Musnad Ahmad مسند أحمد

18631–18640 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #18631
    Detail

    حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ رَجُلٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَالَ بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُ خَيْلًا وَعِنْدَهُ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنِ بْنِ حُذَيْفَةَ بْنِ بَدْرٍ الْفَزَارِيُّ فَقَالَ لِعُيَيْنَةَ أَنَا أَبْصَرُ بِالْخَيْلِ مِنْكَ فَقَالَ عُيَيْنَةُ وَأَنَا أَبْصَرُ بِالرِّجَالِ مِنْكَ قَالَ فَكَيْفَ ذَاكَ قَالَ خِيَارُ الرِّجَالِ الَّذِينَ يَضَعُونَ أَسْيَافَهُمْ عَلَى عَوَاتِقِهِمْ وَيَعْرِضُونَ رِمَاحَهُمْ عَلَى مَنَاسِجِ خُيُولِهِمْ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ قَالَ كَذَبْتَ خِيَارُ الرِّجَالِ رِجَالُ أَهْلِ الْيَمَنِ وَالْإِيمَانُ يَمَانٍ وَأَنَا يَمَانٍ وَأَكْثَرُ الْقَبَائِلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الْجَنَّةِ مَذْحِجٌ وحَضْرَمَوْتُ خَيْرٌ مِنْ بَنِي الْحَارِثِ وَمَا أُبَالِي أَنْ يَهْلِكَ الْحَيَّانِ كِلَاهُمَا فَلَا قِيلَ وَلَا مُلْكَ إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَعَنَ اللَّهُ الْمُلُوكَ الْأَرْبَعَةَ جَمَدَاءَ وَمِشْرَخَاءَ وَمِخْوَسَاءَ وَأَبْضَعَةَ وَأُخْتَهُمْ الْعَمَرَّدَةَ

    Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Yazid bin Jabir] dari [seorang laki-laki] dari [Amru bin Abasah] ia berkata: Suatu kali Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam membawa seekor kuda sedang disisinya ada 'Uyainah bin Mihshan bin hudzaefah bin badar alfizari. Lantas Rasul katakana kepada 'Uyainah 'Aku adalah lebih paham terhadap kuda daripada kamu." Lantas 'Uyainah mengatakan 'Sedang aku lebih paham terhadap ppasukan pejalan kaki daripadamu." Bagaimana itu bisa terjadi '" Tanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam. 'Uyainah menjawab: Sebaik-baik pasukan pejalan kaki adalah yang meletakkan pedang mereka diatas pundaknya, dan memamerkan tombaknya di pangkal paha kudanya dari penduudk Nejed. Nabi katakana "Engkau dusta, sebaik-bnaik pasukan pejalan kaki adalah pejalan kaki penduduk yaman, dan iman tertanam pada penduduk yaman, dan aku juga dinisbatkan ke Yaman, dan kabilah mayoritas penghuni surga adalah madzhij, dan Hadhramaut lebih baik daripada bani harits, saya tak peduli jika bani hayyan binasa dan tak ada cerita lagi. Dan tak ada kerajaan selain milik Allah 'azza wajalla, dan Allah melaknat raja-raja berempat, jamada', Misyraha, Mikhwasa, dan Abdha'a, san saudara mereka 'Amarradah.

  2. Musnad Ahmad #18632
    Detail

    حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا حُصَيْنٌ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ صَيْفِيٍّ الْأَنْصَارىِّ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ أَصُمْتُمْ يَوْمَكُمْ هَذَا فَقَالَ بَعْضُهُمْ نَعَمْ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا قَالَ فَأَتِمُّوا بَقِيَّةَ يَوْمِكُمْ هَذَا وَأَمَرَهُمْ أَنْ يُؤْذِنُوا أَهْلَ الْعَرُوضِ أَنْ يُتِمُّوا يَوْمَهُمْ ذَلِكَ

    Telah menceritakan kepada kami [Husyain] telah mengabarkan kepada kami [Hushain] dari [Asy Sya'bi] dari [Muhammad bin Shaifi Al Anshari] ia berkata: Pada hari 'Asyuraa` Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menemui kami, kemudian beliau bertanya: "Apakah kalian berpuasa pada hari ini?" Sebagian mereka menjawab: "Ya." Dan sebagian yang lain menjawab, "Tidak." Beliau bersabda: "Sempurnakanlah puasa dari sisa hari kalian ini." Lalu beliau memerintahkan mereka untuk mngumumkan kepada penduduk 'Arudh (penduduk Makkah dan Madinah) agar mereka menyempurnakan puasa pada hari itu.

