidak akan berhenti di sini sampai saya menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka Asma` pun menemui beliau dan menuturkan apa yang dikatakan Umar radliallahu 'anhu. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bahkan kalian mendapatkan pahala hijrah dua kali. Hijrah kalian ke negeri Habasyah dan hijrah kalian ke Madinah."

  4. Musnad Ahmad #18864
    Detail

    حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَن لَيْثِ بْنِ أَبِي سُلَيْمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ زَمَنَ الْحَجَّاجِ يُحَدِّثُ عَن أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ رَأَى جِنَازَةً يُسْرِعُونَ بِهَا فَقَالَ لِتَكُنْ عَلَيْكُمْ السَّكِينَةُ

    Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Laits bin Abu Sulaim] ia berkata: saya mendengar [Abu Burdah] pada zaman Hajjaj menceritakan dari [Abu Musa] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanya: Suatu ketika beliau melihat jenazah yang orang-orang mengusungnya dengan tergesa-gesa, maka beliau bersabda: "Hendaknya kalian membawanya dengan tenang."

  5. Musnad Ahmad #18865
    Detail

    حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ مَالِكٍ أَبُو جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ كُلَيْبٍ عَن أَبِي بُرْدَةَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أَبِي مُوسَى فِي بَيْتِ ابْنَةِ أُمِّ الْفَضْلِ فَعَطَسْتُ وَلَمْ يُشَمِّتْنِي وَعَطَسَتْ فَشَمَّتَهَا فَرَجَعْتُ إِلَى أُمِّي فَأَخْبَرْتُهَا فَلَمَّا جَاءَهَا قَالَتْ عَطَسَ ابْنِي عِنْدَكَ فَلَمْ تُشَمِّتْهُ وَعَطَسَتْ فَشَمَّتَّهَا فَقَالَ إِنَّ ابْنَكِ عَطَسَ فَلَمْ يَحْمَدْ اللَّهَ تَعَالَى فَلَمْ أُشَمِّتْهُ وَإِنَّهَا عَطَسَتْ فَحَمَدَتْ اللَّهَ تَعَالَى فَشَمَّتُّهَا وَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتُوهُ وَإِنْ لَمْ يَحْمَدْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَلَا تُشَمِّتُوهُ فَقَالَتْ أَحْسَنْتَ أَحْسَنْتَ

    Telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Malik Abu Ja'far] Telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin Kulaib] dari [Abu Burdah] ia berkata: Aku menemui [Abu Musa] di rumah anak wanitanya yaitu Ummul Fadhl. Kemudian aku bersin namun ia tidak men-tasymit-ku (mendo'akan "YARHAMUKALLAH"), sementara ketika anak wanita Ummul Fadhl bersin dia langsung men-tasymit-nya. Maka aku kembali menemui ibuku dan menuturkan hal itu padanya. Ketika dia pulang, ibuku berkata kepadanya, "Mengapa ketika anakku bersin kamu tidak do'akan, sementara ketika anak wanita Ummul Fadhl bersin kamu do'akan?" Abu Musa menjawab, "Ketika anakmu bersin, ia tidak mengucapkan, 'ALHAMDULILLAH (Segala puji bagi Allah), tetapi ketika anak wanita itu bersin, ia mengucapkan, 'ALHAMDULILLAH' maka aku pun mendo'akannya. Demikian itu, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bersin, lalu ia memuji Allah, maka do'akanlah dia (Tasymit). Dan apabila ada yang bersin tidak mengucapkan, 'ALHAMDULILLAH', maka janganlah kalian mendo'akannya." Maka Ibuku pun berkata: "Kamu telah berbuat benar."

  6. Musnad Ahmad #18866
    Detail

    حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ قَالَ ثَنَا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَن الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَن أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ دُنْيَاهُ أَضَرَّ بِآخِرَتِهِ وَمَنْ أَحَبَّ آخِرَتَهُ أَضَرَّ بِدُنْيَاهُ فَآثِرُوا مَا يَبْقَى عَلَى مَا يَفْنَى

    Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi] ia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] yakni Ibnu Ja'far, ia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Amru] dari [Al Muthallib bin Abdullah] dari [Abu Musa Al Asy'ari] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang lebih mencintai dunianya maka itu akan membahayakan akhiratnya, dan barangsiapa yang lebih mencintai akhiratnya maka itu akan membahayakan dunianya, maka dahulukanlah sesuatu yang kekal dari pada sesuatu yang fana (yang akan sirna)."

