Musnad Ahmad #12355

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ سَأَلَ النَّاسُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَحْفَوْهُ بِالْمَسْأَلَةِ فَصَعِدَ الْمِنْبَرَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ لَا تَسْأَلُونِي عَنْ شَيْءٍ إِلَّا بَيَّنْتُهُ لَكُمْ قَالَ أَنَسٌ فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ يَمِينًا وَشِمَالًا فَإِذَا كُلُّ إِنْسَانٍ لَاوٍ رَأْسَهُ فِي ثَوْبِهِ يَبْكِي قَالَ وَأَنْشَأَ رَجُلٌ كَانَ إِذَا لَاحَى يُدْعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبِي قَالَ أَبُوكَ حُذَافَةُ قَالَ أَبُو عَامِرٍ وَأَحْسَبُهُ قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فِي الْجَنَّةِ أَوْ فِي النَّارِ قَالَ فِي النَّارِ قَالَ ثُمَّ أَنْشَأَ عُمَرُ فَقَالَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ الْفِتَنِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَيْتُ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ كَالْيَوْمِ قَطُّ إِنَّهُ صُوِّرَتْ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ حَتَّى رَأَيْتُهُمَا دُونَ الْحَائِطِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik Bin 'Amr] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Anas] berkata: para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam sampai banyak pertanyaan, maka beliau naik mimbar pada hari itu. Beliau berkata: "Tidaklah kalian bertanya kecuali pasti aku terangkan". Anas berkata: maka aku menoleh ke kanan kiri, dan setiap orang menundukkan kepalanya sambil menangis. (Anas bin Malik) berkata: sampai ada seorang laki-laki yang bertengkar karena dipanggil bukan dengan nama bapaknya, lalu berkata: wahai Rasulullah, siapakah bapakku. Beliau bersabda, "Bapakmu Khudzafah". 'Abu 'Amir berkata: seingatku Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasalam mengatakan seperti itu yaitu 'Abu Quhafah'. Lalu lelaki tadi bertanya wahai Rasulullah, di surga atau di neraka?. (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bersabda, "Di neraka". Lalu 'Umar berkata: kami rela Allah sebagai rab kami, Islam sebagai agama kami dan Muhammad sebagai nabi kami, kami berlindung pada Allah dari kejelekan fitnah. (Anas bin Malik) berkata: maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Aku tidak pernah melihat tentang kebaikan dan kejahatan sebagaimana hari ini dari sebelumnya, ditampakkan surga dan neraka sampai saya melihatnya tanpa ada penutup (penghalang)."

Sanad — chain of narrators

  1. Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram · Shahabat · Bashrah · wafat 91 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shahabat
  2. Qatadah bin Da'amah bin Qatadah · Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 117 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hafizh
  3. Hisyam bin Abi 'Abdullah Sanbar · Tabi'in kalangan pertengahan · Bashrah · wafat 154 H
    Komentar ulama
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Sa'd
    tsiqah tsabat
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hafizh
  4. Abdul Malik bin 'Amru · Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 204 H
    Komentar ulama
    Adz Dzahabi
    Hafizh
    Ibnu Hajar
    tsiqah
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Abu Hatim
    Shaduuq
    An Nasa'i
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Sa'ad
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat