Musnad Ahmad مسند أحمد

18721–18730 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #18721
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِي مُوسَى وَعَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ أَبُو مُوسَى أَلَمْ تَسْمَعْ لِقَوْلِ عَمَّارٍ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدْ الْمَاءَ فَتَمَرَّغْتُ فِي الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ثُمَّ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ وَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى الْأَرْضِ ثُمَّ مَسَحَ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بِصَاحِبَتِهَا ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ لَمْ يُجِزْ الْأَعْمَشُ الْكَفَّيْنِ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] ia berkata: Aku duduk bersama Abu Musa dan Abdullah. Kemudian Abu Musa berkata: Tidakkah kalian telah mendengar perkataan Ammar: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengutusku untuk suatu urusan. Kemudian saya junub dan tidak mendapatkan air. Sehingga aku berguling-guling diatas hamparan tanah sebagaimana bergulingnya binatang. Setelah itu, saya mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Ammar pun menuturkan hal itu kepada beliau. Maka beliau pun bersabda: "Sesungguhnya cukup kau katakan, Kemudian beliau (mendemontrasikannya dengan cara) menepukkan kedua tangannya di atas hamparan tanah, dan masing-masing tangan mengusap tangan yang lain, lalu beliau mengusapkan keduanya pada wajah." Al A'masy memperkenankan dua telapak tangan.

  2. Musnad Ahmad #18722
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَيُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَيُقَاتِلُ رِيَاءً فَأَيُّ ذَلِكَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abu Musa] ia berkata: Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut Anda mengenai seorang laki-laki yang berperang agar disebut sebagai pemberani, berperang karena ta'ashub dan berperang karena riya`, manakah yang termasuk di jalan Allah?" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Siapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka dialah yang berada di jalan Allah."

  3. Musnad Ahmad #18723
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا وَأَبَا مُوسَى إِلَى الْيَمَنِ فَأَمَرَهُمَا أَنْ يُعَلِّمَا النَّاسَ الْقُرْآنَ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] dari [Thalhah bin Yahya] ia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Abu Burdah] dari [Abu Musa] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus Mu'adz dan Abu Musa ke negeri Yaman. Maka beliau memerintahkan kepada keduanya untuk mengajarkan Al Qur'an kepada masyarakat.

  4. Musnad Ahmad #18724
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا بُرَيْدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ إِذَا مَرَّ أَحَدُكُمْ بِالنَّبْلِ فِي مَسَاجِدِنَا أَوْ أَسْوَاقِنَا فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى مَشَاقِصِهَا لَا يَعْقِرْ أَحَدًا

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] Telah menceritakan kepada kami [Buraid bin Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Burdah] dari [Abu Musa] ia berkata: "Jika salah seorang dari kalian lewat di dalam masjid-masjid kami atau pasar-pasar kami dengan membawa anak panah, maka hendaklah ia memegang ujungnya, hingga ia tidak melukai seseorang."

  5. Musnad Ahmad #18725
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا بُرَيْدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ تَعَاهَدُوا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنْ أَحَدِكُمْ مِنْ الْإِبِلِ مِنْ عُقُلِهِ قَالَ أَبُو أَحْمَدَ قُلْتُ لِبُرَيْدٍ هَذِهِ الْأَحَادِيثُ الَّتِي حَدَّثْتَنِي عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنْ لَا أَقُولُ لَكَ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] Telah menceritakan kepada kami [Buraid bin Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Burdah] dari [Abu Musa] ia berkata: "Peganglah dengan kuat Al Qur'an ini, Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sungguh dia lebih cepat hilangnya daripada Unta dari ikatannya." Abu Ahmad berkata: Saya berkata kepada Buraid, "Apakah hadits-hadits yang Anda sampaikan kepadaku dari Abu Burdah dari Abu Musa adalah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?" Ia menjawab, "Ya. Hadits-hadits itu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, namun saya tidak mengatakannya kepadamu."

