Musnad Ahmad #3670

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ طَلْحَةَ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ أَبِي الْكَهْتَلَةِ قَالَ مُحَمَّدٌ أَظُنُّهُ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ مُحَمَّداً لَمْ يَرَ جِبْرِيلَ فِي صُورَتِهِ إِلَّا مَرَّتَيْنِ أَمَّا مَرَّةٌ فَإِنَّهُ سَأَلَهُ أَنْ يُرِيَهُ نَفْسَهُ فِي صُورَتِهِ فَأَرَاهُ صُورَتَهُ فَسَدَّ الْأُفُقَ وَأَمَّا الْأُخْرَى فَإِنَّهُ صَعِدَ مَعَهُ حِينَ صَعِدَ بِهِ وَقَوْلُهُ { وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى } قَالَ فَلَمَّا أَحَسَّ جِبْرِيلُ رَبَّهُ عَادَ فِي صُورَتِهِ وَسَجَدَ فَقَوْلُهُ { وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى } قَالَ خَلْقَ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام

Telah meneritakan kepada kami [Abu An Nadlr] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Thalhah] dari [Al Walid bin Qais] dari [Ishaq bin Abu Al Kahtalah], Muhammad berkata: Aku kira ia dari [Ibnu Mas'ud] bahwa ia berkata: Sesungguhnya Muhammad tidak melihat Jibril dalam wujud aslinya kecuali dua kali, pertama karena beliau meminta untuk memperlihatkan dirinya dalam wujud asli, ia pun menampakkan wujud aslinya yang menutup seluruh ufuk, sedang kesempatan lain beliau naik bersamanya ketika hari beliau mi'raj. FirmanNya: (Sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad) sejarak dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan). Ia berkata: Tatkala Jibril mengetahui Rabbnya ia kembali kepada wujud aslinya dan bersujud. Sedangkan firmanNya: (Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (Yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan Tuhannya yang paling besar). Ia berkata: Adalah penciptaan Jibril 'alaihissalam.

Sanad — chain of narrators

  1. Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib · Shahabat · Kufah · wafat 32 H
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabat
  2. Ishaq bin Abi Al Kahtalah · Tabi'in kalangan tua · Kufah
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
  3. Al Walid bin Qais · Tabi'in (tdk jumpa Shahabat) · Kufah
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Ibnu Hajar
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'
  4. Muhammad bin Thalhah bin Musharif · Shahabat · Kufah · wafat 167 H
    Komentar ulama
    Ahmad bin Hambal
    la ba`sa bih
    Yahya bin Ma'in
    shalih
    Abu Zur'ah
    shalih
    An Nasa'i
    laisa bi qowi
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shaduuq
  5. Hasyim bin Al Qasim bin Muslim bin Miqsam · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Baghdad · wafat 207 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Ibnul Madini
    Tsiqah
    Ibnu Sa'd
    Tsiqah
    Abu Hatim
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Qani'
    Tsiqah
    Ibnu Abdil Barr
    Shaduuq
    An Nasa'i
    la ba`sa bih
    Hakim
    hafidz tsabat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    tsiqoh hafidz

Similar hadiths