  7. Musnad Ahmad #18867
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ الْخُزَاعِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَن عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَن الْمُطَّلِبِ عَن أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ دُنْيَاهُ أَضَرَّ بِآخِرَتِهِ وَمَنْ أَحَبَّ آخِرَتَهُ أَضَرَّ بِدُنْيَاهُ فَآثِرُوا مَا يَبْقَى عَلَى مَا يَفْنَى

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah Al Khuza'i] ia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Abdul 'Aziz bin Muhamamd] dari [Amru bin Abu Amru] dari [Al Muthallib] dari [Abu Musa Al Asy'ari] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang lebih mencintai dunianya, itu akan membahayakan akhiratnya, dan barangsiapa yang lebih mencintai akhiratnya maka itu akan membahayakan dunianya, maka dahulukanlah sesuatu yang kekal dari pada sesuatu yang fana (yang akan sirna)."

  8. Musnad Ahmad #18868
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَن سَعِيدِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَن أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا وَأَبَا مُوسَى إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ بَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَتَطَاوَعَا وَلَا تَخْتَلِفَا قَالَ فَكَانَ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا فُسْطَاطًا يَكُونُ فِيهِ يَزُورُ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ أَظُنُّهُ عَن أَبِي مُوسَى

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sa'id bin Abu Burdah] dari [bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam megutus Mu'adz dan Abu Musa ke Yaman. Maka beliau pun berpesan kepada keduanya: "Berilah kabar gembira dan janganlah kalian menakuti-nakuti. Permudahlah mereka dan janganlah kalian menyusahkan mereka. Hendaklah kalian selalu bersatu dan jangan berselisih." Untuk keduanya mendapat masing-masing satu tenda, sehingga keduanya dapat saling mengunjungi temannya. Abu Abdurrahman berkata: "Saya menyangkanya dari Abu Musa."

  9. Musnad Ahmad #18869
    Detail

    حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَن زَائِدَةَ عَن عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَن أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى عَن أَبِي مُوسَى قَالَ مَرِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاشْتَدَّ مَرَضُهُ فَقَالَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ يُصَلِّ بِالنَّاسِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجُلٌ رَقِيقٌ مَتَى يَقُومُ مَقَامَكَ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ فَقَالَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَإِنَّكُنَّ صَوَاحِبَاتُ يُوسُفَ فَأَتَاهُ الرَّسُولُ فَصَلَّى أَبُو بَكْرٍ بِالنَّاسِ فِي حَيَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ قَالَ ثَنَا زَائِدَةُ قَالَ ثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ يَعْنِي ابْنَ عُمَيْرٍ عَن أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى عَن أَبِيهِ قَالَ مَرِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ فَذَكَرَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Ali] dari [Za`idah] dari [Abdul Malik bin Umair] dari [Abu Burdah bin Abu Musa] dari Abu Musa ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sakit dan sakit yang dirasakannya itu semakin parah, maka beliau pun bersabda: "Suruhlah Abu Bakar agar ia mengimami shalat bersama orang-orang." Aisyah berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu bakar hatinya sangat lunak, dia tidak bisa menggantikanmu untuk mengimami manusia." Maka beliau bersabda lagi: "Perintahkan Abu bakar Agar dia shalat bersama manusia. Kalian ini seperti saudara-saudara Yusuf aja (maksudnya, suka membantah)." Maka Rasul pun mendatanginya. Sehingga Abu Bakar mengimami para sahabat ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masih hidup. Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] bekas budak Bani Hasyim, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Za`idah] ia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik] yakni Ibnu Umair, dari [Abu Burdah bin Abu Musa] dari [bapaknya] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sakit, maka beliau pun bersabda: "Suruhlah Abu Bakar untuk shalat bersama sahabat." Ia pun menyebut hadisnya.

  10. Musnad Ahmad #18870
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو بُرْدَةَ عَن أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى ظَهْرِ الدَّابَّةِ فِي السَّفَرِ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Ashim] ia berkata telah menceritakan kepadaku [Yunus bin Harits] ia berkata: telah menceritakan kepadaku [Abu Burdah] dari [Abu Musa] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Shalat diatas kendaraan saat bepergian adalah seperti ini, ini dan begini." (memberi isyarat dengan kepala dan tangan tetap di dada).