  3. Musnad Ahmad #18633
    Detail

    حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ عَمِّهِ يَزِيدَ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا وَرَدْنَا الْبَقِيعَ إِذَا هُوَ بِقَبْرٍ جَدِيدٍ فَسَأَلَ عَنْهُ فَقِيلَ فُلَانَةُ فَعَرَفَهَا فَقَالَ أَلَا آذَنْتُمُونِي بِهَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كُنْتَ قَائِلًا صَائِمًا فَكَرِهْنَا أَنْ نُؤْذِنَكَ فَقَالَ لَا تَفْعَلُوا لَا يَمُوتَنَّ فِيكُمْ مَيِّتٌ مَا كُنْتُ بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ أَلَا آذَنْتُمُونِي بِهِ فَإِنَّ صَلَاتِي عَلَيْهِ لَهُ رَحْمَةٌ قَالَ ثُمَّ أَتَى الْقَبْرَ فَصَفَّنَا خَلْفَهُ وَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا

    Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Utsman bin Hakim Al Anshari] dari [Kharijah bin Zaid] dari [pamannya] yakni Yazid bin Tsabit, ia berkata: Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika kami melewati Baqi' beliau melihat ada sebuah kuburan baru, maka beliau menanyakannya. Kemudian disampaikan bahwa itu si Fulanah, dan beliau ternyata mengenalnya. Maka beliau bersabda: "Mengapa kalian tidak memberitahukan aku (tentang kematiannya)?" para sahabat menjawab, "Ya Rasulallah, ketika itu Anda sedang sedang Qailulah (tidur siang) dan berpuasa, sehingga kami enggan untuk memberitahukanmu." Beliau bersabda: "Jangan demikian. Dan janganlah sekali-kali salah seorang di antara ada yang mati sedang saya masih berada ditengah-tengah kalian, kemudian kalian tidak memberitahukanku. Sebab shalat-ku atasnya adalah rahmat." Akhirnya beliau mendatangi kubur tadi dan membariskan kami dibelakangnya lalu beliau takbir dengan empat kali takbir.

  4. Musnad Ahmad #18634
    Detail

    حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ حَكِيمٍ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ عَمِّهِ يَزِيدَ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّهُ كَانَ جَالِسًا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَصْحَابِهِ فَطَلَعَتْ جِنَازَةٌ فَلَمَّا رَآهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَارَ وَثَارَ أَصْحَابُهُ مَعَهُ فَلَمْ يَزَالُوا قِيَامًا حَتَّى نَفَذَتْ قَالَ وَاللَّهِ مَا أَدْرِي مِنْ تَأَذٍّ بِهَا أَوْ مِنْ تَضَايُقِ الْمَكَانِ وَلَا أَحْسِبُهَا إِلَّا يَهُودِيًّا أَوْ يَهُودِيَّةً وَمَا سَأَلْنَا عَنْ قِيَامِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Utsman] yakni Ibnu Hakim, dari [Kharijah bin Zaid] dari [pamannya] yakni Yazid bin Tsabit, bahwa ia pernah duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beserta para sahabatnya. Kemudian muncullah sekelompok orang yang sedang mengusung jenazah. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihatnya, beliau minggir seraya berdiri yang diikuti oleh para sahabat, mereka tetap dalam keadaan berdiri hingga para pengusung janazah tersebut berlalu. Yazid bin Tsabit berkata: "Aku tidak tahu (sebab Rasul berdiri), apakah karena khawatir kami menyakiti jenazah, ataukah karena sempitnya tempat itu. Dan saya duga, beliau lakukan demikian tidak lain kecuali itu adalah jenazah seorang wanita Yahudi. Dan kami tidak bertanya sebab berdirinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

  5. Musnad Ahmad #18635
    Detail

    حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شَرِيدٍ عَنْ أَبِيهِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ مَرَّ بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا جَالِسٌ هَكَذَا وَقَدْ وَضَعْتُ يَدِي الْيُسْرَى خَلْفَ ظَهْرِي وَاتَّكَأْتُ عَلَى أَلْيَةِ يَدِي فَقَالَ أَتَقْعُدُ قَعْدَةَ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ

    Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Bahr] Telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Ibrahim bin Maisarah] dari [Amru bin Syarid] dari [bapaknya, Asy Syarid] bin Suwaid, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melintas didepanku sementara aku sedang duduk dengan posisi tangan kiri dibelakang punggungku dan aku bersandar kepada jempol tanganku, lalu beliau berkata kepadaku: "Apakah kamu duduk dengan cara duduknya AL MAGDHUUBI 'ALAIHIM (orang yang dimurkai Allah)?"