  6. Musnad Ahmad #18726
    Detail

    حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيُّ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى الْفُضَيْلِ بْنِ مَيْسَرَةَ حَدِيثَ أَبِي حَرِيزٍ أَنَّ أَبَا بُرْدَةَ حَدَّثَهُ قَالَ أَوْصَى أَبُو مُوسَى حِينَ حَضَرَهُ الْمَوْتُ فَقَالَ إِذَا انْطَلَقْتُمْ بِجِنَازَتِي فَأَسْرِعُوا الْمَشْيَ وَلَا يَتَّبِعُنِي مُجَمَّرٌ وَلَا تَجْعَلُوا فِي لَحْدِي شَيْئًا يَحُولُ بَيْنِي وَبَيْنَ التُّرَابِ وَلَا تَجْعَلُوا عَلَى قَبْرِي بِنَاءً وَأُشْهِدُكُمْ أَنَّنِي بَرِيءٌ مِنْ كُلِّ حَالِقَةٍ أَوْ سَالِقَةٍ أَوْ خَارِقَةٍ قَالُوا أَوَسَمِعْتَ فِيهِ شَيْئًا قَالَ نَعَمْ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir bin Sulaiman At Taimi] ia berkata: saya telah membacakan kepada [Al Fudlail bin Maisarah] yaitu hadits [Abu Hariz], bahwa [Abu Burdah] telah menceritakan kepadanya, ia berkata: [Abu Musa] berwasiat ketika ia sakarat hendak meninggal dunia. Ia berkata: "Jika kalian berangkat mengusung jenazahku, maka percepatlah langkah kalian. Jangan sampai ada Mujammar (wadah yang berisi bara dan dupa) yang menyertaiku. Dan janganlah kalian meletakkan dalam lahadku sesuatu pun yang dapat menghalangi antara jasadku dan tanah. Jangan pula kalian membangun sesuatu pun di atas kuburanku. Dan saya bersaksi kepada kalian, sesungguhnya saya berlepas diri dari setiap Haliqah (wanita yang mencukur rambutnya karena musibah yang menimpa), Saliqah (wanita meraung-raung ketika tertimpa musibah) dan Khaliqah (wanita yang merobek-robek bajunya ketika tertimpa musibah)." Mereka pun bertanya, "Apakah Anda telah mendengar hal itu?" Ia menjawab, "Ya, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

  7. Musnad Ahmad #18727
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَدِمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِالْبَطْحَاءِ فَقَالَ بِمَ أَهْلَلْتَ فَقُلْتُ بِإِهْلَالٍ كَإِهْلَالِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلْ سُقْتَ مِنْ هَدْيٍ قُلْتُ لَا قَالَ طُفْ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ ثُمَّ حِلَّ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Qais bin Muslim] dari [Thariq bin Syihab] dari [Abu Musa] ia berkata: Saya menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang saat itu berada di Bathha`. Maka beliau pun bertanya, "Dengan bacaan apa kamu mengucapkan Ihlal (niat masuk haji)?" saya menjawab, "Dengan Ihlal sebagaimana Ihlal-nya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." Kemudian beliau bertanya lagi: Apakah kamu telah menyembelih Hady (hewan kurban)?" saya menjawab, "Tidak." Beliau bersabda: "Pergi dan lakukanlah thawaf di Ka'bah dan Sa'i antara Shafa dan Marwah lalu bertahallullah."

  8. Musnad Ahmad #18728
    Detail

    حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ ثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ أَبَا مُوسَى الْأَشْعَرِيَّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ مُرٌّ طَعْمُهَا وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ مُرٌّ طَعْمُهَا وَلَا رِيحَ لَهَا

    Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] ia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] bahwa [Abu Musa Al Asy'ari] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an adalah seperti buah limau, rasanya enak dan baunya juga wangi. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur`an laksana buah kurma, rasanya enak, namun baunya tidak semerbak. Sementara perumpamaan orang yang fajir yang membaca Al Qur'an adalah laksana buah Raihanah, rasanya pahit tapi harum wanginya. Sedangkan perumpamaan orang fajir yang tidak membaca Al Qur`an laksana buah Hanzhalah, rasa pahit dan baunya juga tak sedap."

  9. Musnad Ahmad #18729
    Detail

    حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ غَالِبٍ التَّمَّارِ قَالَ سَمِعْتُ مَسْرُوقَ بْنَ أَوْسٍ أَوْ أَوْسَ بْنَ مَسْرُوقٍ رَجُلًا مِنْ بَنِي يَرْبُوعٍ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا مُوسَى الْأَشْعَرِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَصَابِعُ سَوَاءٌ فَقُلْتُ لِغَالِبٍ عَشْرٌ عَشْرٌ فَقَالَ نَعَمْ

    Telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ghalib At Tammar] ia berkata: saya mendengar [Masruq bin Aus] atau Aus bin Masruq, yaitu seorang laki-laki dari Bani Yarbu', menceritakan bahwa ia mendengar [Abu Musa Al Asy'ari] menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "(Diat) jari-jemari itu sama." Kemudian aku bertanya, "Apakah untuk setiap darinya adalah sepuluh (Unta)?" Ia menjawab: "Ya."

  10. Musnad Ahmad #18730
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو نُوحٍ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ مُوسَى بْنِ مَيْسَرَةَ عَن سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Nuh] telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Musa bin Maisarah] dari [Sa'id bin Abu Hind] dari [Abu Musa Al Asy'ari] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang bermain dadu, maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya."