Musnad Ahmad مسند أحمد

18501–18510 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #18501
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ أَوَّلُ مَنْ أَسْلَمَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّخَعِيِّ فَأَنْكَرَهُ وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ أَوَّلُ مَنْ أَسْلَمَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Amru bin Murrah] dari [Abu Hamzah] dari [Zaid bin Arqam] ia berkata: "Yang pertama kali memeluk Islam bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Ali bin Abu Thalib." Maka saya pun menuturkan hal itu kepada [An Nakha'i], namun ia mengingkarinya dan berkata: "Abu Bakar adalah orang yang pertama kali memeluk Islam bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

  2. Musnad Ahmad #18502
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ نَافِعٍ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ دِينَارٍ يَذْكُرُ عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ وَالْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ كَانَا شَرِيكَيْنِ فَاشْتَرَيَا فِضَّةً بِنَقْدٍ وَنَسِيئَةً فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُمَا أَنَّ مَا كَانَ بِنَقْدٍ فَأَجِيزُوهُ وَمَا كَانَ بِنَسِيئَةٍ فَرُدُّوهُ

    Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Bukair] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Nafi'] ia berkata: saya mendengar [Amru bin Dinar] menyebutkan dari [Abu Minhal] bahwa Zaid bin Arqam dan Al Baraa` bin Azib Radiallahu 'Anhum, dua orang yang saling berserikat. Kemudian mereka berdua membeli perak secara kontan dan nasi`ah (pembayarannya ditangguhkan hingga waktu tertentu). Maka hal itu pun sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau memerintahkan keduanya bahwa yang dibayar secara kontan, maka boleh, sedangkan yang secara nasi`ah (ditangguhkan, bayar belakangan), kembalikanlah.

  3. Musnad Ahmad #18503
    Detail

    حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَنَفَسٍ لَا تَشْبَعُ وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَدَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا قَالَ فَقَالَ زَيْدُ بْنُ أَرْقَمَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَاهُنَّ وَنَحْنُ نُعَلِّمُكُمُوهُنَّ

    Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] Telah menceritakan kepada kami [Ashim Al Ahwal] dari [Abdullah bin Harits] dari [Zaid bin Arqam] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berdo'a: "ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL 'AJZI WAL KASALI, WAL HARAMI WAL JUBNI WAL BUKHLI WA 'ADZAABIL QABRI, ALLAHUMMA `AATI NAFSII TAQWAAHAA WA ZAKKIHAA ANTA KHAIRU MAN ZAKKAAHAA, ANTA WALIYYUHAA WA MAULAAHAA. ALLAHUMMA INNII `A'UUDZU BIKA MIN QALBIN LAA YAKHSYA' WA NAFSIN LAA TASYBA' WA 'ILMIN LAA TANFA' WA DA'WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA (Ya Allah, aku berlindung pada-Mu daripada kelemahan, kemalasan, kepikunan, sifat pengecut, bakhil dan dari siksa kubur. Ya Allah, karuniakanlah hatiku ketakwaan, sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik Dzat yang mensucikannya, Engkaulah walinya (Penolongnya). Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari hati yang tak pernah khyusu', nafsu yang tak pernah puas, ilmu tidak bermanfaat dan do'a yang tidak pernah terkabulkan)." Zaid bin Arqam berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan do'a itu pada kami, dan kami mengajarkannya kepada kalian.

  4. Musnad Ahmad #18504
    Detail

    حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حَمْزَةَ أَنَّهُ سَمِعَ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَنَزَلْنَا مَنْزِلًا فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ مَا أَنْتُمْ بِجُزْءٍ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ جُزْءٍ مِمَّنْ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ مِنْ أُمَّتِي قَالَ كَمْ كُنْتُمْ يَوْمَئِذٍ قَالَ سَبْعَ مِائَةٍ أَوْ ثَمَانِ مِائَةٍ

    Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata: [Amru bin Murrah] telah mengabarkan kepadaku, ia berkata: saya mendengar [Abu Hamzah] bahwa ia mendengar [Zaid bin Arqam] berkata: Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Lalu kami singgah di suatu rumah. Kemudian saya mendengar beliau bersabda: "Jumlah kalian belum mencapai satu bagian dari seratus ribu bagian dari umatku yang akan memasuki Haudl (telaga)." Saya pun bertanya kepada Yazid, "Dan berapa jumlah kalian pada hari itu?" ia menjawab, "Jumlah kami saat itu tujuh ratus atau delapan ratus orang."

