Shahih Muslim #4613

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ أُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ قَالَ كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِذَا أَتَى عَلَيْهِ أَمْدَادُ أَهْلِ الْيَمَنِ سَأَلَهُمْ أَفِيكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ حَتَّى أَتَى عَلَى أُوَيْسٍ فَقَالَ أَنْتَ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ نَعَمْ قَالَ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَكَانَ بِكَ بَرَصٌ فَبَرَأْتَ مِنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ دِرْهَمٍ قَالَ نَعَمْ قَالَ لَكَ وَالِدَةٌ قَالَ نَعَمْ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَأْتِي عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ دِرْهَمٍ لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ فَاسْتَغْفِرْ لِي فَاسْتَغْفَرَ لَهُ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ الْكُوفَةَ قَالَ أَلَا أَكْتُبُ لَكَ إِلَى عَامِلِهَا قَالَ أَكُونُ فِي غَبْرَاءِ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيَّ قَالَ فَلَمَّا كَانَ مِنْ الْعَامِ الْمُقْبِلِ حَجَّ رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِهِمْ فَوَافَقَ عُمَرَ فَسَأَلَهُ عَنْ أُوَيْسٍ قَالَ تَرَكْتُهُ رَثَّ الْبَيْتِ قَلِيلَ الْمَتَاعِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَأْتِي عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ دِرْهَمٍ لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ فَأَتَى أُوَيْسًا فَقَالَ اسْتَغْفِرْ لِي قَالَ أَنْتَ أَحْدَثُ عَهْدًا بِسَفَرٍ صَالِحٍ فَاسْتَغْفِرْ لِي قَالَ اسْتَغْفِرْ لِي قَالَ أَنْتَ أَحْدَثُ عَهْدًا بِسَفَرٍ صَالِحٍ فَاسْتَغْفِرْ لِي قَالَ لَقِيتَ عُمَرَ قَالَ نَعَمْ فَاسْتَغْفَرَ لَهُ فَفَطِنَ لَهُ النَّاسُ فَانْطَلَقَ عَلَى وَجْهِهِ قَالَ أُسَيْرٌ وَكَسَوْتُهُ بُرْدَةً فَكَانَ كُلَّمَا رَآهُ إِنْسَانٌ قَالَ مِنْ أَيْنَ لِأُوَيْسٍ هَذِهِ الْبُرْدَةُ

Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali] dan [Muhammad bin Al Mutsanna] serta [Muhammad bin Basysyar]. [Ishaq] berkata: Telah mengabarkan kepada kami. Sedangkan yang lainnya berkata: Telah menceritakan kepada kami. Lafazh ini milik [Ibnu Al Mutsanna]: Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz Ibnu Hisyam]: Telah menceritakan kepadaku [Bapakku]: dari [Qatadah] dari [Zurarah bin Aufa] dari [Usair bin Jabir] dia berkata: "Ketika [Umar bin Khaththab] didatangi oleh rombongan orang-orang Yaman, ia selalu bertanya kepada mereka: 'Apakah Uwais bin Amir dalam rombongan kalian? ' Hingga pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khaththab bertemu dengan Uwais seraya bertanya: 'Apakah kamu Uwais bin Amir? ' Uwais menjawab: 'Ya. Benar saya adalah Uwais.' Khalifah Umar bertanya lagi: 'Kamu berasal dari Murad dan kemudian dan Qaran? ' Uwais menjawab: 'Ya benar.' Selanjutnya Khalifah Umar bertanya lagi: 'Apakah kamu pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar mata uang dirham pada dirimu? ' Uwais menjawab: 'Ya benar.' Khalifah Umar bertanya lagi: 'Apakah ibumu masih ada? ' Uwais menjawab: 'Ya, ibu saya masih ada.' Khalifah Umar bin Khaththab berkata: 'Hai Uwais, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Uwais bin Amir akan datang kepadamu bersama rombongan orang-orang Yaman yang berasal dari Murad kemudian dari Qaran. Ia pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar uang dirham. Ibunya masih hidup dan ia selalu berbakti kepadanya. Kalau ia bersumpah atas nama Allah maka akan dikabulkan sumpahnya itu, maka jika kamu dapat memohon agar dia memohonkan ampunan untuk kalian, lakukanlah! ' Oleh karena itu hai Uwais, mohonkanlah ampunan untukku! ' Lalu Uwais pun memohonkan ampunan untuk Umar bin Khaththab. Setelah itu, Khalifah Umar bertanya kepada Uwais: 'Hendak pergi kemana kamu hai Uwais? ' Uwais bin Amir menjawab: 'Saya hendak pergi ke Kufah ya Amirul mukminin.' Khalifah Umar berkata lagi: 'Apakah aku perlu membuatkan surat khusus kepada pejabat Kufah? 'Uwais bin Amir menjawab: 'Saya Iebih senang berada bersama rakyat jelata ya Amirul mukminin.' Usair bin Jabir berkata: 'Pada tahun berikutnya, seorang pejabat tinggi Kufah pergi melaksanakan ibadah haji ke Makkah. Selesai melaksanakan ibadah haji, ia pun pergi mengunjungi Khalifah Umar bin Khaththab. Lalu Khalifah pun menanyakan tentang berita Uwais kepadanya. Pejabat itu menjawab: 'Saya membiarkan Uwais tinggal di rumah tua dan hidup dalam kondisi yang sangat sederhana.' Umar bin Khaththab berkata: 'Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Kelak Uwais bin Amir akan datang kepadamu bersama rombongan orang-orang Yaman. Ia berasal dari Murad dan kemudian dari Qaran. Ia pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar mata uang dirham. Kalau ia bersumpah dengan nama Allah, niscaya akan dikabulkan sumpahnya. Jika kamu dapat meminta agar ia berkenan memohonkan ampunan untukmu, maka laksanakanlah! ' Setelah itu, pejabat Kufah tersebut Iangsung menemui Uwais dan berkata kepadanya: 'Wahai Uwais, mohonkanlah ampunan untukku! ' Uwais bin Amir dengan perasaan heran menjawab: 'Bukankah engkau baru saja pulang dari perjalanan suci, ibadah haji di Makkah? Maka seharusnya engkau yang memohonkan ampunan untuk saya.' Pejabat tersebut tetap bersikeras dan berkata: 'Mohonkanlah ampunan untukku hai Uwais? ' Uwais bin Amir pun menjawab: 'Engkau baru pulang dari ibadah haji, maka engkau yang Iebih pantas mendoakan saya.' Kemudian Uwais balik bertanya kepada pejabat itu: 'Apakah engkau telah bertemu dengan Khalifah Umar bin Khaththab di Madinah? ' Pejabat Kufah itu menjawab: 'Ya. Aku telah bertemu dengannya.' Akhirnya Uwais pun memohonkan ampun untuk pejabat Kufah tersebut. Setelah itu, Uwais dikenal oleh masyarakat luas, tetapi ia sendiri tidak berubah hidupnya dan tetap seperti semula. Usair berkata: 'Maka aku memberikan Uwais sehelai selendang yang indah, hingga setiap kali orang yang melihatnya pasti akan bertanya: 'Dari mana Uwais memperoleh selendang itu? '"

