Musnad Ahmad #13165

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَنَسَ بْنَ النَّضْرِ تَغَيَّبَ عَنْ قِتَالِ بَدْرٍ فَقَالَ تَغَيَّبْتُ عَنْ أَوَّلِ مَشْهَدٍ شَهِدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ رَأَيْتُ قِتَالًا لَيَرَيَنَّ اللَّهُ مَا أَصْنَعُ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ انْهَزَمَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ أَنَسٌ فَرَأَى سَعْدَ بْنَ مُعَاذٍ مُنْهَزِمًا فَقَالَ يَا أَبَا عَمْروٍ أَيْنَ أَيْنَ قُمْ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ الْجَنَّةِ دُونَ أُحُدٍ فَحَمَلَ حَتَّى قُتِلَ فَقَالَ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا اسْتَطَعْتُ مَا اسْتَطَاعَ فَقَالَتْ أُخْتُهُ فَمَا عَرَفْتُ أَخِي إِلَّا بِبَنَانِهِ وَلَقَدْ كَانَتْ فِيهِ بِضْعٌ وَثَمَانُونَ ضَرْبَةً مِنْ بَيْنِ ضَرْبَةٍ بِسَيْفٍ وَرَمْيَةٍ بِسَهْمٍ وَطَعْنَةٍ بِرُمْحٍ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ { رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ إِلَى قَوْلِهِ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا }

Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Anas], Anas bin an-Nadlr tidak ikut berperang dalam perang Badar. Dia (Anas bin an-Nadlr Radliyallahu'anhu) berkata: saya sudah absen dalam perang pertama bersama Nabi SHALLALLAHU'ALAIHI WASALLAM, seandainya saya menjumpai peperangan berikutnya, niscaya Allah akan menyaksikan apa yang saya perbuat. Benar, tatkala perang Uhud, para sahabat Nabi Shallallahu'alaihi wasallam terpukul mundur. Namun Anas bin Nazhar justru merangsek maju ke barisan musuh dan melihat Sa'ad bin Mu'adz sedang melarikan diri. Anas bin an-Nadlr menegur, wahai Abu 'Amar mau kemana engkau? Mau kemana engkau? majulah engkau, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, telah kudapatkan bau surga dikaki gunung Uhud. Lalu dia menyerang habis-habisan sampai terbunuh. Lalu Sa'ad bin Mu'adz berkata: demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, saya tidak mampu melakukan penyerbuan sebagaimana yang ia lakukan. Saudara perempuan Anas bin an-Nadlr Radliyallahu'anhu berkata: saya tidak bisa mengenal saudaraku kecuali dari ujung jari-jarinya, karena lukanya sejumlah sekitar delapan puluh lebih, dari sabetan pedang, lemparan panah dan tusukan tombak. Lalu Allah AZZAWAJALLA menurunkan ayat, "…ada orang-orang yang menepati apa yang Telah mereka janjikan kepada Allah"… sampai ayat…"…dan mereka tidak merubah (janjinya) ".

Sanad — chain of narrators

  1. Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram · Shahabat · Bashrah · wafat 91 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shahabat
  2. Tsabit bin Aslam · Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 127 H
    Komentar ulama
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu 'Adi
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah abid
  3. Hammad bin Salamah bin Dinar · Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan · Bashrah · wafat 167 H
    Komentar ulama
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    diperselisihkan statusnya sebagai shahabat
  4. Affan bin Muslim bin 'Abdullah · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Baghdad · wafat 219 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hafizh
    Ibnu Saad
    Tsiqah