Musnad Ahmad #21455

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ زُهَيْرٍ عَنِ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِي كَثِيرٍ مَوْلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَحْشٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَحْشٍ قَالَ كُنَّا جُلُوسًا بِفِنَاءِ الْمَسْجِدِ حَيْثُ تُوضَعُ الْجَنَائِزُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ بَيْنَ ظَهْرَيْنَا فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَصَرَهُ قِبَلَ السَّمَاءِ فَنَظَرَ ثُمَّ طَأْطَأَ بَصَرَهُ وَوَضَعَ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ ثُمَّ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا نَزَلَ مِنْ التَّشْدِيدِ قَالَ فَسَكَتْنَا يَوْمَنَا وَلَيْلَتَنَا فَلَمْ نَرَهَا خَيْرًا حَتَّى أَصْبَحْنَا قَالَ مُحَمَّدٌ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا التَّشْدِيدُ الَّذِي نَزَلَ قَالَ فِي الدَّيْنِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلًا قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ عَاشَ ثُمَّ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ عَاشَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَقْضِيَ دَيْنَهُ

Telah menceritakan kepada kami ['Abdur Rahman bin Mahdi] dari [Zuhri] dari [Al 'Alaa`] dari [Abu Katsir, budak Muhammad bin 'Abdullah bin Jahsy] berkata: Telah mengkhabarkan kepadaku Muhammad bin 'Abdullah bin Jahsy berkata: Kami duduk di halaman masjid tempat diletakkannya jenazah sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk dihadapan kami, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menengadahkan pandangan beliau ke arah langit, beliau melihat kemudian mengangguk-anggukkan pandangan dan meletakkan tangan diatas dahi lalu bersabda: "Subhaanallaah, subhaanallaah, kesulitan apa yang turun." Berkata Muhammad bin 'Abdullah: Kami diam sehari semalam dan kami tidak menilainya baik hingga pagi hari. Berkata Muhammad: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kesulitan apakah yang turun. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dalam agama, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangannya, andai seseorang terbunuh dijalan Allah kemudian hidup lagi kemudian terbunuh dijalan Allah kemudian hidup lagi dan ia memiliki hutang niscaya tidak masuk surga hingga ia melunasi hutangnya."

Sanad — chain of narrators

  1. Muhammad bin 'Abdullah bin Jahsyi · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Madinah
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shahabat
  2. Abu Katsir · Tabi'in kalangan tua · Hijaz
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    mentsiqahkannya
    Adz Dzahabi
    Syaikh
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah
  3. Al 'Alaa' bin 'Abdur Rahman bin Ya'qub · Tabi'in kalangan biasa · Madinah · wafat 132 H
    Komentar ulama
    Ibnu 'Adi
    Aku tidak melihat dia memiliki masalah
    Nasa'i
    Laisa bihi ba's
    Ibnu Hibban
    mentsiqahkannyanya
    Abu Hatim Ar Rozy
    "Shalih, perawi tsiqah meriwayatkan darinya dan aku mengingkari haditsnya"
    Tirmidzi
    Tsiqah menurut ahli hadits
    Ahmad bin Hambal
    "Tsiqah, aku tidak pernah mendengar seseorang menyebutnya dengan keburukan"
  4. Zuhair bin Muhammad · Tabi'ut Tabi'in kalangan tua · SYam · wafat 162 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Ahmad bin Hambal
    Tsiqah
    An Nasa'i
    dla'if
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Adz Dzahabi
    Tsiqah Yughrab
  5. Abdur Rahman bin Mahdiy bin Hassan bin 'Abdur Rahman · Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 198 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ahmad bin Hambal
    Hafizh
    Ibnul Madini
    a'lamun naas
    Ibnu Sa'd
    Tsiqah
    Abu Hatim
    tsiqah imam
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat hafizh
    Adz Dzahabi
    Hafizh

Similar hadiths