Shahih Muslim #3326

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ جَنَابٍ الْمِصِّيصِيُّ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ زَكَرِيَّاءَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى الْبَرَاءِ فَقَالَ أَكُنْتُمْ وَلَّيْتُمْ يَوْمَ حُنَيْنٍ يَا أَبَا عُمَارَةَ فَقَالَ أَشْهَدُ عَلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا وَلَّى وَلَكِنَّهُ انْطَلَقَ أَخِفَّاءُ مِنْ النَّاسِ وَحُسَّرٌ إِلَى هَذَا الْحَيِّ مِنْ هَوَازِنَ وَهُمْ قَوْمٌ رُمَاةٌ فَرَمَوْهُمْ بِرِشْقٍ مِنْ نَبْلٍ كَأَنَّهَا رِجْلٌ مِنْ جَرَادٍ فَانْكَشَفُوا فَأَقْبَلَ الْقَوْمُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو سُفْيَانَ بْنُ الْحَارِثِ يَقُودُ بِهِ بَغْلَتَهُ فَنَزَلَ وَدَعَا وَاسْتَنْصَرَ وَهُوَ يَقُولُ أَنَا النَّبِيُّ لَا كَذِبْ أَنَا ابْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبْ اللَّهُمَّ نَزِّلْ نَصْرَكَ قَالَ الْبَرَاءُ كُنَّا وَاللَّهِ إِذَا احْمَرَّ الْبَأْسُ نَتَّقِي بِهِ وَإِنَّ الشُّجَاعَ مِنَّا لَلَّذِي يُحَاذِي بِهِ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Jannab Al Mishishi] telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] dari [Zakaria] dari [Abu Ishaq] dia berkata: "Seorang laki-laki datang kepada [Al Barra] seraya bertanya, "Wahai Abu 'Umarah, apakah kalian pernah lari dari peperangan Hunain?" maka dia menjawab, "Aku bersaksi atas Nabi Allah shallallahu 'alaihi wa sallam, (pasukan) beliau tidaklah lari, akan tetapi saat itu orang-orang (yang ikut serta) tergesa-gesa tanpa membawa persenjataan yang lengkap menuju perkampungan Bani Hawazin ini, padahal mereka adalah pasukan pemanah, lantas orang-orang kafir melemparinya dengan anak panah, seakan-akan mereka (kaum Muslimin) seperti sekumpulan belalang. Sehingga kaum Muslimin pun kocar-kacir dan terpaksa berbalik kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sementara itu Abu Sufyan sedang mengawal dengan memegang bighal beliau. Kemudian beliau turun dan berdo'a dengan memohon pertolongan, beliau bersabda: "Aku adalah seorang Nabi, tidak seorang pendusta, aku adalah putra Abdul Mutthalib. Ya Allah…turunkanlah bala bantuan-Mu." Barra berkata: "Demi Allah, kami saat itu sangat mengkhawatirkan karena dahsyatnya peperangan, dan orang yang paling pemberani adalah orang yang paling dekat dengan peperangan, yaitu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."

Sanad — chain of narrators

  1. Al Bara' bin 'Azib bin Al Harits · Shahabat · Kufah · wafat 72 H
    Komentar ulama
    Ibnu Hajar Al Atsqalani
    Shahabat
    Adz Dzahabi
    Shahabat
  2. Amru bin 'Abdullah bin 'Ubaid · Tabi'in kalangan pertengahan · Kufah · wafat 128 H
    Komentar ulama
    Ahmad bin Hambal
    Tsiqah
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Ahadul Ahlam
  3. Zakariya bin Abi Za'idah Khalid · Tabi'in (tdk jumpa Shahabat) · Kufah · wafat 148 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Shalih
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ya'qub bin sufyan
    Tsiqah
    Al Bazzar
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah Yudallis
    Adz Dzahabi
    Alhafidz
  4. Isa bin Yunus bin Abi Ishaq · Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan · Kufah · wafat 187 H
    Komentar ulama
    Ahmad bin Hambal
    Tsiqah
    Abu Hatim
    Tsiqah
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Ibnu Madini
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Abu Zur'ah
    Hafizh
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah ma`mun
    Adz Dzahabi
    "Ahadul A'lam Fil Hifdzi Wal ""ibadah"
  5. Ahmad bin Janaab bin Al Mughirah · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Mishishah · wafat 230 H
    Komentar ulama
    Hakim
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Shaduuq
    Adz Dzahabi
    Shaduuq

Similar hadiths