Musnad Ahmad #21647

حَدَّثَنَا أَبُو الْعَلَاءِ الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ زِيَادٍ حَدَّثَنِي عُبَادَةُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ عُبَادَةَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عُبَادَةَ وَهُوَ مَرِيضٌ أَتَخَايَلُ فِيهِ الْمَوْتَ فَقُلْتُ يَا أَبَتَاهُ أَوْصِنِي وَاجْتَهِدْ لِي فَقَالَ أَجْلِسُونِي قَالَ يَا بُنَيَّ إِنَّكَ لَنْ تَطْعَمَ طَعْمَ الْإِيمَانِ وَلَنْ تَبْلُغْ حَقَّ حَقِيقَةِ الْعِلْمِ بِاللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَتَّى تُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ قُلْتُ يَا أَبَتَاهُ فَكَيْفَ لِي أَنْ أَعْلَمَ مَا خَيْرُ الْقَدَرِ وَشَرُّهُ قَالَ تَعْلَمُ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ يَا بُنَيَّ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى الْقَلَمُ ثُمَّ قَالَ اكْتُبْ فَجَرَى فِي تِلْكَ السَّاعَةِ بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ يَا بُنَيَّ إِنْ مِتَّ وَلَسْتَ عَلَى ذَلِكَ دَخَلْتَ النَّارَ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Al 'Alla` Al Hasan bin Sawwar] telah bercerita kepada kami [Laits] dari [Mu'awiyah] dari [Ayyub bin Ziyad] telah bercerita kepadaku ['Ubadah bin Al Walid bin 'Ubadah] telah bercerita kepadaku [ayahku], ia berkata: aku menemui 'Ubadah bin Ash Shamit ketika ia sedang sakit, aku membayangkan kematian pada dirinya, aku berkata: Wahai ayah, berwasiatlah kepadaku, dan bersungguh-sungguhlah dalam berwasiat kepadaku. Ia berkata: Dudukkan saya. ia berkata: Wahai anakku, kamu tidak akan merasakan lezatnya iman dan tidak pula sampai kepada kebenaran hakikat ilmu tentang Allah Tabaaroka wa Ta'aala sehingga kamu beriman dengan taqdir yang baik maupun yang buruk. Aku berkata: Wahai ayah bagaimana saya bisa mengetahui taqdir yang baik dan taqdir yang buruk? ayahku menjelaskan: Yaitu hendaknya kamu mengetahui bahwasanya apa saja yang tidak akan mengenaimu tidak akan menimpamu dan apa saja yang mengenaimu pasti tidak meleset darimu, wahai anakku, saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesuatu yang Allah Tabaaroka wa Ta'aala cipta pertama kali adalah pena, kemudian Allah ta'ala berfirman: "Tulislah, " maka pada saat itu pula diberlakukan apa saja yang terjadi hingga hari kiamat, wahai anakku jika kamu meninggal dalam keadaan tidak beriman terhadap yang demikian, maka kamu masuk ke dalam neraka".

Sanad — chain of narrators

  1. Al Walid bin 'Ubadah bin Ash Shamit · Tabi'in kalangan tua · Syam
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Saad
    Tsiqah
    Ibnu Hajar
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Tsiqah
  2. Ubadah bin Al Walid bin 'Ubadah bin Ash Shamit · Tabi'in kalangan biasa · Madinah
    Komentar ulama
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Tsiqah
  3. Ayyub bin Ziyad · Tabi'in kalangan biasa
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    Tsiqah
  4. Mu'awiyah bin Shalih bin Hudair · Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan · Andalusia · wafat 158 H
    Komentar ulama
    Ahmad bin Hambal
    Tsiqah
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Abu Zur'ah
    tsiqah muhaddits
    Abu Hatim
    shalihul hadits
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Al Bazzar
    laisa bihi ba`s
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    shaduuq tapi punya keragu-raguan
    Adz Dzahabi
    shaduuq imam
  5. Laits bin Sa'ad bin 'Abdur Rahman · Tabi'ut Tabi'in kalangan tua · Maru · wafat 175 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Ahmad bin Hambal
    Tsiqah
    Abu Zur'ah
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    Tsiqah
    Ibnu Madini
    Tsiqah Tsabat
  6. Al Hasan bin Sawwaar · Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa · Baghdad · wafat 216 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    laisa bihi ba`s
    Ahmad bin Hambal
    laisa bihi ba`s
    Abu Hatim
    Shaduuq
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shaduuq

Similar hadiths