  6. Musnad Ahmad #18636
    Detail

    حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنِ الشَّرِيدِ أَنَّ أُمَّهُ أَوْصَتْ أَنْ يُعْتِقُوا عَنْهَا رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ عِنْدِي جَارِيَةٌ سَوْدَاءُ نُوبِيَّةٌ فَأُعْتِقُهَا عَنْهَا فَقَالَ ائْتِ بِهَا فَدَعَوْتُهَا فَجَاءَتْ فَقَالَ لَهَا مَنْ رَبُّكِ قَالَتْ اللَّهُ قَالَ مَنْ أَنَا قَالَتْ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ

    Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Amru] dari [Abu Salamah] dari [Asy Syarid] bahwa ibunya telah berwasiat agar mereka memerdekakan untuknya seorang budak wanita mukminah. Maka ia pun menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan ia berkata: "Saya memiliki seorang budak wanita hitam Nubiyyah, apakah dia yang saya bebaskan?" beliau bersabda: "Datangkanlah ia kemari." Budak wanita itu pun datang dan beliau langsung bertanya: "Siapakah Rabb-mu?" ia menjawab, "Allah." Beliau bertanya lagi: "Siapakah saya?" ia menjawab: "Anda adalah Rasulullah." Beliau bersabda: "Merdekakanlah wanita itu, karena ia adalah seorang wanita mukminah."

  7. Musnad Ahmad #18637
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا وَبْرُ بْنُ أَبِي دُلَيْلَةَ شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ الطَّائِفِ عَنِ مُحَمَّدِ بْنِ مَيْمُونِ بْنِ مُسَيْكَةَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ خَيْرًا عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوبَتَهُ قَالَ وَكِيعٌ عِرْضُهُ شِكَايَتُهُ وَعُقُوبَتُهُ حَبْسُهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Wabr bin Abu Dulailah] yakni seorang syaikh dari Tha`if, dari [Muhammad bin Maimun bin Musaikah] -ia pun memujinya dengan kebaikan- dari [Amru bin Syarid] dari [bapaknya] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Penangguhan (hutang) seorang yang mampu, menghalalkan kehormatan dan hukumannya." Waki' berkata: Kehormatannya adalah diadukan (kepada hakim) sedangkan hukumannya adalah dipenjara.

  8. Musnad Ahmad #18638
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْلَى بْنِ كَعْبٍ الثَّقَفِيَّ الطَّائِفِيَّ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ الشَّرِيدِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ اسْتَنْشَدَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ شِعْرِ أُمَيَّةَ بْنِ أَبِي الصَّلْتِ فَأَنْشَدْتُهُ فَكُلَّمَا أَنْشَدْتُهُ بَيْتًا قَالَ هِيَ حَتَّى أَنْشَدْتُهُ مِائَةَ قَافِيَةٍ فَقَالَ إِنْ كَادَ لَيُسْلِمُ

    Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah] yakni Ibnu Abdurrahman bin Ya'la bin Ka'ab Ats Tsaqafi Ath Tha`ifi ia berkata: saya mendengar [Amru bin Rasyid] menceritakan dari [bapaknya] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memintaku untuk mengumandangkan syair Umayyah bin Abu Shalt, lalu aku pun membacakannya. Dan setiap kali satu bait, beliau bergumam: "Benar, memang." hingga aku selesai membaca seratus bait. Dan beliau pun bersabda: "Hampir saja ia memeluk Islam."

  9. Musnad Ahmad #18639
    Detail

    حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَيْسَرَةَ عَنْ عَمْرٍو عَنِ الشَّرِيدِ أَنَّهُ سَمِعَهُ يُخْبِرُهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا وَجَدَ الرَّجُلَ رَاقِدًا عَلَى وَجْهِهِ لَيْسَ عَلَى عَجُزِهِ شَيْءٌ رَكَضَهُ بِرِجْلِهِ وَقَالَ هِيَ أَبْغَضُ الرِّقْدَةِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

    Telah menceritakan kepada kami [Makki bin Ibrahim] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] ia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Ibrahim bin Maisarah] dari [Amru bin Asy Syarid] dari Asy Syarid bahwa ia mendengarnya mengabarkan kepadanya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanya: Bila beliau mendapatkan seseorang yang sedang tidur dengan menelungkupkan wajahnya, dengan pantat tidak diselimuti kain yang bisa disepaknya dengan kaki, beliau bersabda: "Itu adalah posisi tidur yang paling dibenci Allah 'azza wajalla."

  10. Musnad Ahmad #18640
    Detail

    حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ الثَّقَفِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ جَارُ الدَّارِ أَحَقُّ بِالدَّارِ مِنْ غَيْرِهِ

    Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah mengabarkan kepada kami [Qatadah] dari [Amru bin Syu'aib] dari [Asy Syarid bin Suwaid Ats Tsaqafi] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tetangga rumah lebih berhak untuk ditawari membeli rumah (hak syuf'ah) dari pada yang lainnya."