Shahih Muslim #2732

قَالَتْ زَيْنَبُ سَمِعْتُ أُمِّي أُمَّ سَلَمَةَ تَقُولُ جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ ابْنَتِي تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا وَقَدْ اشْتَكَتْ عَيْنُهَا أَفَنَكْحُلُهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا كُلَّ ذَلِكَ يَقُولُ لَا ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا هِيَ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ وَقَدْ كَانَتْ إِحْدَاكُنَّ فِي الْجَاهِلِيَّةِ تَرْمِي بِالْبَعْرَةِ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ قَالَ حُمَيْدٌ قُلْتُ لِزَيْنَبَ وَمَا تَرْمِي بِالْبَعْرَةِ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ فَقَالَتْ زَيْنَبُ كَانَتْ الْمَرْأَةُ إِذَا تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا دَخَلَتْ حِفْشًا وَلَبِسَتْ شَرَّ ثِيَابِهَا وَلَمْ تَمَسَّ طِيبًا وَلَا شَيْئًا حَتَّى تَمُرَّ بِهَا سَنَةٌ ثُمَّ تُؤْتَى بِدَابَّةٍ حِمَارٍ أَوْ شَاةٍ أَوْ طَيْرٍ فَتَفْتَضُّ بِهِ فَقَلَّمَا تَفْتَضُّ بِشَيْءٍ إِلَّا مَاتَ ثُمَّ تَخْرُجُ فَتُعْطَى بَعْرَةً فَتَرْمِي بِهَا ثُمَّ تُرَاجِعُ بَعْدُ مَا شَاءَتْ مِنْ طِيبٍ أَوْ غَيْرِهِ

Dan telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] dia berkata: Saya membaca di depan [Malik] dari [Abdullah bin Abu Bakar] dari [Humaid bin Nafi'] dari [Zaenab] berkata: Saya mendengar [Ibuku yaitu Ummu Salamah] berkata: Seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sambil berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya anak perempuanku telah ditinggal wafat oleh suaminya, hingga matanya menjadi bengkak, bolehkan saya mencelakinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Tidak boleh, " beliau mengucapkan sampai dua kali atau tiga kali. Dengan mengatakan: "Tidak boleh, hal itu hanya di perbolehkan setelah empat bulan sepuluh hari, sungguh di masa Jahiliyah salah seorang dari kalian ada yang melemparkan kotoran di penghujung tahun." Humaid mengatakan: Saya bertanya kepada Zainab: Kenapa dia melemparkan kotoran di penghujung tahun?." Maka Zainab menjawab: "Dulu seorang perempuan apabila suaminya meninggal, dia tidak keluar rumah dan mengenakan pakaian yang jelek-jelek serta tidak memakai wewangian ataupun perhiasan apapun sampai setahun lamanya. Setelah itu, perempuan tersebut diberi seekor hewan-keledai, kambing atau burung- lalu dia menjatuhkan sesuatu pada hewan tersebut sampai hewan tersebut kebanyakan mati, setelah itu perempuan tersebut diberi kotoran hewan, kemudian dia melemparkannya. Setelah itu dia diperkenankan memakai wewangian yang ia suka atau selainnya.

Sanad — chain of narrators

  1. Hind binti Abi Umayyah bin Al Mughirah · Tabi'in kalangan pertengahan · Madinah · wafat 62 H
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabat
  2. Zainab binti Abi Salamah bin 'Abdul Aswad · Shahabiyah · Madinah · wafat 73 H
    Komentar ulama
    NULL
    Shahabiyah
  3. Humaid bin Nafi' · Tabi'in kalangan pertengahan · Madinah
    Komentar ulama
    An Nasa'i
    Tsiqah
    Abu Hatim
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Shaduuq
  4. Abdullah bin Abi Bakar bin Muhammad bin 'Amru bin Hazm · Tabi'in kalangan biasa · Madinah · wafat 135 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Abu Hatim
    Tsiqah
    An Nasa'i
    tsiqah tsabat
    Ibnu Sa'd
    Tsiqah
    Al 'Ajli
    Tsiqah
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ibnu Abdil Barr
    "tsiqah,faqih"
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    Tsiqah
    Adz Dzahabi
    Hujjah
  5. Malik bin Anas bin Malik bin Abi 'Amir · Tabi'ut Tabi'in kalangan tua · Madinah · wafat 179 H
    Komentar ulama
    Yahya bin Ma'in
    Tsiqah
    Muhammad bin Sa'd
    tsiqah ma`mun
  6. Yahya bin Yahya bin Bukair bin 'Abdur Rahman · Tabi'ul Atba' kalangan tua · Himsh · wafat 226 H
    Komentar ulama
    An Nasa'i
    tsiqah tsabat
    Ibnu Hibban
    disebutkan dalam 'ats tsiqaat
    Ahmad bin Hambal
    Tsiqah
    Ibnu Hajar al 'Asqalani
    tsiqah tsabat
    Adz Dzahabi
    tsabat

Similar hadiths