Musnad Ahmad #6745

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ رَاشِدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ يَعْنِي ابْنَ مُوسَى عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى أَنَّ كُلَّ مُسْتَلْحَقٍ يُسْتَلْحَقُ بَعْدَ أَبِيهِ الَّذِي يُدْعَى لَهُ ادَّعَاهُ وَرَثَتُهُ مِنْ بَعْدِهِ فَقَضَى إِنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ يَمْلِكُهَا يَوْمَ أَصَابَهَا فَقَدْ لَحِقَ بِمَنْ اسْتَلْحَقَهُ وَلَيْسَ لَهُ فِيمَا قُسِمَ قَبْلَهُ مِنْ الْمِيرَاثِ شَيْءٌ وَمَا أَدْرَكَ مِنْ مِيرَاثٍ لَمْ يُقْسَمْ فَلَهُ نَصِيبُهُ وَلَا يُلْحَقُ إِذَا كَانَ أَبُوهُ الَّذِي يُدْعَى لَهُ أَنْكَرَهُ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ لَا يَمْلِكُهَا أَوْ مِنْ حُرَّةٍ عَاهَرَ بِهَا فَإِنَّهُ لَا يُلْحَقُ وَلَا يَرِثُ وَإِنْ كَانَ أَبُوهُ الَّذِي يُدْعَى لَهُ هُوَ الَّذِي ادَّعَاهُ وَهُوَ وَلَدُ زِنًا لِأَهْلِ أُمِّهِ مَنْ كَانُوا حُرَّةً أَوْ أَمَةً

Telah bercerita kepada kami [Hasyim Ibnul Qosim] berkata: telah bercerita kepada kami [Muhammad] -yaitu Ibnu Rasyid- dari [Sulaiman] -yaitu Ibnu Musa- dari [`Amru bin Syu`aib] dari [Bapaknya], dari [Kakeknya], ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memutuskan, bahwa seseorang setelah kematian bapaknya (tuan yang menggauli ibunya sehingga ia lahir), yang oleh para ahli warisnya (anak-anak sang tuan) ia diikutkan sebagai atau termasuk ahli waris, (beliau memutuskan): jika ia lahir dari seorang budak yang masih dimilikinya ketika ia (tuan) gauli, maka anak tersebut bisa diikutkan oleh ahli warisnya termasuk ahli waris, namun ia tidak mendapatkan harta waris yang telah dibagikan sebelumnya, adapun harta waris yang belum dibagikan ia akan mendapatkannya. Dan anak tersebut tidak bisa diikutkan untuk menjadi ahli waris jika bapak (tuan) yang ia diikutsertakan sebagai ahli warisnya mengingkari dia: Jika anak tersebut lahir dari seorang budak yang tidak dimilikinya atau dari seorang wanita merdeka yang telah ia zinai, maka anak tersebut tidak bisa diikutkan sebagai ahli waris dan tidak akan bisa mewarisi. Dan meskipun bapaknya (tuan dari ibunya) tersebut tetap mengakuinya sebagai anak, ia tetap sebagai anak ibunya sendiri, baik ia lahir dari seorang wanita merdeka atau seorang budak".

Sanad — chain of narrators

  1. Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash bin Wa'il · Shahabat · Maru · wafat 63 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar Al Atsqalani
    Shahabat
    Adz Dzahabi
    Shahabat
  2. Syu'aib bin 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash · Tabi'in kalangan pertengahan · Hijaz
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Shaduuq
  3. Amru bin Syu'aib bin Muhammad bin 'Abdullah bin 'Amru · Tabi'in kalangan biasa · Marur Rawdz · wafat 118 H
    Komentar ulama
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Abu Daud
    Laisa bihujjah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shaduuq
  4. Sulaiman bin Musa · Tabi'in kalangan biasa · Syam · wafat 115 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    mentsiqahkannya
    Adz Dzahabi
    Ahadul aimmah
    An Nasa'i
    laisa bi qowi
  5. Muhammad bin Raosyid · Tabi'in kalangan biasa · Bashrah
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Ya'kub Ibnu Syaibah
    Shaduuq
    Abu Hatim
    Shaduuq
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu Madini
    Tsiqah
    Ibnu Kharasy
    dla'iful hadits
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tertuduh Seorang Qasariyah
  6. Hasyim bin Al Qasim bin Muslim bin Miqsam · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Baghdad · wafat 207 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Ibnul Madini
    Tsiqah
    Ibnu Sa'd
    Tsiqah
    Abu Hatim
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Qani'
    Tsiqah
    Ibnu Abdil Barr
    Shaduuq
    An Nasa'i
    la ba`sa bih
    Hakim
    hafidz tsabat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    tsiqoh hafidz

Similar hadiths