Musnad Ahmad #25760

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ أُمِّْ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ الْأَسَدِيَّةِ أُخْتِ عُكَّاشَةَ قَالَتْ جِئْتُ بِابْنٍ لِي قَدْ أَعْلَقْتُ عَنْهُ أَخَافُ أَنْ يَكُونَ بِهِ الْعُذْرَةُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَامَ تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذِهِ الْعَلَائِقِ عَلَيْكُنَّ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ قَالَ يَعْنِي الْكُسْتَ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ مِنْهَا ذَاتُ الْجَنْبِ ثُمَّ أَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَبِيَّهَا فَوَضَعَهُ فِي حِجْرِهِ فَبَالَ عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَاءٍ فَنَضَحَهُ وَلَمْ يَكُنْ الصَّبِيُّ بَلَغَ أَنْ يَأْكُلَ الطَّعَامَ قَالَ الزُّهْرِيُّ فَمَضَتْ السُّنَّةُ بِأَنْ يُرَشَّ بَوْلُ الصَّبِيِّ وَيُغْسَلَ بَوْلُ الْجَارِيَةِ قَالَ الزُّهْرِيُّ فَيُسْتَسْعَطُ لِلْعُذْرَةِ وَيُلَدُّ لِذَاتِ الْجَنْبِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata: telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah] dari [Ummu Qais binti Mihshan Al Asadiyah] saudara perempuannya Ukasah, dia berkata: "Aku datang bersama anak laki-lakiku yang aku pakaikan kalung di lehernya, karena khawatir jika ia terkena penyakit. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda: "Kenapa kalian menggantungkankan kalung ini di bagian yang sakit pada anak kalian, hendaknya kalian memakai kayu Hindy ini." -perawi berkata: yakni al kust (sejenis kayu beraroma wangi) – karena di dalamnya ada tujuh macam kesembuhan, di antaranya penyakit tulang rusuk." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil anak tersebut dan meletakkannya pangkuan beliau, namun anak itu mengencinginya hingga beliau minta diambilkan air seraya memercikinya, dan anak itu belum memakan makanan." Az Zuhry berkata: "Maka berlakulah sunnah bahwa kencingnya bayi laki-laki itu cukup diperciki, sedangkan anak perempuan dicucui." Az Zuhry berkata: "Maka ia (kayu Hindi) dapat menyembuhkan penyakit dan mencegah penyakit tulang rusuk."

Sanad — chain of narrators

  1. Aminah binti Mihshan · Shahabiyah · Madinah
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabiyah
  2. Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud · Tabi'in kalangan pertengahan · Madinah · wafat 98 H
    Komentar ulama
    Al 'Ajli
    tsiqah
    Abu Zur'ah
    tsiqah ma'mun imam
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar
    tsiqah faqih tsabat
    Adz Dzahabi
    salah satu lautan ilmu
  3. Muhammad bin Muslim bin 'Ubaidillah bin 'Abdullah bin Syihab · Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan · Madinah · wafat 124 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    faqih hafidz mutqin
    Adz Dzahabi
    seorang tokoh
  4. Ma'mar bin Raosyid · Tabi'ut Tabi'in kalangan tua · Yaman · wafat 154 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ya'kub bin Syu'bah
    Tsiqah
    Abu Hatim
    shalihul hadits
    An Nasa'i
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
  5. Abdur Razzaq bin Hammam bin Nafi' · Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa · Yaman · wafat 211 H
    Komentar ulama
    Abu Daud
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    "tsiqah, tertuduh beraliran syi'ah"
    An Nasa'i
    tsabat
    Ya'kub bin Syaibah
    tsiqah tsabat
    Ibnu Hibban
    Tsiqah
    Ibnu 'Adi
    la ba`sa bih
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqoh hafidz
    Adz Dzahabi
    seorang tokoh

Similar hadiths