Sunan Ibnu Majah #869

حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مُوسَى السُّدِّيُّ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِي عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جُحَيْفَةَ يَقُولُ ذُكِرَتْ الْجُدُودُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ رَجُلٌ جَدُّ فُلَانٍ فِي الْخَيْلِ وَقَالَ آخَرُ جَدُّ فُلَانٍ فِي الْإِبِلِ وَقَالَ آخَرُ جَدُّ فُلَانٍ فِي الْغَنَمِ وَقَالَ آخَرُ جَدُّ فُلَانٍ فِي الرَّقِيقِ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ وَرَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ آخِرِ الرَّكْعَةِ قَالَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ وَطَوَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَوْتَهُ بِالْجَدِّ لِيَعْلَمُوا أَنَّهُ لَيْسَ كَمَا يَقُولُونَ

Telah menceritakan kepada kami [Ismail bin Musa As Suddi] berkata: telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu 'Umar] ia berkata: Aku mendengar [Abu Juhahifah] berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang melaksanakan shalat, para sahabat membicarakan harta kekayaan. Maka ada seseorang yang berkata: "Kekayaan fulan terletak pada kudanya." Yang lain berkata: "Kekayaan si fulan terletak pada untanya." Yang lain lagi berkata: "Kekayaan si fulan terletak pada kambingnya." Yang lainnya pun berkata: "Kekayaan si fulan terletak pada budak." Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selesai dari shalatnya, dan mengangkat kepalanya dari raka'at akhir, beliau mengucapkan: "ALLAHUMMA RABBANAA, WA LAKAL HAMDU MIL'AS SAMAAWAATI WA MIL'AL ARDLI WA MIL'A MAA SYI'TA MIN SAYIN BA'DU. ALLAHUMMA LAA MAANI'A LIMAA A'THAITA WALAA MU'THIYA LIMAA MANA'TA WALAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Ya Allah Engkau Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki selain itu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah dari apa yang telah Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang Engkau cegah. Tidak bermanfaat usaha yang sungguh-sungguh, dari-Mu lah segala usaha yang sungguh-sungguh itu)." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memperpanjang suaranya dengan serius, agar mereka mengetahui bahwa hal itu tidak seperti yang mereka katakan.

Sanad — chain of narrators

  1. Wahab bin 'Abdullah · Shahabat · Kufah · wafat 74 H
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabat
  2. Nusyaith · Tabi'in kalangan biasa · Kufah
    Komentar ulama
    NULL
    majhul
  3. Syarik bin 'Abdullah bin Abi Syarik · Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan · Kufah · wafat 177 H
    Komentar ulama
    Ahmad bin Hambal
    Shaduuq
    Yahya bin Ma'in
    shaduuq tsiqah
    Abu Hatim
    Shaduuq
    Abu Daud
    Tsiqah
    Ibnu Hajar Al Atsqalani
    "shuduq, tedapat kesalahan"
    Adz Dzahabi
    seorang tokoh
  4. Isma'il bin Musa · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Kufah · wafat 245 H
    Komentar ulama
    Abu Daud
    "Shaduq, yatasyayya'"
    Abu Hatim
    Shaduuq
    Muthin
    Shaduuq
    An Nasa'i
    laisa bihi ba`s
    Ibnu 'Adi
    Ihtamalahun nas
    Ibnu Hibban
    "Dia mentsiqahkannya, dan menurutnya ia melakukan kekeliruan"

Similar hadiths