Sanad — chain of narrators

  1. Umar bin Al Khaththab bin Nufail · Shahabat · Madinah · wafat 23
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabat
  2. Yusair bin 'Amru · Shahabat · Kufah · wafat 85 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Al 'Ajli
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Sa'd
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    pernah melihat Rasulullah
    Adz Dzahabi
    pernah melihat Rasulullah
  3. Zurarah bin Awfaa · Tabi'in kalangan pertengahan · Bashrah · wafat 93 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah abid
  4. Qatadah bin Da'amah bin Qatadah · Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 117 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hafizh
  5. Hisyam bin Abi 'Abdullah Sanbar · Tabi'in kalangan pertengahan · Bashrah · wafat 154 H
    Komentar ulama
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Sa'd
    tsiqah tsabat
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hafizh
  6. Mu'adz bin Hisyam bin Abi 'Abdullah · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Bashrah · wafat 200 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    shaduuq tapi punya keragu-raguan
    Yahya bin Ma'in
    Shaduuq
  7. Ishaq bin Ibrahim bin Makhlad · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Himsh · wafat 238 H
    Komentar ulama
    Ahmad bin Hambal
    Seorang imam kaum muslimin
    An Nasa'i
    Ahadul aimmah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah hafidz mujtahid
    Adz Dzahabi
    Imam
  1. Umar bin Al Khaththab bin Nufail · Shahabat · Madinah · wafat 23
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabat
  2. Yusair bin 'Amru · Shahabat · Kufah · wafat 85 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Al 'Ajli
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Sa'd
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    pernah melihat Rasulullah
    Adz Dzahabi
    pernah melihat Rasulullah
  3. Zurarah bin Awfaa · Tabi'in kalangan pertengahan · Bashrah · wafat 93 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah abid
  4. Qatadah bin Da'amah bin Qatadah · Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 117 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hafizh
  5. Hisyam bin Abi 'Abdullah Sanbar · Tabi'in kalangan pertengahan · Bashrah · wafat 154 H
    Komentar ulama
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Sa'd
    tsiqah tsabat
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hafizh
  6. Mu'adz bin Hisyam bin Abi 'Abdullah · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Bashrah · wafat 200 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    shaduuq tapi punya keragu-raguan
    Yahya bin Ma'in
    Shaduuq
  7. Muhammad bin Al Mutsannaa bin 'Ubaid · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Bashrah · wafat 252 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Abu Hatim
    Shaduuq
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Maslamah bin Qasim
    Minal huffaad
    Adz Dzahabi
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah Tsabat
  1. Umar bin Al Khaththab bin Nufail · Shahabat · Madinah · wafat 23
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabat
  2. Yusair bin 'Amru · Shahabat · Kufah · wafat 85 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Al 'Ajli
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Sa'd
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    pernah melihat Rasulullah
    Adz Dzahabi
    pernah melihat Rasulullah
  3. Zurarah bin Awfaa · Tabi'in kalangan pertengahan · Bashrah · wafat 93 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah abid
  4. Qatadah bin Da'amah bin Qatadah · Tabi'in kalangan biasa · Bashrah · wafat 117 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    tsiqah ma`mun
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hafizh
  5. Hisyam bin Abi 'Abdullah Sanbar · Tabi'in kalangan pertengahan · Bashrah · wafat 154 H
    Komentar ulama
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Sa'd
    tsiqah tsabat
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    Hafizh
  6. Mu'adz bin Hisyam bin Abi 'Abdullah · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Bashrah · wafat 200 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    shaduuq tapi punya keragu-raguan
    Yahya bin Ma'in
    Shaduuq
  7. Muhammad bin Basysyar bin 'Utsman · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Bashrah · wafat 252 H
    Komentar ulama
    Abu Hatim
    Shaduuq
    An Nasa'i
    la ba`sa bih
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Hafizh