  5. Musnad Ahmad #18505
    Detail

    حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْمِنْهَالِ قَالَ سَأَلْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ وَزَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ عَنْ الصَّرْفِ فَهَذَا يَقُولُ سَلْ هَذَا فَإِنَّهُ خَيْرٌ مِنِّي وَأَعْلَمُ وَهَذَا يَقُولُ سَلْ هَذَا فَهُوَ خَيْرٌ مِنِّي وَأَعْلَمُ قَالَ فَسَأَلْتُهُمَا فَكِلَاهُمَا يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْوَرِقِ بِالذَّهَبِ دَيْنًا وَسَأَلْتُ هَذَا فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْوَرِقِ بِالذَّهَبِ دَيْنًا

    Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepada kami [Habib bin Abu Tsabit] ia berkata: saya mendengar [Abu Minhal] berkata: saya bertanya kepada [Al Baraa` bin Azib] dan [Zaid bin Arqam] tentang Ash Sharf. Maka Al Baraa' berkata: "Bertanyakah kepada ini (Zaid), karena ia adalah lebih baik dan lebih tahu daripada aku." Dan Zaid pun berkata: "Tanyakanlah kepada Al Baraa`, karena ia adalah lebih baik dan lebih tahu, dariku." Akhirnya, saya bertanya kepada keduanya, keduanya pun menjawab: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang jual beli Wariq (uang dirham) dengan emas secara hutang." Kemudian saya bertanya kepada orang ini, ia pun menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang jual beli Wariq dengan emas secara hutang."

  6. Musnad Ahmad #18506
    Detail

    حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا قَيْسٌ عَنْ عَطَاءٍ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ يَا زَيْدُ بْنَ أَرْقَمَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُهْدِيَ لَهُ عُضْوُ صَيْدٍ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَلَمْ يَقْبَلْهُ قَالَ بَلَى

    Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah mengabarkan kepada kami [Qais] dari [Atha`] bahwa [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu berkata: "Wahai [Zaid bin Arqam], bukankah Anda mengetahui, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah diberi hadiah berupa daging hewan buruan sementara beliau sedang ihram, sehingga beliau tidak menerimanya?" ia menjawab, "Ya."

  7. Musnad Ahmad #18507
    Detail

    حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ أَخْبَرَنَا جَعْفَرٌ الْأَحْمَرُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ حَكِيمٍ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ عَلَى جِنَازَةٍ فَكَبَّرَ خَمْسًا ثُمَّ الْتَفَتَ فَقَالَ هَكَذَا كَبَّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin Amir] telah mengabarkan kepada kami [Ja'far Al Ahmar] dari [Abul Aziz bin Hakim] ia berkata: Saya pernah shalat Jenazah di belakang [Zaid bin Arqam], lalu ia pun bertakbir sebanyak lima kali takbir. Setelah itu, ia pun menoleh dan berkata: "Seperti inilah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam atau Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir."

  8. Musnad Ahmad #18508
    Detail

    حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ لَقِيتُ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ وَهُوَ دَاخِلٌ عَلَى الْمُخْتَارِ أَوْ خَارِجٌ مِنْ عِنْدِهِ فَقُلْتُ لَهُ أَسَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ الثَّقَلَيْنِ قَالَ نَعَمْ

    Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin Amir] Telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Utsman bin Al Mughirah] dari [Ali bin Rabi'ah] ia berkata: saya berjumpa dengan [Zaid bin Arqam]. Ia termasuk orang terpilih, atau ia baru saja meninggalkan darinya. Maka saya pun bertanya kepadanya, "Apakah Anda mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya, saya telah meninggalkan di tengah-tengah kalian Ats Tsaqalain (Kitabullah dan Ahlu baitnya).'?" Ia menjawab, "Ya (benar)."

  9. Musnad Ahmad #18509
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عُقْبَةَ الْمُحَلِّمِيِّ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ يَقُولُ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ يُعْطَى قُوَّةَ مِائَةِ رَجُلٍ فِي الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ وَالشَّهْوَةِ وَالْجِمَاعِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْيَهُودِ فَإِنَّ الَّذِي يَأْكُلُ وَيَشْرَبُ تَكُونُ لَهُ الْحَاجَةُ قَالَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاجَةُ أَحَدِهِمْ عَرَقٌ يَفِيضُ مِنْ جِلْدِهِ فَإِذَا بَطْنُهُ قَدْ ضَمُرَ

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Tsumamah bin Uqbah Al Muhallimi] ia berkata: saya mendengar [Zaid bin Arqam] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: " Penghuni surga diberi kekuatan seratus orang dalam hal, makan, minum, syahwat dan jima'." Kemudian berkatalah seorang laki-laki dari Yahudi, "Sesungguhnya orang yang makan dan minum, berati akan memiliki hajat (buang kotoran)." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda padanya: "Hajat (buang air) salah seorang dari mereka adalah keluarnya keringat dari kulit-kulit mereka. sehingga perutnya pun kembali mengecil."

  10. Musnad Ahmad #18510
    Detail

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ مَوْلَى لِبَنِي ثَعْلَبَةَ عَنْ قُطْبَةَ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَبَّ أَمِيرٌ مِنْ الْأُمَرَاءِ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَقَامَ زَيْدُ بْنُ أَرْقَمَ فَقَالَ أَمَا أَنْ قَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ سَبِّ الْمَوْتَى فَلِمَ تَسُبُّ عَلِيًّا وَقَدْ مَاتَ

    Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dari [Abu Ayyub] bekas budak Bani Tsa'labah, dari [Quthbah bin Malik] ia berkata: Seorang pemimpin dari para pemimpin mencela Ali radliallahu 'anhu. Maka berdirilah [Zaid bin Arqam] dan berkata: "Bukankah kamu telah mengetahui, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk mencacimaki orang yang telah meninggal. Kenapa kamu mencela Ali, sementara ia sendiri telah meninggal dunia."