Musnad Ahmad مسند أحمد

13941–13950 dari 26363

  1. Musnad Ahmad #13941
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ وَأَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَجِدْ نَعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ وَمَنْ لَمْ يَجِدْ إِزَارًا فَلْيَلْبَسْ سَرَاوِيلَ

    Telah bercerita kepada kami [Yahya bin 'Adam] dan [Abu An-Nadlr] telah bercerita kepada kami [Zuhair] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir bin Abdullah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang tidak mendapatkan dua sandal maka hendaklah ia memakai dua khuf (slop), dan barangsiapa yang tidak mendapatkan sarung maka hendaklah ia memakai celana".

  2. Musnad Ahmad #13942
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ نَهَى أَوْ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ حَتَّى تَطِيبَ

    Telah bercerita kepada kami [Abu An-Nadlr] telah bercerita kepada kami [Zuhair] telah bercerita kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kami juAl beli buah-buahan sampai bisa dimakan.

  3. Musnad Ahmad #13943
    Detail

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ وَأَبُو النَّضْرِ قَالَا حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ أَخْبَرَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ حَدَّثَنَا جَابِرٌ قَالَ اقْتَتَلَ غُلَامَانِ غُلَامٌ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَغُلَامٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ الْمُهَاجِرِيُّ يَا لَلْمُهَاجِرِينَ وَقَالَ الْأَنْصَارِيُّ يَا لَلْأَنْصَارِ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالُوا لَا وَاللَّهِ إِلَّا أَنَّ غُلَامَيْنِ كَسَعَ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ فَقَالَ لَا بَأْسَ لِيَنْصُرْ الرَّجُلُ أَخَاهُ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا فَإِنْ كَانَ ظَالِمًا فَلْيَنْهَهُ فَإِنَّهُ لَهُ نُصْرَةٌ وَإِنْ كَانَ مَظْلُومًا فَلْيَنْصُرْهُ

    Telah bercerita kepada kami [Yahya bin 'Adam] dan [Abu An-Nadlr] berkata: telah bercerita kepada kami [Zuhair] telah menghabarkan kepada kami [Abu Az Zubair] telah bercerita kepada kami [Jabir] berkata: Ada dua laki-laki yang saling bertengkar seorang dari Anshor dan seorang dari Muhajirin, maka orang Muhajirin berkata: Wahai orang Muhajirin! sementara orang Anshor berkata: Wahai orang Anshor! Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar dan bersabda: "Apakah (kalian masih melestarikan) kebanggaan-kebanggaan Jahiliyah?" Mereka berkata: "Demi Allah, tidak. Itu hanya dua orang, yang satu menyenggol lainnya". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak mengapa. Hendaklah seseorang menolong saudaranya yang dholim maupun didholimi, yang berbuat dlolim hendaklah ia mencegahnya karena sesungguhnya itu adalah pertolongan baginya sedangkan yang didholimi hendaklah ia menolongnya (melindunginya) ".

  4. Musnad Ahmad #13944
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَطَبَ يَسْتَنِدُ إِلَى جِذْعِ نَخْلَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ فَلَمَّا صُنِعَ لَهُ الْمِنْبَرُ فَاسْتَوَى عَلَيْهِ اضْطَرَبَتْ السَّارِيَةُ كَحَنِينِ النَّاقَةِ حَتَّى سَمِعَهَا أَهْلُ الْمَسْجِدِ فَنَزَلَ إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَالْتَزَمَهَا فَسَكَنَتْ وَقَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَرَوْحٌ اضْطَرَبَتْ تِلْكَ السَّارِيَةُ وَقَالَ رَوْحٌ فَاعْتَنَقَهَا فَسَكَنَتْ وَقَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ فَسَكَتَتْ

    Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah menghabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] telah menghabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] sesungguhnya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika sedang berkhutbah beliau berpegang pada batang pohon kurma sebagai salah satu tiang masjid. Tatkala telah dibuat mimbar untuk beliau, beliau menaikinya. Maka tiang tersebut terguncang sebagaimana rintihan unta sampai terdengar orang yang sedang berada di masjid. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghampirinya dan mendekatinya maka (tiang itu) menjadi tenang. [Abdurrazaq] dan [Rouh] berkata: tiang tersebut terguncang. Rouh berkata: lalu (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) memeluknya sehingga tenang. Abdurrazaq berkata: lalu ia terdiam.

