Musnad Ahmad #15144

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى عَنْ أُمَيَّةَ بْنِ هِنْدِ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ قَالَ انْطَلَقَ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ وَسَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ يُرِيدَانِ الْغُسْلَ قَالَ فَانْطَلَقَا يَلْتَمِسَانِ الْخَمَرَ قَالَ فَوَضَعَ عَامِرٌ جُبَّةً كَانَتْ عَلَيْهِ مِنْ صُوفٍ فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ فَأَصَبْتُهُ بِعَيْنِي فَنَزَلَ الْمَاءَ يَغْتَسِلُ قَالَ فَسَمِعْتُ لَهُ فِي الْمَاءِ قَرْقَعَةً فَأَتَيْتُهُ فَنَادَيْتُهُ ثَلَاثًا فَلَمْ يُجِبْنِي فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ قَالَ فَجَاءَ يَمْشِي فَخَاضَ الْمَاءَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِ سَاقَيْهِ قَالَ فَضَرَبَ صَدْرَهُ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنْهُ حَرَّهَا وَبَرْدَهَا وَوَصَبَهَا قَالَ فَقَامَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Abdullah bin 'Isa] dari ['Umayyah bin Hind bin Sahl bin Hunaif] dari [Abdullah bin 'Amir] berkata: 'Amir bin Rabi'ah dan Sahl bin Hunaif berangkat hendak mandi. Keduanya berangkat mencari tempat sembunyi. 'Amir meletakkan jubahnya yang dia pakai yang terbuat dari wol. Lalu saya melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, lalu dia menurunkan air dan dia mandi. Saya mendengar pada air tersebut suara lalu saya mendatanginya dan saya memanggilnya tiga kali, namun dia ('Amir Radliyallahu'anhu) tidak menjawabku. Lalu saya mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan saya beritahukan mengenai hal itu. (Abdullah bin 'Amir Radliyallahu'anhu) berkata: lalu dia datang dengan berjalan lalu menceburkan ke dalam air sampai saya bisa melihat warna putih pada kedua betisnya.Lalu dia memukul dadanya dengan tangannya lalu berkata: Ya Allah hilangkanlah panasnya, dinginnya dan sakitnya. Lalu dia berdiri dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang melihat dari saudaranya, dirinya atau dari hartanya, hal yang menyenangkannya maka mintalah agar memperoleh keberkahan, sesungguhnya 'ain (sorotan mata jahata karena kedengkian) benar-benar ada."

Sanad — chain of narrators

  1. Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah · Tabi'in kalangan tua · Madinah · wafat 85 H
    Komentar ulama
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Abu Zur'ah
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    Tsiqah
    Ibnu Hajar Al Atsqalani
    lahir pada masa Rasulullah
    Adz Dzahabi
    "status ""shahabatnya"" tidak jelas"
  2. Umayyah bin Hind · Tabi'in kalangan biasa · Hijaz
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    maqbul
  3. Abdullah bin 'Isa bin 'Abdur Rahman bin Abi Laila · Tabi'in (tdk jumpa Shahabat) · Kufah · wafat 135 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Abu Hatim
    shalih
    An Nasa'i
    tsiqah tsabat
    Ibnu Hibban
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Hajar
    tsiqah berpemahaman syi'ah
    Adz Dzahabi
    Tsiqah
  4. Al Jarrah bin Malih bin 'Adiy · Tabi'ut Tabi'in kalangan tua · Kufah · wafat 175 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Abu Daud
    Tsiqah
    An Nasa'i
    Laisa bihi ba's
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shaduuq Yuham
  5. Waki' bin Al Jarrah bin Malih · Tabi'in kalangan biasa · Kufah · wafat 196 H
    Komentar ulama
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ya'kub bin Syaibah
    Hafizh
    Ibnu Sa'd
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hibban
    Hafizh
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah ahli ibadah
    Adz Dzahabi
    seorang tokoh