Shahih Muslim #48

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَحْمُودُ بْنُ الرَّبِيعِ عَنْ عِتْبَانَ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَلَقِيتُ عِتْبَانَ فَقُلْتُ حَدِيثٌ بَلَغَنِي عَنْكَ قَالَ أَصَابَنِي فِي بَصَرِي بَعْضُ الشَّيْءِ فَبَعَثْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي أُحِبُّ أَنْ تَأْتِيَنِي فَتُصَلِّيَ فِي مَنْزِلِي فَأَتَّخِذَهُ مُصَلًّى قَالَ فَأَتَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ شَاءَ اللَّهُ مِنْ أَصْحَابِهِ فَدَخَلَ وَهُوَ يُصَلِّي فِي مَنْزِلِي وَأَصْحَابُهُ يَتَحَدَّثُونَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ أَسْنَدُوا عُظْمَ ذَلِكَ وَكُبْرَهُ إِلَى مَالِكِ بْنِ دُخْشُمٍ قَالُوا وَدُّوا أَنَّهُ دَعَا عَلَيْهِ فَهَلَكَ وَوَدُّوا أَنَّهُ أَصَابَهُ شَرٌّ فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ وَقَالَ أَلَيْسَ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالُوا إِنَّهُ يَقُولُ ذَلِكَ وَمَا هُوَ فِي قَلْبِهِ قَالَ لَا يَشْهَدُ أَحَدٌ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَيَدْخُلَ النَّارَ أَوْ تَطْعَمَهُ قَالَ أَنَسٌ فَأَعْجَبَنِي هَذَا الْحَدِيثُ فَقُلْتُ لِابْنِي اكْتُبْهُ فَكَتَبَهُ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ حَدَّثَنِي عِتْبَانُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّهُ عَمِيَ فَأَرْسَلَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تَعَالَ فَخُطَّ لِي مَسْجِدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَاءَ قَوْمُهُ وَنُعِتَ رَجُلٌ مِنْهُمْ يُقَالُ لَهُ مَالِكُ بْنُ الدُّخْشُمِ ثُمَّ ذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ

Telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Farrukh] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] -yaitu Ibnu al-Mughirah- dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas bin Malik] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin ar-Rabi'] dari [Itban bin Malik] dia berkata: "Saya mendatangi Madinah, maka aku berjumpa Itban. Lalu aku meminta dia meriwayatkan sebuah hadits." Kata dia: "Mataku ditimpa sejenis penyakit yang menyebabkan beberapa hal, aku mengirimkan utusan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengatakan bahwa aku amat mengharapkan kedatangan beliau agar mendirikan shalat bersamaku di rumah, sehingga aku menjadikannya sebagai tempat shalat." Itban berkata lagi: "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tiba bersama-sama para Sahabat yang berkeinginan datang, dan Beliau terus masuk ke rumah. Beliau mendirikan shalat, sementara para Sahabat masih saja berbincang sesama mereka dimana sebagian dari mereka membicarakan tentang kemunafikan Malik bin Dukhsyum. Para Sahabat berkata: mereka berhadap agar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendoakan jelek Malik bin Dukhsyum agar ditimpa kecelakaan. Mereka juga inginkan supaya dia ditimpa malapetaka. Selesai shalat, beliau pun bertanya: "Bukankah dia telah bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa aku utusan Allah?" Para Sahabat menjawab: "Sesunggunya dia mengucapkan kalimat itu tetapi kalimat itu tidak ada dalam hatinya." Beliau bersabda: "Tidaklah seseorang yang mengucapkan, bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa aku adalah utusan Allah, kemudian masuk neraka, atau merasakannya." Anas berkata: "Hadits ini membuatku kagum. Maka aku berkata kepada anakku: 'Tulislah hadits itu!' Lalu dia pun menulisnya." Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Nafi' Al 'Abdi] telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Itban bin Malik] bahwa Dia buta, maka dia mengirim utusan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata: "Silahkan datang kemari (wahai Rasulullah), sehingga itu bisa menjadi tempat shalat bagiku." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang bersama para sahabatnya, lalu disebutlah sifat jelek seorang laki-laki dari mereka yang dipanggil Malik bin Ad-Dukhsyum, kemudian ia menyebutkan semisal hadits Sulaiman bin Al-Mughirah.

Sanad — chain of narrators

  1. Itban bin Malik nom 'Amru bin Al 'Ajlan · Shahabat · Madinah
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabat
  2. Mahmud bin Ar Rabi' bin Suraqah bin 'Amru · Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan · Madinah · wafat 99 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shahabat
    Adz Dzahabi
    Shahabat
  3. Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram · Shahabat · Bashrah · wafat 91 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shahabat
  4. Tsabit bin Aslam · Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 127 H
    Komentar ulama
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu 'Adi
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah abid
  5. Sulaiman bin Al Mughirah · Tabi'ut Tabi'in kalangan tua · Bashrah · wafat 165 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah Tsiqah
    Ahmad bin Hambal
    Tsabat tsabat
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    tsiqah tsabat
    Ibnu Syahin
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
  6. Syaiban bin Farrukh · Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa · Ablah · wafat 236 H
    Komentar ulama
    Ahmad bin Hambal
    Tsiqah
    Abu Zur'ah
    Shaduuq
    As Saji
    Shaduuq
    Maslamah bin Qasim
    Tsiqah
    Ibnu Qani'
    shalih
  1. Itban bin Malik nom 'Amru bin Al 'Ajlan · Shahabat · Madinah
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabat
  2. Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram · Shahabat · Bashrah · wafat 91 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shahabat
  3. Tsabit bin Aslam · Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 127 H
    Komentar ulama
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu 'Adi
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah abid
  4. Hammad bin Salamah bin Dinar · Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan · Bashrah · wafat 167 H
    Komentar ulama
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    diperselisihkan statusnya sebagai shahabat
  5. Bahza bin Asad · Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 197 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Abu Hatim
    imam shaduq tsiqah
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Hajar
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hujjah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'
  6. Muhammad bin Ahmad bin Nafi' · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Bashrah
    Komentar ulama
    Adz Dzahabi
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shaduuq

Similar hadiths