  5. Musnad Ahmad #13945
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ فَلْيَتَعَطَّفْ بِهِ

    Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah menghabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] berkata: [Abu Az Zubair] berkata: [Jabir bin Abdullah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang shalat dengan satu pakaian maka hendaklah dia melipatnya (mengancingnya) ".

  6. Musnad Ahmad #13946
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلَا يَبْصُقْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَا عَنْ يَمِينِهِ وَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ الْيُسْرَى

    Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah bercerita kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir bin Abdullah] Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian sholat maka janganlah ia meludah ke depannya dan tidak pula ke kanannya. Meludahlah ke kirinya atau di bawah telapak kaki kirinya".

  7. Musnad Ahmad #13947
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ بِالْمَدِينَةِ فَتَقَدَّمَ رَجُلَانِ فَنَحَرُوا وَظَنُّوا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نَحَرَ فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ نَحَرَ قَبْلَهُ أَنْ يُعِيدَ بِنَحْرٍ آخَرَ وَلَا تَنْحَرُوا حَتَّى يَنْحَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah menghabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] telah menghabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] sesungguhnya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sholat bersama kami pada Hari Nahr di Madinah. Lalu ada dua orang yang maju dan menyembelih dan menyangka sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyembelihnya. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: barangsiapa yang telah menyembelih sebelumnya maka harus mengulanginya dengan sembelihan yang lain, janganlah menyembelih sampai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyembelih.

  8. Musnad Ahmad #13948
    Detail

    حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّهُ قَالَ قَالَ عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ بِمَكَّةَ وَهُوَ يَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَامَ الْفَتْحِ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالْأَصْنَامِ فَقِيلَ لَهُ عِنْدَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ فَإِنَّهُ يُدْهَنُ بِهَا السُّفُنُ وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ قَالَ لَا هُوَ حَرَامٌ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمَّا حَرَّمَ عَلَيْهَا الشُّحُومَ جَمَّلُوهَا ثُمَّ بَاعُوهَا وَأَكَلُوا أَثْمَانَهَا

    Telah bercerita kepada kami [Hajjaj] telah bercerita kepada kami [Laits] telah bercerita kepadaku [Yazid bin Abu Habib] sesungguhnya berkata: ['Atho' bin Abu Robah] berkata: saya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] ketika di Makkah berkata: sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada tahun Penaklukan Makkah: sesungguhnya AzzaWaJalla mengharamkan juAl beli arak, bangkai, babi dan patung.Pada waktu ada yang bertanya kepadanya, "Wahai Rasulullah? Bagaimana pendapat anda mengenai lemak bangkai? Hal itu digunakan untuk mengecat kapal, dijadikan minyak kulit dan dijadikan sebagai penerang lampu?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak, itu tetap haram" kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ketika itu juga, "Semoga Allah menghancurkan Orang Yahudi, sesungguhnya tatkala AzzaWaJalla mengharamkan lemak bangkai, mereka mengolahnya dan menjualnya lalu memakan dari hasil penjualan tersebut".

  9. Musnad Ahmad #13949
    Detail

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ وَحَجَّاجٌ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يُسْأَلُ عَنْ رُكُوبِ الْهَدْيِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ارْكَبْهَا بِالْمَعْرُوفِ إِذَا أُلْجِئْتَ إِلَيْهَا حَتَّى تَجِدَ ظَهْرًا

    Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah menghabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] dan [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij] telah menghabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] sesungguhnya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] ditanya tentang menaiki hewan sembelihan, maka dia berkata: saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Naiklah dengan cara yang baik, jika kamu membutuhkannya sampai kamu mendapatkan kendaraan yang lain".

  10. Musnad Ahmad #13950
    Detail

    حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَطَاءٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ جَابِرِ بْنِ عَتِيكٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَدَّثَ فِي مَجْلِسٍ بِحَدِيثٍ فَالْتَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ

    Telah bercerita kepada kami [Abu 'Amir] telah bercerita kepada kami [Ibnu Abu Dzi'b] dari [Abdurrahman bin 'Atho'] dari [Abdul Malik bin Jabir bin 'Atik] dari [Jabir bin Abdullah] Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang berbicara (pada seseorang) dalam sebuah majlis kemudian ia menoleh (ke kanan dan kiri) maka pembicaraannya itu adalah amanat (rahasia bagi yang di ajak bicara) ".