Sunan Abu Dawud #699

قَالَ فَقُلْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ إِنِّي أَكُونُ أَحْيَانًا وَرَاءَ الْإِمَامِ قَالَ فَغَمَزَ ذِرَاعِي وَقَالَ اقْرَأْ بِهَا يَا فَارِسِيُّ فِي نَفْسِكَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ فَنِصْفُهَا لِي وَنِصْفُهَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا يَقُولُ الْعَبْدُ { الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ حَمِدَنِي عَبْدِي يَقُولُ { الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ } يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي يَقُولُ الْعَبْدُ { مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ } يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَجَّدَنِي عَبْدِي يَقُولُ الْعَبْدُ { إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ } يَقُولُ اللَّهُ هَذِهِ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ يَقُولُ الْعَبْدُ { اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ } يَقُولُ اللَّهُ فَهَؤُلَاءِ لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

Abu As Sa'ib berkata: Aku berkata: "Wahai Abu Hurairah, terkadang aku (shalat) berada di belakang imam." Abu As Sa'ib berkata: Lalu Abu Hurairah memegang hastaku seraya berkata: Bacalah dengan suara lirih wahai Farisi, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: "Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku setengah-setengah, setengahnya untuk-Ku dan setengahnya lagi untuk hamba-Ku dan untuk hamba-Ku apa yang ia mohon." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bacalah oleh kalian, (ketika) hamba itu membaca: {Al hamdu lillaahi rabbiil 'aalamin} Allah Azza wa Jalla akan menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku." (ketika) seorang hamba membaca: {Ar Rahmaanir rahiim} Allah Azza wa Jalla berfirman: "Hamba-Ku telah menyanjung-Ku." (ketika) seorang hamba membaca: {Maaliki yaumid diin} Allah Azza wa Jalla berfirman: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku." (ketika) seorang hamba membaca: {Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin} Allah Azza wa Jalla berfirman: "Inilah bagian-Ku dan bagian hamba-Ku, sedangkan bagi hamba-Ku apa yang di mintanya." (ketika) seorang hamba membaca: {Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdluubi 'alaihim waladl dlaalliin.} Allah Azza wa Jalla berfirman: "Inilah bagian dari hamba-Ku, dan baginya apa yang di minta."

Sanad — chain of narrators

  1. Abdur Rahman bin Shakhr · Shahabat · Madinah · wafat 57 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shahabat
  2. "Abdullah bin As Sa'ib, maula Hisyam bin Zahrah" · Tabi'in kalangan pertengahan · Madinah
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    Tsiqah
    Ibnu Abdil Barr
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Tsiqah
  3. Al 'Alaa' bin 'Abdur Rahman bin Ya'qub · Tabi'in kalangan biasa · Madinah · wafat 132 H
    Komentar ulama
    Ibnu 'Adi
    Aku tidak melihat dia memiliki masalah
    Nasa'i
    Laisa bihi ba's
    Ibnu Hibban
    mentsiqahkannyanya
    Abu Hatim Ar Rozy
    "Shalih, perawi tsiqah meriwayatkan darinya dan aku mengingkari haditsnya"
    Tirmidzi
    Tsiqah menurut ahli hadits
    Ahmad bin Hambal
    "Tsiqah, aku tidak pernah mendengar seseorang menyebutnya dengan keburukan"
  4. Malik bin Anas bin Malik bin Abi 'Amir · Tabi'ut Tabi'in kalangan tua · Madinah · wafat 179 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    tsiqah ma`mun
  5. Abdullah bin Maslamah bin Qa'nab · Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa · Madinah · wafat 221 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar
    tsiqah ahli ibadah
    Abu Hatim
    tsiqah hujjah

Similar hadiths