Musnad Ahmad #25991

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَامِرٌ الْأَحْوَلُ قَالَ حَدَّثَنَا مَكْحُولٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَيْرِيزٍ أَنَّ أَبَا مَحْذُورَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَّنَهُ الْأَذَانَ تِسْعَ عَشْرَةَ كَلِمَةً وَالْإِقَامَةَ سَبْعَ عَشْرَةَ كَلِمَةً اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَالْإِقَامَةُ مَثْنَى مَثْنَى لَا يُرَجِّعُ

Telah menceritakan kepada kami ['Abdus Shamad] berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammam] berkata: telah menceritakan kepada kami ['Amir Al Ahwal] berkata: telah menceritakan kepada kami [Makhul] telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Muhairiz] bahwa [Abu Mahdzurah] berkata kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melafadzkan adzan kepadanya dengan sembilan belas kalimat dan iqamah sebanyak tujuh belas kalimat, yaitu: ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, ALLAHUAKBAR ALLAHU AKBAR, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAHU, ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, HAYYA 'ALASH SHALAAH HAYYA 'ALASH SHALAAH, HAYYA 'ALAL FALAAH HAYYA 'ALAL FALAAH ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLALLAH (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku bersaksia bahwa tidak tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, Aku bersaksia bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Mari menuju shalat, Mari menuju shalat. Mari menuju kemenangan, Mari menuju kemenangan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidah tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah) '. Sedangkan iqamah dua-dua, dan tidak diulang."

Sanad — chain of narrators

  1. Aus bin Sha'ir · Shahabat · Marur Rawdz · wafat 59 H
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabat
  2. Abdullah bin Muhairiz bin Janadah · Tabi'in kalangan pertengahan · Syam · wafat 99 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu Hajar
    tsiqah ahli ibadah
  3. Makhul · Tabi'ul Atba' kalangan biasa · Syam · wafat 113 H
    Komentar ulama
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Kharasy
    Shaduuq
    Abu Hatim
    orang yang paling faqih di syam pada masanya
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Yunus
    faqih 'alim
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    "tsiqah,faqih"
    Adz Dzahabi
    orang yang paling faqih di syam pada masanya
  4. Amir bin 'Abdul Wahid · Tabi'in (tdk jumpa Shahabat) · Bashrah
    Komentar ulama
    Ahmad bin Hambal
    laisa bi qowi
    Yahya bin Ma'in
    laisa bihi ba`s
    Abu Hatim
    la ba`sa bih
    An Nasa'i
    laisa bi qowi
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    "shuduq, tedapat kesalahan"
  5. Hammam bin Yahya bin Dinar · Tabi'in (tdk jumpa Shahabat) · Bashrah · wafat 165 H
    Komentar ulama
    Ahmad bin Hambal
    Tsiqah
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Ibnu Sa'd
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Hakim
    Tsiqah
    As Saji
    "shaduuq, buruk hafalannya"
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Hafizh
  6. Abdush Shamad bin 'Abdul Warits bin Sa'id bin Dzakwan · Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 207 H
    Komentar ulama
    Abu Hatim
    shaduuq shalih
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Sa'd
    Tsiqah
    Hakim
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shaduuq
    Adz Dzahabi
    Hafizh